Latar Belakang
Kearifan lokal memiliki hubungan yang erat dengan kebudayaan tradisional pada suatu tempat. Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaannya, Sebagian kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia merupakan kesenian tradisional diberbagai daerah. Salah satu kesenian tradisional yang dimiliki adalah topeng.
Kesenian topeng adalah salah satu bagian dari seni rupa tradisional yang masih tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat yang berfungsi sebagai benda hias maupun benda pakai. Banyak topeng yang terutama dikaitkan dengan upacara yang memiliki makna keagamaan dan sosial atau berkaitan dengan adat pemakaman, upacara kesuburan, atau penyembuhan penyakit. Topeng lainnya digunakan pada acara-acara perayaan atau untuk menggambarkan karakter dalam pertunjukan dramatis dan dalam peragaan ulang peristiwa mitologis.
Cirebon merupakan salah satu daerah yang melahirkan berbagai karya seni rupa tradisional, salah satunya yaitu topeng. Sejarah pada topeng ke Cirebonan ini sangat banyak sudut pandang yang dimiliki, sebagian berpendampat bahwa awal mula topeng cirebon berasal dari kerajaan sriwijaya ada pun yang berpendapat dari kerjaan lainnya. Cirebon memiliki lima jenis topeng, di antaranya topeng panji, topeng samba, topeng rumayang, topeng tumenggung dan terakhir topeng kelana. Berbeda dengan daerah-daerah lain yang melahirkan topeng dengan mengambil karakter dari suatu cerita perwayangan, lima topeng yang dimiliki cirebon mengambil dari penggambaran suatu tahap pertumbuhan manusia yang mempengaruhi watak yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. Di awali dari topeng panji yang menggambarkan awal mula manusia dilahirkan, hingga topeng kelana yang menggambarkan karakter manusia yang sudah dewasa.
Diantara ke lima topeng yang dimiliki Cirebon, topeng kelana merupakan topeng yang membawa penggambaran karakter yang sangat kuat dibanding yang lainnya. Diawali dengan warna merah pada wajah, raut wajah yang tegas seperti menggambarkan kemarahan dan hiasan yang mewah tergambar pada topeg tersebut.