Ketika mendengar kata “perubahan”, apa yang ada di pikiran kita? Berubah? Adaptasi? Berkembang? Atau justru menguncup? Itulah yang selalu ada di pikiran sosok remaja ini, Berliana Kasih Dameria Siahaan. Seorang remaja berjenis kelamin perempuan dan kelahiran 2008. Sekarang, ia sedang menempuh pendidikan di SMA Unggul Del, Sumatera Utara. Berasal dari Kota Malang, Jawa Timur, yang membuat ia harus memiliki sedikit jarak dengan keluarganya.
“Jarak” yang ada diantara ia dengan keluarganya harus diterima. Apakah tidak ada kesedihan dan tangis diantara jarak itu? Tidak mungkin, tidak ada setetes air mata pun yang terjatuh diantara jarak yang jauh itu. Namun, ia sadar tangis tak akan menyelesaikan masalah, tangis justru akan menimbulkan rasa kekhawatiran dari keluarga. Daripada harus mengeluarkan tangis, lebih baik ia melanjutkan proses itu dengan rasa semangat dan kebahagiaan. Keluarga kita juga pasti akan ikut merasakan kebahagiaan itu, bila kita juga merasa bahagia disana.
“Jarak” yang ada, juga memaksa ia menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Tidak ada lagi keluarga yang berada disampingnya setiap saat, semua harus dilakukan sendiri. Harus bisa menjaga diri sendiri, tidak ada lagi peraturan ketat rumah yang akan menjaga dirinya. Jika ia sudah dipercaya oleh kedua orang tuanya untuk berada jauh dari mereka, berarti mereka sudah yakin, ia bisa bertanggung jawab dan bisa menjaga dirinya sendiri. Sekarang kita sedang tidak berbicara tentang tanggung jawab kecil, ini sudah termasuk tanggung jawab yang besar untuk menjaga diri jauh dari orang tuanya. Dan ia berjanji tidak akan merusak kepercayaan yang telah diberikan kedua orangtuanya kepadanya.
Sebagai anak pertama dalam keluarganya, ia diharapkan dapat memberi contoh sekaligus membantu kedua adiknya yang masih berada di jenjang SD. Harapannya, ia dapat membawa nama baik keluarganya, dan dapat menjadi sosok yang lebih baik dari kedua orang tuanya.
Dengan semua harapan yang ada, apakah ia pernah putus asa? Dalam setiap proses yang ia jalani, pasti selalu ada kata “putus asa”. Tetapi keputusasaan itu bukan menjadi alasan untuk menyerah begitu saja. Selalu ada rasa untuk bertanggung jawab membawa nama baik keluarga. Menjadi harapan pertama orang tua, bukanlah hal yang mudah, tapi tidak mungkin dihindari juga. Dan salah satu cara membanggakan kedua orang tua, adalah dengan memasuki jenjang SMA di SMA Unggul Del, SMA yang diimpikan sosok ayah dari remaja ini.
Memasuki SMA Unggul Del, bukanlah pertama kali ia beradaptasi, bisa dibilang telah 3 kali ia beradaptasi dalam hidupnya, bahkan bukan pula menjadi kali pertama ia tinggal di Sumatera Utara. Di usia yang tergolong muda, ia sudah diharuskan untuk beradaptasi di lingkungan sekitarnya. Dan disaat harus kembali lagi ke tempat asal, adaptasi juga tetap dibutuhkan.
Akan selalu ada perubahan dalam setiap proses yang kita jalani, jangan sampai perubahan itu menjatuhkan kita, namun kembangkanlah dirimu dalam proses yang ada. Setiap perubahan yang ia alami tentu tidak dijalankannya sendiri, pasti selalu ada yang membimbing dan mendorong. Dan sosok itu adalah kedua orang tua saya yang akan mendampingi saya. Tentu kita tidak bisa melupakan karunia Tuhan dalam segala hal yang kita lakukan. Dan masih banyak orang lain yang selalu memberikan dukungan kepada saya.
Proses yang telah dilakukan, tidak mungkin berhenti begitu saja sekarang. Semua perjuangan, air mata yang terjatuh, dan kelelahan, jangan sampai sia sia begitu saja. Proses ini harus dilanjutkan, jangan sampai ada perjuangan yang gugur sia sia, hanya karena putus asa dan kecewa.
Ia tidak akan berhenti berjuang, memperjuangkan kebahagiaan kedua orang tuanya, memperjuangkan harapan pertama keluarganya. Ia tidak akan berhenti berproses, berproses menjadi diri yang lebih baik, yang sesuai dengan keinginan kedua orang tuanya, menjadi sosok yang lebih daripada kedua orang tuanya. Ia akan memperjuangkan semuanya, sampai ia mendapatkan apa yang ia impikan, apa yang kedua orang tuanya impikan. Setiap jatuh bangun dalam proses yang dijalankannya akan ia terima, dan akan selalu diperjuangkannya.