Mengevaluasi berbagai bentuk karya musik dan tampilan musik yang didengar dan dilihat sesuai dengan karya, genre/style musik terkait dengan bentuk, struktur, konteks budaya, dan era
Mengevaluasi karya musik dapat dilakukan melalui kritik musik, yaitu proses menganalisis dan mengevaluasi karya musik untuk meningkatkan kualitasnya. Kritik musik dapat membantu:
Menghubungkan pencipta, penyaji, dan pendengar musik
Meningkatkan kepahaman dan apresiasi terhadap karya musik
Memperbaiki karya musik
Kritik musik dapat disampaikan secara lisan atau tertulis. Kritik musik yang disampaikan secara lisan biasanya disampaikan langsung atau tidak langsung kepada pencipta atau penyaji musik.
Dalam melakukan kritik musik, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: Tidak melakukan kritik berdasarkan opini pribadi, Menyesuaikan kritik dengan temuan data.
Langkah-langkah dalam menulis kritik musik adalah:
Deskripsi, yaitu proses pengumpulan data yang diperoleh kritikus secara langsung
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
Beberapa karakteristik seni musik yang dapat digunakan sebagai kriteria dalam menganalisis karya musik adalah: Harmoni, Irama, Melodi, Bentuk atau struktur lagu, Tanda tempo, Ekspresi.
Untuk mengevaluasi tampilan musik, Anda bisa mempertimbangkan beberapa aspek, seperti:
Emosi
Apakah musik tersebut berhasil membangkitkan emosi yang diinginkan, seperti semangat, melankolis, atau energik?
Orisinalitas dan kreativitas
Apakah musik tersebut menghadirkan sesuatu yang baru dan unik?
Lirik
Apakah liriknya secara efektif menyampaikan emosi, menceritakan kisah yang menarik, atau mengomunikasikan pesan yang jelas?
Aspek musik lainnya
Pertimbangkan juga aspek-aspek seperti nada, ritme, harmoni, intensitas, warna suara, interpretasi, dan ekspresi.
Konteks
Pertimbangkan bagaimana musik tersebut terhubung dengan lagu-lagu lain, bagaimana musik itu mempertahankan alurnya dalam album, dan seberapa besar keistimewaannya dibandingkan dengan karya-karya lain.
Selain itu, Anda juga bisa menganalisis musik secara mendalam, seperti menggali referensi gaya musik, menganalisis karakter genre, dan menganalisis karakter sang komposer.
Di dalam musik ada penggolongan berdasarkan ciri yang melekat pada musik itu, biasanya disebut dengan genre musik. genre musik diartikan sebagai penggolongan musik berdasarkan pada kemiripan satu sama lain. Selain itu, penggolongan ini dapat juga disesuaikan dengan kriteria lain seperti kesamaan geografi.
Pada dasarnya, genre musik tidak dapat didefinisikan secara gambalang. Karena, saat genre musik itu didefinisikan oleh seseorang, maka, orang tersebut telah mendefinisikan tanpa melihat aspek yang lainnya. Bahkan, tak jarang terdapat dua genre di dalam 1 musik, tapi hanya didefinisikan menjadi satu genre saja.
Musik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu musik instrumental dan musik vokal. Sumber suara musik berasal dari alat-alat musik dan suara manusia. Selain itu, musik juga dapat dikelompokkan menurut kegunaannya, yaitu musik seni, musik populer, dan musik tradisional. Diperkirakan ada sekitar 1.300 genre musik di dunia, tetapi hanya ada beberapa genre teratas yang paling banyak dipakai di industri musik. Beberapa genre musik yang populer di Indonesia adalah:
Pop: Genre musik yang paling disukai di Indonesia dengan ciri khas vokal yang menonjol dan lagu yang easy listening.
Dangdut: Warisan budaya Indonesia yang dihargai dengan irama yang menghentak dan lirik yang penuh emosi.
Rock: Genre musik yang merajai industri musik Indonesia di era 90-an. • Hip-hop: Genre musik yang cukup populer di Indonesia, terutama di kalangan anak muda.
EDM (Electronic Dance Music): Genre musik yang semakin populer di kalangan klub dan festival musik di Indonesia.
Indie: Genre musik yang semakin banyak muncul seiring dengan perkembangan teknologi.
R&B: Genre musik yang diminati kalangan pendengar muda di Indonesia.
Reggae: Genre musik dengan pesan perdamaian dan cinta.
K-Pop: Genre musik pop asal Korea Selatan yang juga memiliki basis penggemar yang besar di Indonesia.
J-Pop dan J-Rock: Genre musik asal Jepang yang juga disukai oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Selain genre musik populer, Indonesia juga memiliki berbagai jenis musik tradisional, seperti:
Musik Krumpyung dari Yogyakarta atau Jawa Tengah
Keroncong dari Jakarta
Gong Luang dari Bali
Gambang Kromong dari Betawi
Krombi dari Papua
Huda dari Minangkabau
Cilokak dari Lombok
Angklung Buhun dari Kanakes Jawa Barat
Formasi permainan musik adalah posisi setiap musisi dalam sebuah kelompok musik. Formasi permainan musik grup kecil dan besar dapat dibedakan berdasarkan jumlah pemainnya, yaitu:
Ansambel kecil
Berisi 2–8 pemain, yaitu duet (2 pemain), trio (3 pemain), kuartet (4 pemain), kuintet (5 pemain), sektet (6 pemain), septet (7 pemain), dan oktet (8 pemain)
Ansambel besar
Berisi lebih dari 8 pemain, dan dapat diklasifikasikan menjadi ansambel sedang dan ansambel besar. Ansambel sedang terdiri dari 8–30 pemain, sedangkan ansambel besar atau orkes terdiri dari lebih dari 30 pemain. Orkestra yang jumlahnya lebih dari 120 pemain disebut orkes symphoni.
Musik ansambel dapat dikelompokkan berdasarkan peranan dan fungsi alat musik yang digunakan, yaitu ansambel melodis, ansambel ritmis, dan ansambel harmonis. Penyajian musik ansambel juga dapat dibagi menjadi ansambel sejenis dan ansambel campuran.
Beberapa jenis formasi permainan musik, di antaranya:
Solo: Penyajian musik yang dilakukan oleh satu orang pemusik
Duet: Penyajian musik yang dilakukan oleh dua orang musisi
Trio: Penyajian musik yang dilakukan oleh tiga orang musisi
Kuartet: Penyajian musik yang dilakukan oleh empat orang musisi
Quintet: Penyajian musik yang dilakukan oleh lima orang musisi
Sextet: Penyajian musik yang dilakukan oleh enam orang musisi
Septet: Penyajian musik yang dilakukan oleh tujuh orang musisi
Selain formasi, ada juga beberapa jenis penyajian musik lainnya, seperti:
Penyajian musik ansambel, yang dapat dibedakan menjadi ansambel sejenis dan ansambel campuran
Penyajian musik orkestra, yang membutuhkan banyak pemain dan peralatan instrumen yang lengkap
Penyajian musik elektrik, yang menggunakan alat musik listrik berkekuatan tinggi
Komposisi pemain dan alat-alat musik yang dimainkan dalam setiap bentuk grup musik sangat berbeda-beda, sehingga menentukan bentuk spesifik dari grup tersebut. Selain dari bentuk struktur dan formasi bermain musik, dalam hal ini kita dapat mengeksplorasi genre musik dari karya-karya musik yang dipelajari. Genre dalam musik sangat beragam, di antaranya sebagai berikut.
Musik Klasik Klasik musik barat berdasarkan zamannya dapat dikelompokkan menjadi zaman Pertengahan (Medieval period), zaman Renaisans (Renaissance), Barok (Baroque), Klasik (Classical), Romantik (Romantic), Abad ke-20 (Modern), dan Abad ke-21.
Musik Kontemporer Contoh musik kontemporer: pop, rock, jazz, blues, R&B, hip hop, dan lain-lain.
Musik Tradisional Seperti Gamelan, Tembang Sunda, Gambang Kromong, Gong Luang, Kombi, Senandung Jolo, Sasando Gong, Tabuh Salimpat, Karang Dodou, dan lain-lain.
Musik Non-tradisional Perkembangan musik tradisional bercampur dengan budaya yang lain, membentuk genre musik non-tradisional. Contohnya adalah musik keroncong, dangdut, gambus, langgam, campursari, dan lain-lain.
Dengan kategori genre musik ini, kita mampu menentukan jenis musik yang dimainkan, teknik yang akan digunakan, dan karya musik yang akan dihasilkan.