adalah nama-nama yang baik dan indah milik Allah swt. Dengan mengetahui asmaul husna, kita juga mengenal Allah Swt. Mengetahui Asmaul husna dapat dilakukan dengan cara membacanya, memahami maknanya dan menghafalnya. Asmaul husna bisa kita lafalkan ketika berdoa.
Al Malik (الْمَلِكُ) artinya Maha Raja. Allah Maha Merajai segala sesuatu. Makna asmaul husna ini, Allah berkuasa atas segala sesuatu baik dalam hal memerintah maupun melarang. Al Malik menunjukkan Allah adalah Tuhan Yang Berkuasa, Yang menentukan keputusan, Yang mengambil tindakan. Tidak ada satupun makhluk yang terlepas dari kekuasaan Allah swt.
فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ ١١٦
Artinya: "Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya. Tidak ada tuhan selain Dia, pemilik ‘Arasy yang mulia." (Q.S Al Mukminun/23:117)
Al-Aziz berarti Yang Maha Perkasa atau Yang Maha Mulia.
Dengan kehendak-Nya seseorang dapat menjadi mulia dan dengan kehendak-Nya pula seseorang dapat menjadi hina. Kita harus menjaga kemuliaan dan kehormatan dengan cara menaati perintah-Nya dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Allah Al Aziz adalah Mahamulia yang tidak membutuhkan sesuatupun dari makhluk-Nya. Tuhan yang Mahatinggi yang tidak satupun makhluk-Nya mampu menggapai ketinggian zat-Nya.
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ
Artinya: "(yaitu,) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (Q.S Sad/38:66)
Al-Quddūs memiliki arti bahwa Allah Swt. Mahasuci. Allah swt. suci dari segala cacat, kekurangan, kelemahan, atau kesalahan.
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Artinya:
“Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Q.S. Al-Hasyr {59}:23).
As-Salām berarti Allah Swt. Mahasejahtera dan Maha Menyelamatkan.
Allah Swt. adalah Tuhan yang selalu mengayomi serta memberikan rasa damai bagi makhluk-Nya. As-Salām juga mencerminkan sebuah kasih sayang dan kedamaian.
Kedamaian adalah simbol kebahagiaan seluruh umat manusia. Nama As-Salām mengajarkan kita untuk selalu menyebarkan kedamaian dan menghindari pertengkaran.
Allah swt menciptakan bumi sebagai tempat tinggal, udara untuk bernafas, dan berbagai tumbuhan untuk diambil manfaatnya. Semua diciptakan oleh Allah swt untuk kesejahteraan manusia dan makhluk Allah lainnya.
Al-Mu’min mengandung arti bahwa Allah Swt. adalah Tuhan yang memberi rasa aman pada seluruh makhluk-Nya. Allah menciptakan alam semesta beserta isinya juga memberikan keamanan kepada semuanya. Kita memohon keamanan dan perlindungan kepada Allah swt dengan cara berdoa. Orang yang selalu berdoa sebelum melaksanakan kegiatan akan terhindar dari marabahaya.
Al-Mu’min juga mempunyai pengertian bahwa:
Allah Swt. memberikan keamanan bagi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa dari siksa.
Allah Swt. menepati janji-Nya kepada seluruh hamba yang beriman dan bertakwa dengan memberi kemenangan yang besar serta memasukkan ke surga yang penuh kenikmatan.
Allah Swt. memberi rasa aman bagi orang-orang yang takut.
Salah satu godaan paling berat bagi kita ialah menahan diri atau diam di dalam keadaan-keadaan tertentu, seperti menahan diri untuk marah. Marah adalah emosi yang dirasakan ketika sesuatu atau seseorang melakukan sesuatu yang tidak sesuai keinginan kamu. Namun, jika emosi ini tidak dikendalikan, ini bisa menjadi masalah antara Anda dengan orang-orang di sekitar kamu. Menahan diri adalah sebagian akhlak meneladani asmaul husna Al-Malik.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mandiri adalah keadaan dapat berdiri sendiri atau tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, sikap mandiri yang disebut juga kemandirian adalah kemampuan dalam berpikir, merasakan, dan membuat keputusan secara pribadi berdasarkan diri sendiri. Orang yang memiliki sikap kemandirian juga tidak akan mudah mengikuti dan percaya perbuatan, ucapan, atau sikap orang lain. Perilaku mandiri adalah contoh perbuatan meneladani asmaul husna Al-Aziz.
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Dibuktikan dengan kewajiban wudhu sebelum sholat, mandi, dan thaharah. Memperhatikan kebersihan badan, pakaian, dan lingkungan. Perilaku membuang sampah sembarangan itu mencerminkan kepribadian. Orang yang suka membuang sampah sembarangan adalah orang-orang yang mau enaknya sendiri, tidak memikirkan kesusahan orang lain akibat sampah yang ia buang. Kebiasaan menjaga kebersihan merupakan akhlak terpuji meneladani asmaul husna Al Quddus.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari bersabda bahwa, keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan. Di zaman modern, ketajaman lisan kadang juga mewujud dalam aktivitas di media sosial melalui status-status yang ditulis. Sudah semestinya, sebagai umat Islam membuat status di media sosial yang tak menyinggung orang lain. Ini termasuk salah satu perilaku meneladani asmaul husna As-Salam.
Tata tertib merupakan aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan, tidak terkecuali di rumah. Tata tertib memiliki fungsi dan manfaat agar hidup lebih tertib, teratur, dan disiplin terhadap peraturan. Melaksanakan tata tertib tidak hanya dilakukan di rumah saja, tetapi juga dapat dilakukan di mana saja, seperti di sekolah, lingkungan masyarakat, dan lain-lain. Menciptakan ketertiban sehingga membuat rasa aman merupakan salah satu teladan dari asmaul husna al-Mu’min.
Sudahkah kamu memahami materi ini?
Klik untuk kembali ke halaman utama!