Islam adalah agama yang sempurna, mengatur segala aspek kehidupan, termasuk kesehatan. Thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi ﷺ) bukan sekadar metode pengobatan tradisional, melainkan sistem kesehatan ilahiah yang telah terbukti manfaatnya secara medis maupun spiritual. Salah satu praktik utama dalam Thibbun Nabawi adalah bekam (hijamah), yang memiliki korelasi kuat dengan kesehatan masyarakat.
Dalam dunia modern di mana biaya kesehatan semakin mahal dan obat-obatan kimia kerap menimbulkan efek samping, bekam menjadi solusi preventif dan kuratif yang terjangkau, alami, dan sesuai sunnah. Artikel ini akan membahas:
Apa itu Thibbun Nabawi dan kaitannya dengan kesehatan masyarakat?
Mengapa bekam penting dalam menjaga kesehatan umat?
Manfaat bekam secara medis dan spiritual.
Bagaimana memasyarakatkan bekam sebagai gaya hidup sehat?
Thibbun Nabawi merujuk pada petunjuk Nabi Muhammad ﷺ dalam menjaga kesehatan dan mengobati penyakit. Prinsip dasarnya meliputi:
Pencegahan lebih utama daripada pengobatan (seperti menjaga kebersihan, pola makan halal dan thayyib, serta istirahat cukup).
Pengobatan alami dengan bahan yang diciptakan Allah (madu, habbatussauda, kurma, bekam, dll.).
Keseimbangan fisik dan spiritual (doa, ruqyah, dan tawakkal sebagai bagian dari penyembuhan).
Korelasi dengan Kesehatan Masyarakat:
Biaya terjangkau – Dibandingkan pengobatan konvensional, metode Thibbun Nabawi seperti bekam lebih murah dan bisa dipraktikkan di rumah.
Minim efek samping – Bebas dari bahan kimia berbahaya.
Edukasi kesehatan berbasis iman – Mendorong masyarakat hidup sehat sebagai bentuk ibadah.
Bekam adalah metode detoksifikasi dengan mengeluarkan darah kotor dari permukaan kulit menggunakan vakum. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sebaik-baik pengobatan adalah bekam." (HR. Bukhari)
A. Manfaat Medis (Berdasarkan Penelitian Modern)
Detoksifikasi: Mengeluarkan toksin dan darah statis yang menghambat sirkulasi.
Meningkatkan imunitas: Merangsang produksi sel darah putih dan antibodi.
Mengurangi nyeri: Efektif untuk migrain, pegal, dan nyeri sendi (arthritis).
Menstabilkan tekanan darah – Studi di Journal of Traditional and Complementary Medicine (2015) membuktikan bekam menurunkan hipertensi.
B. Manfaat Spiritual
Mengikuti sunnah Nabi – Bernilai ibadah jika diniatkan untuk kebaikan.
Mencegah penyakit dengan izin Allah – Bekam pada tanggal 17, 19, atau 21 Hijriah (sesuai hadits) bersifat preventif.
Banyak penyakit kronis (diabetes, hipertensi) bisa dikendalikan dengan bekam rutin dan pola hidup sehat.
Biaya lebih hemat – Satu alat bekam bisa digunakan berulang untuk seluruh keluarga.
Jika setiap keluarga memiliki anggota yang terlatih bekam, masyarakat tidak perlu tergantung pada klinik.
Contoh nyata: Komunitas muslim di Malaysia dan Mesir menjadikan bekam sebagai layanan kesehatan berbasis masjid.
Bekam di titik tertentu (seperti tengkuk) membantu meredakan stres dan insomnia.
Kombinasi bekam, ruqyah, dan terapi psikospiritual efektif untuk gangguan kecemasan.
Pendidikan melalui Majelis Ilmu
Sosialisasi manfaat bekam dalam pengajian dan media sosial.
Pelatihan Bekam Dasar untuk Umum
Buka kursus singkat teknik bekam yang aman.
Kolaborasi dengan Tenaga Medis
Dokter dan perawat muslim bisa mengintegrasikan bekam dalam terapi pasien.
Bekam Masjid & Layanan Gratis
Galakkan program "Bekam Gratis Jumat Berkah" di masjid-masjid.
Thibbun Nabawi, khususnya bekam, bukan sekadar warisan budaya, tetapi sistem kesehatan ilahiah yang relevan hingga kini. Dengan menjadikan bekam sebagai gaya hidup:
Masyarakat lebih sehat dan mandiri,
Biaya kesehatan berkurang,
Pahala terus mengalir karena mengamalkan sunnah.
Mari kita hidupkan kembali sunnah bekam untuk Indonesia yang lebih sehat dan rabbani!
"Siapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia mencintaiku. Dan siapa yang mencintaiku, akan bersamaku di surga." (HR. Tirmidzi)
Apakah Anda sudah rutin berbekam? Atau tertarik belajar bekam untuk keluarga? 🩸💉
Bekam Sunnah: Sejarah, Manfaat, dan Perkembangannya dari Zaman Nabi Hingga Indonesia
Bekam (hijamah) adalah terapi pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari permukaan kulit menggunakan teknik penyedotan. Dalam dunia medis modern, bekam dikenal sebagai wet cupping. Namun, bagi umat Islam, bekam bukan sekadar pengobatan biasa—melainkan sunnah Nabi Muhammad SAW yang memiliki landasan kuat dalam hadis dan sejarah pengobatan Islam.
Artikel ini akan membahas:
Sejarah Bekam dari Masa ke Masa
Bekam di Zaman Nabi Muhammad SAW & Para Sahabat
Manfaat Bekam Menurut Sains & Hadis
Perkembangan Bekam di Indonesia
Tata Cara Bekam yang Sesuai Sunnah
Bekam bukanlah penemuan Islam. Praktik ini sudah ada sejak peradaban Mesir Kuno (1550 SM), seperti tercatat dalam Ebers Papyrus, salah satu dokumen medis tertua di dunia. Bangsa Yunani dan China kuno juga mengenal terapi serupa.
Namun, Islam menyempurnakan bekam dengan tata cara yang lebih steril dan efektif. Rasulullah SAW mempopulerkan bekam sebagai metode pengobatan utama di zamannya.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sebaik-baik pengobatan yang kalian gunakan adalah bekam." (HR. Bukhari & Muslim)
Beliau juga pernah berbekam di Kahi (titik di tengkuk) dan membayar upah kepada tukang bekam, menunjukkan bahwa bekam adalah praktik yang dianjurkan.
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: "Jika ada sesuatu yang baik dalam obat-obatan kalian, maka itu ada pada bekam."
Abdullah bin Abbas RA menyatakan bahwa Rasulullah SAW berbekam saat berpuasa dan ihram, menunjukkan keutamaan bekam.
Mengeluarkan Darah Kotor
Nabi SAW bersabda: "Kesembuhan itu ada dalam tiga hal: minum madu, sayatan pisau bekam, dan kay (sundutan api)." (HR. Bukhari)
Mencegah Penyakit
Rasulullah SAW biasa berbekam setiap bulan Hijriah sebagai detoksifikasi.
Detoksifikasi: Mengeluarkan racun dan sel darah rusak.
Meningkatkan Sirkulasi Darah: Memperbaiki aliran oksigen ke jaringan.
Mengurangi Nyeri: Efektif untuk sakit punggung, migrain, dan rematik.
Meningkatkan Imunitas: Merangsang produksi sel darah putih.
Studi 2015 di Journal of Traditional and Complementary Medicine membuktikan bekam efektif mengatasi nyeri kronis.
Bekam masuk ke Indonesia melalui para ulama dan pedagang Arab sejak abad ke-13. Kini, bekam berkembang pesat dengan:
Klinik Bekam Sunnah di berbagai kota (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dll).
Pelatihan Bekam Bersertifikat untuk terapis profesional.
Integrasi dengan Pengobatan Herbal (misal: bekam + habbatussauda).
Di Pondok Pesantren, bekam diajarkan sebagai bagian dari Thibbun Nabawi (Pengobatan Nabi).
Agar bekam berkah dan efektif, ikuti langkah ini:
Niat untuk Penyembuhan
Pilih Hari Sunnah (Senin, Kamis, atau 17, 19, 21 Hijriah).
Gunakan Alat Steril (cup, pisau sekali pakai).
Hindari Bekam Saat Sangat Lapar/Kenyang.
Berdoa & Bertawakal.
Bekam sunnah adalah warisan pengobatan Nabi yang terbukti bermanfaat secara medis & spiritual. Di Indonesia, bekam semakin populer dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan kaidah syar’i.
Mau Coba Bekam Sunnah?
📍 Kunjungi terapis bekam di kota Anda!
#BekamSunnah #ThibbunNabawi #PengobatanIslam #KesehatanAlami
Referensi:
Shahih Bukhari & Muslim
Journal of Traditional and Complementary Medicine (2015)
Buku Bekam, Pijat, dan Ruqyah oleh dr. Wadda’ A. Umar
📌 Ingin belajar bekam? Ikuti pelatihan bekam bersama kami atau pesan layanan bekam home service!
Biografi Singkat
H. Wahyu Dewanto, S.IP., M.M.
Profil
Wahyu Dewanto adalah seorang penulis, editor, dan pengusaha kelahiran Semarang pada tahun 1966. Saat ini, ia fokus pada dunia kepenulisan dan penerbitan melalui perusahaan yang didirikannya, Pringsemi Prima Media. Selain itu, ia aktif di organisasi Sahabat Thibbun Nabawi Magelang dan Komunitas Ekonomi Anti Riba (KEKAR) sebagai humas.
Pendidikan
Wahyu Dewanto mengalami masa kecil yang berpindah-pindah. Setelah sempat bersekolah dasar di Medan, ia kembali ke Semarang dan menyelesaikan pendidikan di:
SD Yos Sudarso Semarang
SMP Negeri 8 Semarang
SMA Negeri 4 Semarang
Ia sempat kuliah di Jurusan Antropologi FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) namun tidak selesai karena bekerja di sektor swasta. Gelar S1 akhirnya diperoleh melalui Universitas Terbuka (Administrasi Niaga). Ia kemudian melanjutkan S2 Manajemen di Universitas Batanghari Jambi dan sempat mengambil S3 Manajemen Pendidikan Islam di UIN Sulthan Thaha Saifuddin, meski tidak selesai karena kendala ekonomi.
Karier & Pengalaman Profesional
Wahyu Dewanto memiliki perjalanan karier yang beragam:
Dunia Jurnalistik: Wartawan, Redaktur Pelaksana, hingga Pemimpin Redaksi di berbagai media seperti Harian Independent Jambi, Sinar Jambi Baru, dan Agenda Rakyat.
Dunia Bisnis: Mekanik, satpam, sales otomotif (hingga level manajer), pengusaha (kurir/kargo, kontraktor, toko pertanian, dan laundry).
Dunia Pendidikan: Dosen luar biasa di STIE Jambi dan STMIK Nurdin Hamzah, lalu dosen tetap di Politeknik Jambi.
Thibbun Nabawi: Belajar dan mendirikan layanan terapi bekam serta ruqyah syar’iyyah.
Pada 2018, ia memutuskan hijrah ke Magelang, mendirikan usaha wedang uwuh bubuk "Pringsemi", lalu beralih ke penerbitan dengan mendirikan Pringsemi Prima Media.
Karya Tulis
Buku: Mari Melanjutkan Pendidikan, Manajemen Konflik, Manajemen Operasi Wirausaha Laundry, 10 Inspirasi Dongeng Anak Menjelang Tidur, dan Biografi KH Abdullah Thufail (Pendiri Tunggal MTA), Keluar dari Zona Nyaman: Wirausaha Ketika Posisi Nyaman, Kajian Antropologi Politik Teori dan Praktik, Berkarir di Dunia Maya, Copywriting Mastery; Kuasai 20 Teknik Menulis Iklan dari Dasar hingga Anvanced, Jago Nanya ke AI Biar Nilai A+ Panduan Anti Ribet Buat Gen-Z.
Tulisan di Media: Aktif menulis di Harian Independent Jambi, Sinar Jambi Baru, Agenda Rakyat, Harian Jambi Ekspres dan media lainnya sejak 1992.
Penerbitan: Melalui Pringsemi Prima Media, ia menerbitkan berbagai buku dalam bentuk cetak dan digital, baik karya sendiri maupun kolaborasi.
Wahyu Dewanto adalah sosok multitalenta dengan perjalanan hidup yang penuh dinamika, menggabungkan passion di dunia tulis-menulis, bisnis, pendidikan, dan aktivitas sosial-keagamaan.