SEKILAS TENTANG TAMYIZ
Pesantren Bayt Tamyiz merupakan kelanjutan dari kegiatan mengaji Qur’an dan kitab kuning di musholla yang di asuh oleh Kiyai tamyiz Sejak 1905 bagi masyarakat sekitar (santri kalong) dan santri mukim. Metode Tamyiz ditemukan pada 2009 yang di temukan oleh K.Zaun Fathin ( abah Zaun ) yang merupakan seorang alumunus pesantren Salaf KHAS Kempek Buntet Serta Lirboyo dan melanjutkan pendidikannya di LIPIA Jakarta.
Metode Tamyiz adalah Sebuah metode mudah menterjemah Qur’an dan pintar membaca kitab kuning untuk santri sejak usia anak-anak, dan akan menjadi lebih mudah untuk santri remaja dan Dewasa (anak kecil saja bias yang pernah kecil pasti bisa .
Selain mudah mempelajarinya, setiap santri yang mempelajari Tamyiz, metodenya akan menjadikan santri dengan sendirinya bisa mengajarkan kembali Tamyiz (Duplikasi pengajar dari pelajar secara otomatis). Dan Alhamdulilah Tamyiz sudah tersebar keseluruh Indonesia.
Pada Milad Tamyiz yang ke 6, telah di terbitka Qur’an Kawkaban, yang dibuat khusus untuk membantu memahami dan menghafal terjemah Qur’an . Dengan menggunakan Qur’an Kawkaban, menghafal Terjemah Qur’an 30 Juz dapat ditempuh dengan mudah dalam 30 Hari.
Serta pada milad ke-13 telah di umukan selesainya Riset metode Tamyiz dan telah menghasilkan Tamyiz dengan 5 tingkatan dalam mempelajarinya . setelah lahir adan patennya metode Tamyiz serta sudah di daftarkan dalam kekayaan intelektual kini dengan hasil tersebut tamyiz melahirkan sebuah kelas baru dalam pesantren yang mampu membaca kitab kuning dengan ketuntasan 29 kitab (Bil Ghoib) dengan kurun waktu 3-6 tahun, dan itu sudah di buktikan ketika dalam kunjungan direktur PD Pontren Kemenag RI saat melakukan pengetesan secara acak terhadap santri MQK( Madrasah Qiroatul kutub)