Sunan Ampel membuka pesantren dan mengajarkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat. Melalui pendidikan agama, ia mencoba untuk meningkatkan pemahaman umat tentang Islam dan mengajarkan nilai-nilai agama dengan pendekatan yang mudah dipahami.
Sunan Ampel membangun masjid-masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Masjid tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat pertemuan dan diskusi keagamaan. Dengan membangun masjid, Sunan Ampel menciptakan tempat yang nyaman bagi umat Islam untuk belajar dan berinteraksi.
Ampel selalu menggunakan pendekatan yang ramah dan santun dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. Ia terkenal sebagai ulama yang mudah didekati dan selalu menghormati keberagaman dan budaya lokal.
Sunan Ampel memiliki hubungan yang baik dengan penguasa dan elit politik pada masa itu, seperti Raja Majapahit, Raden Patah, dan Adipati Surabaya. Hal ini membantunya dalam memperoleh dukungan dan perlindungan saat melakukan dakwah di wilayah tersebut.
Sunan Ampel menggabungkan ajaran Islam dengan seni dan budaya lokal. Ia menggunakan seni seperti tari, musik, dan seni rupa sebagai media dakwah untuk menarik minat masyarakat dan memperkenalkan ajaran Islam kepada mereka. membangun pesantren dan masjid
Sunan Ampel menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat dalam menyampaikan ajaran Islam. Ia juga sering menggunakan cerita-cerita atau analogi untuk membantu masyarakat memahami ajaran Islam.
Sunan Ampel menjalin hubungan yang baik dengan pemeluk agama lain. Ia berdialog dengan mereka secara terbuka dan menghormati perbedaan kepercayaan. Hal ini membangun kesepahaman antaragama dan membantu menyebarkan ajaran Islam dengan damai.