Artikel,10 Oktober 2024
Kemarau panjang di Gunungkidul menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah. Banyak daerah yang terkena dampak serius diantaranya seperti kecamatan Gedangsari dan kecamatan Tanjungsari. Mayoritas masyarakat dengan mata pencaharian sebagai petani di kedua daerah tersebut terdampak gagal panen, bahkan kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan melihat kondisi ini Baitul Maal BMT UMMAT terdorong untuk melakukan aksi sosial berupa penyaluran air bersih ke daerah-daerah yang terdampak bersama MPZ Dompet Dhuafa Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari program tanggap darurat kebencanaan yang bertujuan meringankan beban masyarakat yang terdampak krisis air bersih.
Penyaluran air bersih ini dilakukan secara bertahap mulai dari desa-desa yang paling membutuhkan. Bantuan air bersih ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti kebutuhan air minum dan memasak. Sebanyak 70.000 liter air bersih didistribusikan untuk desa Gedangsari dan Tanjungsari dengan penerima sebanyak 50 jiwa.
Distribusi Tangki Air Kapasitas 7000L
Meskipun program pendistribusian air bersih ini merupakan solusi jangka pendek namun diharapkan dapat membantu masyarakat yang kesulitan air bersih dan juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ketersediaan air bersih di masa depan. Aksi penyaluran air bersih ini berlangsung selama masa kemarau panjang ini mendapat respon positif dari masyarakat. Baitul maal BMT Ummat berkomitmen untuk memberikan bantuan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya untuk menghadapi tantangan-tantangan lingkungan seperti halnya kekeringan.
Penerima Manfaat Daerah Ngalang, Gedangsari
Penerima Manfaat Daerah Sangen, Tanjungsari