Miana, Si Cantik Tangguh Penuh Manfaat
Foto ini diambil dengan lokasi pojok kiri bagian belakang panggung MAN 4 Hulu Sungai Tengah. Dari foto tersebut, dapat diambil pelajaran, bahwa tanaman dengan batang dan daun lembut sekalipun, dapat hidup, tumbuh dan bertahan di retakan porselin yang dapat dipastikan sangat terbatas media tanam dan sumber makanannya. Masya Allah, betapa tanaman ini memberi contoh pada kita agar tidak gampang menyerah, dan di setiap tempat pasti ada kesempatan bagi yang senantiasa berdoa dan berusaha.
O iya sobat pustaka, tanaman perdu ini dikenal juga dengan nama iler, jawer kotok, atau adang - adang, sedangkan nama Latinnya adalah Coleus scutellariodes (L.) Benth. Kalau di tempat kalian, disebut apa?
Tanaman ini biasanya ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat kadang ditemukan tumbuh liar pada tempat yang lembab dan terbuka seperti di tepian air pematang sawah atau tepi jalan pedesaan. Hamba ini dapat tumbuh pada ketinggian 1 sampai 1300 meter dari permukaan laut
Menurut Prof. H. M. dr. Hembing Wijaya kusuma, daun dari tanaman ini memiliki khasiat untuk mengobati wasir, bisul, abses, borok, luka bernanah, terlambat haid, keputihan, kencing manis sembelit, dyspepsia, cacingan, demam, demam nifas, radang telinga gigitan ular dan serangga beracun. Sementara itu, bagian akar bisa digunakan untuk mengobati diare dan mules.
Mau tahu lebih banyak tentang cara pengolahan dan penggunaannya sebagai obat herbal? Yuk kunjungi Perpustakaan Baitul Hikmah MAN 4 Hulu Sungai Tengah dan baca atau pinjam buku berjudul Tanaman Berkhasiat Obat Di Indonesia Jilid ke - 4, karya Prof. H.M. Hembing Wijaya Kusuma, Dr. Setiawan Dalimartha, dan Dr. A.S. Wirian.