Definisi :
a. Menurut Shoimin (2014) dalam (Safaruddin et al., 2018) Metode SQ4R merupakan pengembangan dari metode SQ3R dengan menambahkan unsur reflect, yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan yang relevan
b. Menurut Ermanto (2008) dalam (Safaruddin et al., 2018) metode SQ4R adalah suatu keterampilan dengan langkah membaca yang digunakan untuk memperoleh informasi secara menyeluruh dari suatu bacaan.
SINTAKS ATAU LANGKAH-LANGKAH
Langkah-langkah :
1) Survey, mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. Kegiatan ini untuk memudahkan proses penyusunan daftar pertanyaan pada langkah selanjutnya.
2) Question, membuat kalimat pertanyaan menggunakan kata tanya (mengapa, bagaimana dan darimana) tentang bahan bacaan.
3) Read, membaca teks dan mencari jawaban atas pertanyaanpertanyaan yang telah tersusun.
4) Reflect, aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan.
5) Recite, merupakan kegiatan mempertimbangkan jawaban yang diberikan (catat dan bahas bersama). Kegiatan ini dapat dilakukan dengan guru menugaskan siswa untuk menyebutkan jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah tersusun tanpa melihat jawaban yang telah tersusun. Apabila siswa mengalami kesulitan atau siswa tidak bisa menjawab pertanyaan, siswa tetap ditugaskan untuk menjawab pertanyaan berikutnya.
6) Review, meninjau ulang menyeluruh. Siswa diminta untuk melihat kembali dan membandingkan tulisannya dengan bahan bacaan yang sebenarnya jika ada kesalahan, siswa memperbaiki tulisannya sesuai dengan isi jawabannya tersebut.
Suardani., Ardan., Adnyana Putra. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran SQ4R Terhadap Keterampilan Membaca Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Gugus 1 Denpasar Selatan. Paper. Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan :
a. Membantu siswa untuk lebih memahami suatu bacaan.
b. Menyimpan informasi yang dipelajari dengan baik dalam sistem memori jangka panjang pada siswa
c. Membantu siswa untuk belajar sendiri (mandiri)
d. Membantu siswa untuk berpikir kritis
e. Meningkatkan rasa senang siswa pada pembelajaran matematika
Kelemahan :
a. Jika Peserta didik tidak teliti akan mengalami kesulitan dalam mengikuti materi selanjutnya
b. Peserta didik yang tidak aktif maka tidak akan mendapatkan hasil yang baik dalam proses pembelajaran (Hamalik, 2009).
c. Model ini tidak dapat digunakan pada semua pokok mata pelajaran
d. Guru mengalami kesulitan dalam mempersiapkan buku bacaan untuk para siswa (Safaruddin et al., 2018).
ARTIKEL PENELITIAN
ANALISIS