kisah dimulai dari kejenuhan di Khayangan. Para bidadari merasa burnout karena sistem kerja yang tidak masuk akal (36 jam sehari!). Di sisi lain, muncul "calon bidadari" dari dimensi dongeng lain seperti Cinderela, Bawang Putih, hingga Ibu Malin Kundang yang menuntut makeover melalui danau ajaib agar bisa menjadi bidadari cantik.

Di tengah kekacauan tersebut, Jaka Tarub hadir bukan sebagai pemuda perkasa, melainkan sosok yang terjebak dalam situasi canggung saat mencoba mencari jodoh di telaga. Persaingan antar-bidadari pun pecah, membawa penonton pada pertanyaan: Apakah cinta sejati itu benar-benar ada, ataukah sekadar pilihan di tengah keputusasaan