Komando Operasi Udara Nasional (atau disingkat Koopsudnas) merupakan komando utama terpenting dalam kekuatan TNI Angkatan Udara. Koopsudnas berfungsi sebagai mata dan telinga yang mengawasi berbagai pergerakan pesawat udara yang melintasi wilayah Indonesia.
Sebagai pengawal keamanan wilayah Indonesia, dalam melaksanakan tugasnya Koopsudnas didukung oleh Satuan Radar Angkatan Udara yang ditempatkan di berbagai daerah. Selain itu Koopsudnas juga telah mengintegrasikan data dari radar-radar sipil di seluruh Indonesia.
Markas Komando Koopsudnas berada di Jl. Mustang 5 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Koopsudnas merupakan salah satu dari komando utama tempur TNI Angkatan Udara bersama-sama dengan Komando Operasi, Sektor, dan Pasukan Gerak Cepat.
Koopsudnas bertugas menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan atas wilayah udara nasional secara mandiri ataupun bekerja sama dengan Komando Utama Operasional lainnya dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan keutuhan serta kepentingan lain dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menyelenggarakan pembinaan administrasi dan kesiapan operasi unsur-unsur Hanud TNI AU dan melaksanakan siaga operasi untuk unsur-unsur Hanud dalam jajarannya (Wing 100 Hanud Terminal/Menengah-Jauh Pasgat, Wing 200 Satuan Radar, Wing 300 Skadron-Skadron Udara Tempur Sergap, dan Wing 400 Hanud Titik Pasgat) dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.
Setelah dibentuk, Kohanudgab memiliki peran yang besar dalam rangka pembebasan Irian Barat. Kohanudnas sendiri telah terbentuk sejak tanggal 9 Februari 1962, namun untuk merebut Irian Barat maka unsur Kohanudnas tergabung dalam Komando Pertahanan Udara Gabungan Mandala (Kohanudgabla) yang berada di bawah Komando Operasi Mandala (Kola), yang dibentuk pada tanggal 2 Januari 1962 dengan Panglima AU Mandala Kolonel Udara Leo Wattimena (naik menjadi Komodor Udara). Tugas Kohanudgab dalam operasi Trikora adalah merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan operasi-operasi militer dengan tujuan mengembalikan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan Negara Republik Indonesia, dan mengembangkan situasi militer di wilayah Irian Barat sesuai militer di wilayah Irian Barat sesuai dengan taraf perjuangan di bidang diplomasi, agar dalam waktu sesingkat-singkatnya di wilayah Irian Barat secara de facto dapat diciptakan daerah bebas atau dapat didudukan unsur-unsur kekuasaan pemerintah daerah Republik Indonesia. Ada 4 unit Radar yang ditempatkan di Wilayah ADC II Kohanudgab yaitu 1 unit radar EW berada di Morotai, 1 unit radar EW berada di Ambon, 1 unit radar GCI/EW di Bula dan 1 unit radar EW berada di Langgur (pindah ke Letfuan) Di antara 4 unit radar, yang paling efektif dalam operasional adalah adalah radar di Bula dipimpinan Mayor Udara Aried Riyadi. Radar ini terletak di sebelah Timur Pulau Seram dan ditengah mandala operasi.
Dalam Kola, unsur rudal belum dilibatkan, namun beberapa senjata banyak berperan untuk melindungi pasukan sendiri, mulai dari PSU (Penangkis Serangan Udara) dari AURI maupun ALRI, sampai dengan ARSU (Artileri Sasaran Udara). Di bawah kendali PSU sebanyak 3 batalyon, dan ARSU sebanyak 4 batalyon. Batalyon-batalyon ARSU tersebut adalah Batalyon Pattimura (tersebar di sekitar Pangkalan Udara di Morotai), Batalyon Amahai, Batalyon Laha dan Batalyon Letfuan. Senjata yang dimiliki berupa tripple gun kaliber 30 mm buatan Oerlikon di Swiss. Kohanudgab mengandalkan kekuatan KRI yang berada di Pulau Plang, Bitung dan Ambon. Mandala operasi laut berada di Laut Arafuru. ALRI mengerahkan beberapa jenis kapal cepat roket (fast rocket ship) sebanyak 12 kapal buatan Rusia, kapal anti kapal selam (sub chaser) buatan Yugoslavia, kemudian 4 kapal motor terpedo boat (MTB) ditambah 3 kapal LST (landing ship tank). Kapal-kapal tersebut beroperasi di daerah Dobo, Pulau Ujir, Pulau Kasir di Kepulauan Aru dan Tanjung Weda - Kepulauan Kei. Selama kegiatan operasi pangkalan kapal berada di Halong, Ambon, kemudian kekuatan Udara TNI AL berada di bagian Utara Pulau Ambon dengan 6 Pesawat Gannet dan 2 Pesawat Albatross. Pada saat itu, tidak semua KRI dilengkapi radar pertahanan udara, beberapa KRI hanya memiliki persenjataan meriam anti serangan udara. Selain itu, kekuatan KRI ini tidak dapat dimanfaatkan sebagai gap filler (pengisi celah kosong) bagi radar pertahanan udara. Sedang pesawat Gannet dan Albatross berfungsi untuk pengamanan KRI dan jalur pelayarannya.
Angkatan Udara Belanda (Militaire Luchtvaart) berusaha mempertahankan penjajahan di bumi Irian Barat, dan berpusat di Biak. Pada April 1960, Belanda semakin meningkatkan kekuatannya dengan menghadirkan kapal induk “Karel Doorman” untuk memperkuat Detasemen AU Belanda (Zcommando Luchtverdediging Nederlauds Nieuw/CLUNNG). Komposisi kekuatannya adalah 12 pesawat tempur Neptune P2V-7, 6 pesawat helicopter, 4 pesawat Dakota C-47, 2 unit radar Type 15 MK-IV (Early Warning). Dua Radar tersebut berada di Pulau Numfor Biak dan Pulau Raja Zumpat - Sorong. Radar EW dengan jarak jangkau 200 NM penempatannya telah dipersiapkan sejak tahun 1954. Sedang kekuatan pesawat buru sergap berada di Sorong, dengan wilayah patroli sepanjang garis pantai Selatan Irian Barat dan Sorong Fakfak-Kaimana hingga Merauke. Sedangkan wilayah operasi pertahanan udara berada di pantai Utara Irian Barat dari Sorong – Manokwari – Biak dan Jayapura. Selain 2 unit radar darat di atas, Belanda juga telah memasang sebuah Radar di Pulau Wundi dan diperkuat dengan Radar kapal perang. Hanud Kohanudgabla juga diperkuat dengan pesawat pembom strategis Tu-16 yang mampu menjangkau pusat konsentrasi kekuatan tempur Belanda yang berada di Biak. Pada operasi Trikora ini keunggulan udara berada di pihak Indonesia.
Panglima Koopsudnas : Marsdya TNI
Kepala Staf Koopsudnas : Marsda TNI
Inspektur Koopsudnas : Marsma TNI
Kapoksahli Koopsudnas : Marsma TNI
Eselon Pembantu Pimpinan
Asops Koopsudnas: Marsma TNI
Asren Koopsudnas: Marsma TNI
Aspers Koopsudnas: Marsma TNI
Aslog Koopsudnas: Marsma TNI
Asintel Koopsudnas: Marsma TNI
Aspotdirga Koopsudnas: Marsma TNI
Askomlek Koopsudnas: Marsma TNI
L.O. TNI AD : Kolonel Arh Fithrizal Setiawan, S.Sos., M.Sc.
L.O. TNI AL : Kolonel Laut (P) Cahyo Hendro Guritno, M.Tr.Hanla., M.M.
Sekarang ini KOOPSUDNAS memiliki jajaran Kotama Tempur yang terdiri dari KOPASGAT dan 3 KOOPSUD. Tiap Koopsud membawahi Komando Sektor dan Satuan Rudal. Sedangkan 1 Komando Sektor Ibukota langsung dibawah Mako Koopsudnas Jakarta.
Markas Komando membawahi langsung Komando Sektor Ibukota Negara di Jakarta
Komando Pasukan Gerak Cepat (KOPASGAT)
Markas Komando di Margahayu, Bandung
Satuan Bravo 90 di Rumpin, Bogor
Satwalkol di Jakarta
Pusdiklat Kopasgat di Margahayu, Bandung
Resimen Bantuan Tempur di jakarta
Batalyon Kesehatan (Gabungan Kopasgat dan Diskesau) di Mabesau jakarta
Jajaran Pasgat I Wilayah Barat di jakarta
Batalyon Matra 1/Pasgat I (Kompi Dalpur, Dallan, Sarpur, Jumpmaster)
Brigade komando 1/Pasgat I (Yonko 462,465,469)
Resimen Hanud 1/Pasgat I (Den Hanud 473,475,477)
Jajaran Pasgat II Wilayah Tengah di Makassar
Batalyon Matra 2/Pasgat II (Kompi Dalpur, Dallan, Sarpur, Jumpmaster)
Brigade komando 2/Pasgat II (Yonko 461,463,467)
Resimen Hanud 2/Pasgat II (Den Hanud 471,474,476)
Jajaran Pasgat III Wilayah Timur di Jayapura
Batalyon Matra 3/Pasgat III (Kompi Dalpur, Dallan, Sarpur, Jumpmaster)
Brigade komando 3/Pasgat III (Yonko 464,466,468)
Resimen Hanud 3/Pasgat III (Den Hanud 472, ....., ......)
Komando Operasi Udara
Komando Operasi Udara I di Jakarta
Komando Sektor I/Medan di Medan
Satuan Radar 231 di Lhokseumawe
Satuan Radar 232 di Dumai
Satuan Radar 233 di Sabang
Satuan Radar 234 di Sibolga
Komando Sektor IKN di Jakarta
Satuan Radar 211 di Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang
Satuan Radar 212 di Ranai, Bunguran Timur, Natuna
Satuan Radar 213 di Tanjung Pinang
Satuan Radar 214 di Tegal
Satuan Radar 215 di Congot, Wates, Yogyakarta
Satuan Radar 216 di Cibalimbing, Kecamatan Surade
Satuan Rudal 111 di Teluk Naga, Tangerang
Jajaran Pangkalan Udara & Bandara Koopsud I
Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma (HLM), Jakarta
Pangkalan Udara Atang Senjaya (ATS), Bogor
Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (RSN), Pekanbaru
Pangkalan Udara Supadio (SPO), Pontianak
Pangkalan Udara Suryadarma (SDM), Subang
Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh
Pangkalan Udara Soewondo (SWO), Medan
Pangkalan Udara Husein Sastranegara (HSN), Bandung
Pangkalan Udara Sutan Sjahrir (SUT), Padang
Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang
Pangkalan Udara Raden Sadjad (RSA), Natuna
Pangkalan Udara Maimun Saleh (MUS), Sabang
Pangkalan Udara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjung Pinang
Lanud Hang Nadim, Batam
Pangkalan Udara Pangeran M. Bun Yamin (BNY), Menggala, Lampung
Pangkalan Udara Haji Abdullah Sanusi Hanandjoeddin (ASH), Belitung
Pangkalan Udara Wiriadinata (WIR), Tasikmalaya
Pangkalan Udara Harry Hadisoemantri (HAD), Bengkayang
Pangkalan Udara Sugiri Sukani (SKI), Cirebon
Pangkalan Udara Iskandar (IKR), Pangkalan Bun
Detasemen TNI AU Gorda di Cikande, Serang
Detasemen TNI AU Sentolo di Pamengpeuk, Garut
Komando Operasi Udara II di Makassar
Komando Sektor II/Makassar di Makassar
Satuan Radar 221 di Ngliyep, Malang
Satuan Radar 222 di Ploso, Jombang
Satuan Radar 223 di Balikpapan
Satuan Radar 224 di Kwandang, Gorontalo Utara
Satuan Radar 225 di Tarakan
Jajaran Pangkalan Udara & Bandara Koopsud II
Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin (HND), Makassar
Pangkalan Udara Iswahyudi (IWJ), Madiun
Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (ABD), Malang
Pangkalan Udara Sam Ratulangi (SRI), Manado
Pangkalan Udara El Tari (ELI), Kupang
Pangkalan Udara Ngurah Rai (RAI), Denpasar
Pangkalan Udara Muljono (MUL), Sidoarjo
Lanud Dhomber (DMB), Balikpapan
Pangkalan Udara Haluoleo (HLO), Kendari
Pangkalan Udara Syamsudin Noor (SAM), Banjarmasin
Pangkalan Udara Selaparang Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainudin Abdul Madjid (ZAM), Mataram
Pangkalan Udara Juwata Anang Busra (ANB), Tarakan
Pangkalan Udara Wirasaba Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga
Pangkalan Udara Jallaludin di Gorontalo
Detasemen TNI AU Birobuli di Palu Selatan Palu
Detasemen TNI AU Andi Depu di Mamuju
Detasemen TNI AU Ahmad Yani di Semarang
Detasemen TNI AU Dadapan Pringkuku di Pacitan
Detasemen TNI AU Raci Kraton di Pasuruan
Detasemen TNI AU Senggreng Sumberpucung di Malang
Detasemen TNI AU Pojok Ponggok di Blitar
Detasemen TNI AU Pandanwangi Tempeh di Lumajang
Detasemen TNI AU Sarongan Pesanggaran di Banyuwangi
Detasemen TNI AU Kalawiran Kakaskasen di Tondano
Komando Operasi Udara III di Biak
Komando Sektor III/Biak di Biak Numfor
Satuan Radar 241 di Buraen
Satuan Radar 242 di Tanjung Warari, Biak Numfor
Satuan Radar 243 di Timika
Satuan Radar 244 di Merauke
Satuan Radar 245 di Saumlaki
Jajaran Pangkalan Udara & Bandara Koopsud III
Pangkalan Udara Manuhua (MNA), Biak Numfor
Pangkalan Udara Silas Papare (SPR), Jayapura
Pangkalan Udara Mopah Johanes Abraham Dimara (JAD), Merauke
Pangkalan Udara Pattimura (PTM), Ambon
Pangkalan Udara Leo Wattimena (LWM), Morotai
Pangkalan Udara Dominicus Dumatubun (DDT), Tual
Pangkalan Udara Mozes Kilangin Yohanis Kapiyau (YKU), Timika
Pangkalan Udara Ignatius Dewanto (IGD), Saumlaki
Pangkalan Udara Marthen Indey (MIN), Wamena
Detasemen TNI AU Manokwari Selatan
Detasemen TNI AU Sorong
Detasemen TNI AU Nabire
Jajaran Satuan Rudal (Satrudal) Hanud Menengah/Jauh TNI AU
Satuan Peluru Kendali 111 Hanud Menengah/Jauh di Teluknaga, Tangerang, Banten. Rencana kedepan pembentukan Satrudal baru melengkapi Satuan Radar yang ada sebagai satuan penindak langsung target sasaran udara tak dikenal yang ditangkap oleh monitor Satuan Radar.