Blitar – Kerajinan kendang djembe produksi Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan ekonomi desa melalui ekspor perdana ke China pada 5 November 2024. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk unggulan berbasis kearifan lokal mampu bersaing di pasar internasional ketika didukung oleh kualitas, inovasi, dan kolaborasi yang kuat.
Prosesi pelepasan ekspor dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, yang secara simbolis melepas pengiriman perdana kendang djembe ke pasar China. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pemerintah daerah, perwakilan Kementerian Desa, serta mitra pembinaan yang selama ini mendukung pengembangan usaha para perajin di Desa Ngoran.
Pada tahap awal, sebanyak 3.500 unit kendang djembe diberangkatkan dalam satu kontainer menuju China. Pengiriman ini merupakan bagian dari rencana ekspor berkelanjutan yang ditargetkan berlangsung secara bertahap sepanjang tahun, dengan total valuasi mencapai sekitar Rp17,6 miliar. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi desa apabila produk lokal mampu memenuhi kebutuhan dan standar pasar global.
Keberhasilan ekspor ini tidak diraih dalam waktu singkat. Para perajin Desa Ngoran secara konsisten menjaga kualitas mulai dari pemilihan bahan baku kayu dan kulit, proses produksi yang dikerjakan secara teliti, hingga pengemasan yang disesuaikan dengan persyaratan pengiriman internasional. Komitmen terhadap kualitas inilah yang menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kepercayaan pembeli dari luar negeri.
Selain itu, pengembangan kendang djembe sebagai komoditas ekspor juga didukung melalui sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemerintah, dan sektor swasta dalam memperkuat kapasitas produksi, manajemen usaha, serta akses pemasaran internasional. Kolaborasi tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi produk desa untuk memasuki rantai perdagangan global.
Ekspor kendang djembe memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Ngoran. Meningkatnya permintaan dari pasar internasional mendorong peningkatan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan para perajin dan pelaku usaha lokal. Di sisi lain, keberhasilan ini juga memperkuat citra Kabupaten Blitar sebagai salah satu daerah penghasil produk kerajinan berkualitas ekspor.
Lebih dari sekadar transaksi perdagangan, ekspor kendang djembe menjadi contoh nyata bahwa potensi desa dapat berkembang menjadi komoditas bernilai tinggi apabila dikelola secara profesional dan berorientasi pada pasar global. Keberhasilan Desa Ngoran diharapkan mampu menginspirasi desa-desa lain di Indonesia untuk terus mengembangkan produk unggulan daerah sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing ekspor nasional.
JAKARTA – Di tengah dorongan global terhadap implementasi ekonomi hijau dan keberlanjutan, CV. Aswindra Desa Nusantara membuktikan bahwa inovasi berdampak besar justru bisa lahir dari pedesaan. Melalui payung program Desa Sejahtera Astra (DSA), perusahaan sosial ini resmi memperkenalkan sebuah konsep terobosan bertajuk “ECOPINE: Model Kewirausahaan Berkelanjutan melalui Wisata Edukasi dan Pemanfaatan Limbah Daun Nanas.”
Inovasi komprehensif ini dirancang bukan sekadar sebagai program musiman, melainkan sebagai cetak biru (blueprint) untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa yang berbasis pada kelestarian lingkungan hidup.
Gagasan mengenai ECOPINE tidak muncul secara instan. Konsep ini lahir dari rahim program pendampingan intensif dan berkelanjutan yang dilakukan oleh CV. Aswindra Desa Nusantara terhadap Kelompok Tani Mukti yang berlokasi di Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri—sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil nanas terbesar di Jawa Timur.
Sebelum adanya intervensi program, para petani lokal kerap menghadapi persoalan penumpukan limbah daun nanas pasca-panen yang mengganggu ekosistem pertanian. Kelompok Tani Mukti kemudian berinisiatif mengolah serat daun nanas menjadi produk bernilai tambah.
Melihat potensi besar tersebut, CV. Aswindra Desa Nusantara hadir melalui ECOPINE untuk menyempurnakan, memperluas skala produksi, dan mengintegrasikan aktivitas hulu-hilir tersebut. Limbah daun nanas yang dulunya tidak bernilai, kini naik kelas menjadi komoditas ekonomi kreatif sekaligus magnet baru bagi sektor pariwisata. Aktivitas pengolahan serat kini dikembangkan menjadi sebuah ekosistem wisata edukasi terpadu yang terintegrasi langsung dengan peta besar potensi pariwisata di Kabupaten Kediri.
Melalui wisata edukasi ECOPINE, para wisatawan tidak hanya datang untuk berkunjung, tetapi juga diajak untuk belajar langsung mengenai proses ekstraksi serat, pembuatan produk kerajinan, hingga memahami prinsip-prinsip zero-waste farming.
Konsistensi, kerja keras, dan dampak nyata yang dihadirkan oleh ECOPINE rupanya berhasil mencuri perhatian di tingkat nasional. Dalam ajang bergengsi Lomba Inovasi 4 Pilar CSR Astra yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival Astra 2025 di Jakarta, inovasi ECOPINE sukses menyabet penghargaan sebagai Juara III dalam Kategori Kewirausahaan Berbasis Masyarakat.
Penghargaan ini menjadi bentuk validasi bahwa model pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan aspek pelestarian lingkungan (planet), kesejahteraan sosial (people), dan keuntungan ekonomi (profit) sangat relevan dan dibutuhkan oleh Indonesia saat ini.
Manajemen CV. Aswindra Desa Nusantara menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah babak baru. Pihak manajemen meyakini bahwa setiap desa di Indonesia memiliki potensi lokal yang luar biasa. Jika dikelola secara optimal, ilmiah, dan terstruktur, potensi tersebut mampu menjadi motor penggerak utama bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat pedesaan tanpa harus merusak alam sekitar.
Melalui momentum penghargaan di Festival Astra 2025 ini, CV. Aswindra Desa Nusantara berkomitmen penuh untuk terus memperluas jaringan kolaborasi, menggandeng pemerintah daerah, akademisi, pihak swasta, dan masyarakat luas. Sinergi ini diharapkan dapat terus mendukung lahirnya inovasi-inovasi berbasis desa yang inklusif, demi menciptakan dampak positif yang jauh lebih luas, lebih hijau, dan lebih tangguh untuk masa depan Indonesia.
Surabaya – CV. Aswindra Desa Nusantara berhasil lolos sebagai salah satu dari 30 peserta terpilih dalam Export Coaching Program (ECP) Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kapasitas ekspor sekaligus memperluas peluang menembus pasar internasional.
Sebelum mengikuti program, CV. Aswindra Desa Nusantara terlebih dahulu melalui serangkaian proses seleksi yang dilakukan oleh penyelenggara. Dari seluruh peserta yang mendaftar, hanya 30 pelaku usaha yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahapan pembinaan intensif dalam Export Coaching Program Wilayah Jawa Timur.
Kegiatan pembinaan tahap awal dilaksanakan di Surabaya pada 19–21 Mei 2026. Selama tiga hari, para peserta memperoleh pendampingan langsung dari para praktisi, akademisi, dan profesional di bidang perdagangan internasional. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis berorientasi ekspor melalui pembelajaran yang aplikatif dan berbasis kebutuhan pasar global.
Berbagai materi strategis disampaikan selama pelatihan, di antaranya teknik menentukan harga ekspor yang kompetitif, strategi memasuki pasar internasional, pemahaman mengenai Incoterms® 2020, serta penyusunan company profile dan katalog produk sebagai media promosi yang efektif untuk memperkenalkan perusahaan kepada calon pembeli dari berbagai negara.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti berbagai sesi diskusi, studi kasus, serta penugasan yang dirancang untuk membantu pelaku usaha menyusun strategi ekspor sesuai dengan karakteristik produk dan kesiapan masing-masing perusahaan. Pendekatan coaching yang diterapkan dalam program ini memungkinkan peserta memperoleh masukan secara langsung dari para coach sehingga proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan aplikatif.
Bagi CV. Aswindra Desa Nusantara, keikutsertaan dalam Export Coaching Program merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang perdagangan internasional. Melalui program ini, perusahaan diharapkan semakin siap dalam menyusun strategi ekspor, memperkuat daya saing produk, serta membangun jejaring bisnis dengan mitra potensial di pasar global.
Ke depan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Export Coaching Program akan menjadi bekal penting bagi CV. Aswindra Desa Nusantara dalam mengembangkan usaha yang berorientasi ekspor. Dengan peningkatan kapasitas, pemahaman terhadap standar perdagangan internasional, serta pendampingan dari para ahli, perusahaan optimistis dapat memperluas akses pasar dan berkontribusi dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah internasional.
Banjarmasin, 21 Agustus 2025 — CV. Aswindra Desa Nusantara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan produk unggulan daerah menuju pasar global. Melalui perwakilannya, Dwi Pujiasih, S.T., perusahaan berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Tindak Lanjut Program Produk Ekspor di Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha di kawasan transmigrasi agar mampu mengembangkan produk yang berdaya saing dan siap menembus pasar ekspor.
Dalam sesi pemaparannya, Dwi Pujiasih membahas berbagai strategi promosi ekspor yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha. Menurutnya, promosi merupakan salah satu faktor penting dalam memperkenalkan produk kepada calon pembeli, baik di dalam maupun luar negeri.
Salah satu pernyataan yang menarik perhatian peserta adalah kutipan:
"Tidak eksis kalau tidak narsis."
Melalui pesan tersebut, Dwi menekankan pentingnya keberanian pelaku usaha untuk terus memperkenalkan produknya secara konsisten melalui berbagai media promosi. Aktivitas di media sosial bukan sekadar menampilkan produk, melainkan bagian dari upaya membangun citra merek (branding) dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung, terutama ketika membahas langkah-langkah praktis dalam mempersiapkan kegiatan promosi ekspor. Dwi menjelaskan bahwa pelaku usaha perlu menyiapkan berbagai perangkat pendukung, seperti profil perusahaan dan katalog produk yang profesional, sebagai sarana untuk memperkenalkan usaha kepada calon pembeli potensial.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai metode promosi yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar. Promosi secara online dapat dilakukan melalui marketplace dan website perusahaan, sementara promosi offline dapat diperkuat melalui partisipasi dalam pameran dagang dan pameran internasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku usaha di Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru semakin siap mengembangkan produk unggulan daerah dan memanfaatkan peluang pasar ekspor secara lebih optimal. CV. Aswindra Desa Nusantara berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas UMKM dan pelaku usaha daerah agar mampu bersaing di pasar global.
Jakarta – CV. Aswindra Desa Nusantara kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Gold Winner dalam ajang Bina Mitra UMKM Award 2025. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur CV. Aswindra Desa Nusantara, Ibu Dwi Pujiasih, S.T., pada malam penganugerahan yang diselenggarakan di Jakarta.
Bina Mitra UMKM Award merupakan bentuk apresiasi kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menunjukkan kinerja unggul serta berhasil berkembang melalui program pembinaan dan kemitraan. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen CV. Aswindra Desa Nusantara dalam mengembangkan usaha yang berdaya saing, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Keberhasilan meraih predikat Gold Winner tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh PT Astra International Tbk sebagai mitra pembina. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, berbagai upaya penguatan kapasitas usaha terus dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengembangan manajemen bisnis, hingga perluasan akses pasar.
Bagi CV. Aswindra Desa Nusantara, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas kontribusi dalam mendukung pengembangan UMKM Indonesia, khususnya dalam bidang pendampingan usaha dan pengembangan produk berorientasi pasar.
Direktur CV. Aswindra Desa Nusantara, Dwi Pujiasih, S.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan perusahaan hingga meraih penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja sama, komitmen, dan semangat untuk terus tumbuh bersama para mitra serta pelaku UMKM di berbagai daerah.
Ke depan, CV. Aswindra Desa Nusantara berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya UMKM yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui kolaborasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha secara berkelanjutan.
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan hasil pertanian yang melimpah, termasuk buah nanas yang menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Blitar dan sekitarnya. Di balik melimpahnya hasil panen tersebut, para petani sering menghadapi tantangan ketika memasuki musim panen raya. Produksi nanas yang meningkat secara signifikan kerap menyebabkan harga jual di tingkat petani menurun, terutama untuk buah berukuran kecil yang kurang diminati pasar segar.
Melihat kondisi tersebut, CV. Aswindra Desa Nusantara menghadirkan CARINASE (Cara Instan Menikmati Nanas Segar), sebuah inovasi produk hasil pemberdayaan masyarakat yang mengolah buah nanas menjadi minuman sari nanas dengan potongan buah asli di dalamnya. Berbeda dengan minuman sari nanas pada umumnya yang hanya menyajikan sari buah, CARINASE memberikan pengalaman baru dengan menghadirkan potongan buah nanas yang dapat dinikmati langsung dalam setiap kemasan.
CARINASE lahir bukan hanya sebagai produk minuman, tetapi juga sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi petani nanas saat panen raya. Buah nanas berukuran kecil yang sebelumnya memiliki nilai jual rendah kini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berkualitas untuk menghasilkan produk olahan bernilai tambah.
Melalui inovasi ini, hasil panen petani dapat terserap lebih optimal sehingga mampu membantu meningkatkan nilai ekonomi komoditas nanas sekaligus mengurangi potensi kerugian akibat turunnya harga di musim panen.
Kesibukan sehari-hari sering kali membuat banyak orang enggan mengonsumsi buah karena harus dikupas dan dipotong terlebih dahulu. CARINASE hadir sebagai solusi praktis bagi siapa saja yang ingin menikmati kesegaran buah nanas tanpa repot.
Dalam satu kemasan, konsumen dapat menikmati sari nanas yang segar sekaligus potongan buah nanas asli. Sensasi ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan minuman buah biasa karena menghadirkan rasa, tekstur, dan kesegaran buah secara bersamaan.
CARINASE sangat cocok dinikmati sebagai minuman penyegar saat cuaca panas, teman beraktivitas, bekal perjalanan, hingga sajian untuk keluarga maupun berbagai acara.
Selain memiliki rasa manis dan segar, buah nanas juga dikenal kaya akan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Nanas mengandung vitamin C, mangan, serat pangan, serta enzim alami bromelain yang memiliki beragam manfaat kesehatan.
Beberapa manfaat mengonsumsi nanas antara lain:
Membantu memenuhi kebutuhan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh.
Mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas.
Mendukung kesehatan sistem pencernaan berkat kandungan serat dan enzim bromelain.
Membantu proses pemecahan protein sehingga baik dikonsumsi setelah makan.
Memberikan sensasi segar sekaligus membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Dengan mengonsumsi CARINASE, Anda tidak hanya menikmati minuman yang menyegarkan, tetapi juga memperoleh manfaat alami dari buah nanas.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas dan keamanan produk, CARINASE telah memiliki Sertifikat Halal, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen dalam menikmati setiap kemasannya.
Untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen konsumen, CARINASE tersedia dalam beberapa pilihan kemasan, yaitu:
Cup siap minum.
Botol 250 ml.
Kardus isi 6 cup.
Kardus isi 24 cup.
Kardus isi 32 cup.
Beragam pilihan kemasan tersebut menjadikan CARINASE cocok untuk konsumsi pribadi, oleh-oleh khas Blitar, hampers, kebutuhan acara, hingga peluang usaha sebagai produk reseller.
Lebih dari sekadar minuman, setiap kemasan CARINASE merupakan hasil dari proses pemberdayaan masyarakat. Produk ini menjadi bukti bahwa inovasi mampu mengubah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah yang memberikan manfaat ekonomi bagi petani, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar.
Dengan memilih CARINASE, Anda turut mendukung pengembangan produk lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendorong pemanfaatan hasil pertanian Indonesia secara berkelanjutan.
Jika Anda mencari minuman yang segar, praktis, dan berbeda dari minuman buah pada umumnya, CARINASE adalah pilihan yang tepat. Nikmati kesegaran sari nanas berpadu dengan potongan buah asli dalam satu kemasan yang siap menemani berbagai aktivitas Anda.
CARINASE bukan sekadar minuman, tetapi sebuah inovasi yang menghadirkan cita rasa, manfaat, dan semangat pemberdayaan masyarakat dalam setiap tegukannya. Yuk, dukung produk lokal dan rasakan sendiri sensasi menikmati buah nanas dengan cara yang lebih praktis bersama CARINASE!
Blitar – Semangat belajar dan berwirausaha ditunjukkan oleh siswa SLB Negeri 2 Kota Blitar saat mengikuti kegiatan edukasi kewirausahaan yang mengangkat potensi lokal Kabupaten Blitar, yaitu pengolahan buah nanas. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) sebagai bagian dari pembelajaran yang menggabungkan keterampilan hidup (life skills) dengan pengenalan peluang usaha berbasis potensi daerah.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak mengenal lebih dekat buah nanas sebagai salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan di wilayah Blitar dan sekitarnya. Selain memiliki cita rasa khas, nanas juga memiliki potensi ekonomi yang besar apabila diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Salah satu materi yang diperkenalkan kepada peserta adalah proses pembuatan minuman sari nanas dengan potongan buah sebagai inovasi pengolahan hasil panen nanas. Produk ini merupakan salah satu contoh pengembangan olahan nanas hasil pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan nilai jual komoditas lokal sekaligus memperluas peluang usaha berbasis agroindustri.
Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai manfaat buah nanas dan proses pengolahannya, tetapi juga berkesempatan melihat secara langsung tahapan pembuatan produk. Mulai dari pemilihan buah yang berkualitas, proses pengolahan menjadi sari nanas, hingga penambahan potongan buah sebagai inovasi yang memberikan cita rasa dan tampilan yang lebih menarik.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan menyenangkan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif bertanya, serta terlibat dalam berbagai aktivitas yang telah disiapkan. Pendekatan praktik secara langsung membuat peserta lebih mudah memahami proses pengolahan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk mencoba hal-hal baru.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mengenal potensi unggulan daerah, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Edukasi kewirausahaan sejak dini juga menjadi bekal penting untuk menumbuhkan jiwa mandiri, keterampilan hidup, serta semangat berkarya sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing peserta.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran kewirausahaan dapat dilakukan secara inklusif dan menyenangkan. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti buah nanas, diharapkan semakin banyak generasi muda, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, yang terinspirasi untuk mengenal dunia usaha dan melihat peluang dari kekayaan sumber daya di lingkungan sekitar.
Blitar – Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen kopi, CV. Aswindra Desa Nusantara selaku fasilitator Desa Sejahtera Astra Blitar bekerja sama dengan BUMDESMA Galang Bareng Kecamatan Wlingi menyelenggarakan pelatihan bertajuk "Pemeliharaan Tanaman Kopi Pascapanen dan Teknik Perbanyakan Tanaman Kopi Secara Vegetatif". Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas petani kopi agar mampu menerapkan praktik budidaya yang lebih baik dan berkelanjutan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Camat Wlingi, Bapak Besta Alfinsia Rachmawan, S.H., M.M., serta dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan sektor kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan para petani kopi yang masih menghadapi tantangan dalam melakukan pemeliharaan tanaman setelah masa panen. Padahal, fase pascapanen merupakan tahapan penting untuk menjaga kesehatan tanaman dan mempersiapkan pertumbuhan cabang-cabang produktif yang akan menghasilkan buah pada musim panen berikutnya.
Sebagai narasumber, Bapak Bintar Probo Sunarto, S.P., M.P. dari Universitas Brawijaya menyampaikan materi mengenai teknik pemeliharaan tanaman kopi pascapanen, termasuk cara mengenali karakteristik cabang raja dan cabang cacing sebagai dasar pembentukan tajuk tanaman yang produktif. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu petani melakukan pemangkasan secara tepat sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.
Selain materi pemeliharaan tanaman, peserta juga memperoleh pembelajaran mengenai teknik perbanyakan vegetatif melalui metode grafting (sambung pucuk). Teknik ini dikenal sebagai salah satu metode yang efektif untuk memperbanyak tanaman kopi unggul karena mampu menghasilkan bibit dengan kualitas yang lebih baik, pertumbuhan yang seragam, serta produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan perbanyakan secara generatif.
Pelatihan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik lapangan. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik pemangkasan dan grafting di bawah pendampingan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam diskusi, banyaknya pertanyaan yang diajukan, serta semangat mereka saat mengikuti praktik di lapangan.
Melalui kegiatan ini, CV. Aswindra Desa Nusantara berharap para petani dapat menerapkan teknik budidaya yang lebih tepat sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman kopi sekaligus menghasilkan panen yang lebih berkualitas. Kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan lembaga pendamping diharapkan terus mendorong lahirnya petani kopi yang lebih kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan sektor perkebunan di masa depan.
Kediri – CV. Aswindra Desa Nusantara menyelenggarakan pelatihan pengolahan limbah daun nanas menjadi produk kerajinan anyaman sebagai upaya meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 22–24 September 2025, ini diikuti oleh masyarakat setempat dengan antusias dan mendapat dukungan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri.
Pelatihan dibuka dengan arahan dari perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri yang menyampaikan pentingnya inovasi dalam mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi yang disusun secara bertahap, mulai dari pengenalan bahan baku hingga proses akhir pembuatan produk. Pada hari pertama, peserta mempelajari teknik pengambilan limbah daun nanas dari lahan, cara pemotongan daun sebagai bahan dasar anyaman, serta teknik pewarnaan untuk menghasilkan tampilan produk yang lebih menarik. Memasuki hari kedua, pelatihan difokuskan pada teknik dasar menganyam daun nanas menjadi berbagai bentuk kerajinan.
Sementara itu, pada hari terakhir peserta mendapatkan materi lanjutan mengenai teknik menjahit hasil anyaman agar produk menjadi lebih kuat, rapi, dan siap dipasarkan. Selain keterampilan produksi, peserta juga dibekali materi dasar fotografi produk sebagai bekal dalam mempromosikan hasil kerajinan melalui media digital dan berbagai platform pemasaran online.
Melalui pelatihan ini, CV. Aswindra Desa Nusantara ingin memperkenalkan alternatif pemanfaatan limbah daun nanas yang lebih inovatif. Selama ini, daun nanas lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku serat alami atau pakan ternak. Padahal, dengan kreativitas dan sentuhan keterampilan, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai tambah dan potensi pasar yang menjanjikan.
Teknik anyaman daun nanas yang diperkenalkan dalam pelatihan juga dipilih karena relatif lebih mudah dipelajari dibandingkan proses ekstraksi serat daun nanas yang membutuhkan peralatan dan tahapan produksi lebih kompleks. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah mengembangkan usaha kerajinan berbasis potensi lokal menggunakan peralatan yang sederhana.
CV. Aswindra Desa Nusantara berharap pelatihan ini mampu mendorong lahirnya produk-produk kreatif berbahan limbah daun nanas sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Melalui peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan, limbah pertanian diharapkan tidak lagi dipandang sebagai sisa produksi, melainkan sebagai komoditas bernilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kediri, 30 Juni 2025 – Upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha terus dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan kelompok tani di Kabupaten Kediri. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memasarkan produk secara lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pelatihan ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memberikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kecamatan Ngancar, Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Bapak Damas, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan pemasaran di era digital.
"Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, terutama karena bertujuan meningkatkan daya saing pelaku industri kecil melalui pemasaran digital. Saat ini, pelaku usaha tidak lagi cukup mengandalkan penjualan secara konvensional dengan menunggu pembeli datang ke toko. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM. Pemanfaatan media sosial, marketplace, website, hingga platform digital lainnya menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk, membangun kepercayaan konsumen, serta meningkatkan peluang penjualan.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemasaran digital, tetapi juga didorong untuk mampu menerapkan strategi promosi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Dengan meningkatnya kapasitas pelaku usaha, diharapkan produk-produk unggulan Kabupaten Kediri semakin dikenal, memiliki daya saing yang lebih kuat, dan mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mempercepat transformasi UMKM menuju usaha yang lebih mandiri, adaptif, dan berdaya saing di era digital.