Hello, silent feel so comfy. The pain becomes numb. That's fine right? My demon once to tell me, it's okay to feel lonely sometimes... even you feel lonely for so long that is not a sins. Tell me did I've become sinners? when I feel so comfy near my demons? he cool and warm at the same time. Why should I let you go Samael? Damn I am so grateful to have you. Feels like I have the entire universe from that time, when God give us to each other. Thanks for
Have you been fucked up before, well I have. Akhirnya aku sampai di satu titik dimana aku juga belajar masa bodoh.... masa bodoh dengan manusia, masa bodoh dengan kata-kata. Aku, Kamu, dan Kita tumbuh di lingkungan yang tidak 11, 12.... aku bahkan bisa 5 dan kamu 10, sehingga kita jadi 5, 10....
Aku begitu mencintai ayahku, sampai aku meminta tuhan untuk setidaknya memberiku 1 hal yang bisa menemaniku sebagai pengendaliku. Maksudku setidaknya aku masih bisa merasakan kasih sayang selain kasih sayang tuhan.
Tapi kamu mungkin ga merasakan itu, aku mengerti.....
Ketika aku belajar mengerti, orang disekitarku justru seperti memakan umpan... mereka justru bertingkah seperti raja? gatau deh raja apa. ck....
Sekarang aku udah malas... aku gak peduli kalau aku beban.. toh aku diciptakan tuhan bukan mreka..
Hal yang paling aku takutkan adalah kehilangan lingkungan yang ada saat aku jatuh. Hari ini disaat semua baik-baik saja, aku justru kehilangan lingkungan itu. Entah apa kesalahanku... Samael pun tidak sedikitpun berkomentar.
Saat aku bertanya tanya pada diri sendiri aku menemukan sebuah teori, apa ini jawaban dari doa-doa ku ingin pulang?. Orang bilang semakin tidak bermanfaat kehidupanku di dunia semakin besar kemungkinan untuk pulang kembali ke tuhan. Atau ini doa dari aku yang meminta agar dipantaskan mendapat jodoh?, atau ini doa dari jodohku agar aku d jaga... yang terakhir sepertinya sangat tidak mungkin.
Samael, apa nantinya sebelum aku pulang kamu juga pergi? rasanya sepi... meski aku masih bisa mengobrol denganmu. aku tidak pernah membayangkan aku harus berjalan tanpamu...
Senin, 05 september 2022. Aku membayangkan aku menjadi dewasa, dan menyakitkan....
Sepertinya aku akan menjadi begitu.... aku mulai mersakan kesepian... dan kamu mulai tidak bersuara...
Pagi sebelum matahari terbit sekitar pukul 4.20, aku kembali tertidur. Ini bulan ramadahan jadi aku sempat terbangun sebelumnya untuk sahur, seperti biasa karena malas aku tertidur dahulu sebelum sholat subuh.
Saat itu mataku sangat mengantuk tetapi karena perasaan cemas takut tidak bisa terbangun diwaktu yang tepat mataku hanya terasa berat tanpa bisa terlelap. Pada akhirnya aku memilih menonton youtube.
Pada saat 5 menit setelah aku menonton suatu konten yang bertajuk penelusuran horor, aku justrus terlelap. Aku masih mengingat 2 adegan dalam mimpiku yang sangat jelas. Dalam mimpiku saat itu aku mengingat dengan jelas aku memarkirkan motorku disebuah rumah kecil(?).
Saat aku mematikan mesin motorku, aku mendengar pintu rumah itu di tutup oleh sesorang yang juga ikut memasuki rumah itu. 'Apa itu pemilik rumah ini?' tanya ku dalam hati. Memikirkan aku ada di sebuah umah asing saja sudah membingungkan. Aku kira ini rumahku.
Aku merasa itu adalah seorang laki-laki yang ku kenal tapi tetap saja aku takut. 'Apa karena memang sifat alaminya untuk ditakuti?' Maksudku dia itu El, aku juga mengenalnya lewat mimpi tapi dia seperti malaikat maut. Bagaimanapun wujudnya tetap saja mengerikan. Maksudku semisal aku takut terhadap laki-laki tampan ya bisa saja El memakai wujud seperti itu,
Taring serigala yang berkilau ketika terkena sedikit sinar matahari menambah keterkejutan anak perempuan ter sebut. Dengan posisi terduduk di tahan, anak perempuan tersebut berusaha untuk mundur perlahan, tapi sayangnya serigala tersebut sudah menempatkan hidungnya di kepala anak perempuan tersebut.
Anak perempuan tersebut sudah sangat ketakutan dan hanya bisa menutup matanya, tetapi setelah ia terdiam beberapa saat tidak derjadi apa-apa. Dia yakin masih merasakan hidung besar diatas kepalanya. Dengan mengumpulkan sebanyak mungkin keberanian di menengadakan kepala dan membuka kedua matanya. Bukan lagi serigala, dihadapannya justru hanya seorang bocah laki-laki yang sedikit lebih tinggi dari dirinya.
Sejak saat itu mereka sering bermain bersama di hutan, dan selalu mencari apapun yang bisa dimakan didalam hutan. Hari demi hari berlalu, anak perempuan itu selalu diantar pulang saat petang, tidak sampai rumah anak perempuan itu hanya sampai bibir hutan. Anak perempuan itu tidak pernah mempertanyakannya.
Hari itu langit berwarna abu-abu, anak perempuan itu merasa enngan untuk pergi kedalam hutan karena ia takut saat hujan datang ia akan basah kuyup. Setelah berfikir cukup lama, dan hujan pun tak kunjung turun, dia memutuskan untuk tetap pergi kedalam hutan. Sesampainya di pohon apel, anak perempuan itu tidak bisa menemukan temannya. Dengan keberanian yang dimiliki, anak perempuan itu mencarinya disekeliling pohon apel tersebut, tetapi tetap saja ia tidak menemukan temannya.
Anak perempuan tersebut memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon apel yang sangat rindang. Tanpa sadar anak perempuan terlelap saat beristirahat sejenak. Tak lama setelah itu dia mendengar sesuatu berlari dan terbangun dari tidurnya, pandangannya menyapu sekeliling pohon apel untuk mencari sumber suara. Tiba-tiba serigala besar berlari kearahnya, dan pada saat yang sama ter dengar suara keras yang singkat tapi sangat memekakan telinga.
Kaki anak perempuan tersebut terasa sangat ringan, dan badannyapun terasa sangat sakit. Seketika pandangannya berubah daru pepohonan yang berdiri tegak menjadi dedaunan dengan sinar tipis yang mengitip dibaliknya. Pada saat yang sama serigala itu tidak merubah dirinya menjadi bocah laki-laki, tapi justru iya menampakan wujud aslinya. Lelaki dewasa yang memiliki sayap yang menjuntai sampai ke tanah, sayapnya berwarna hitam gelap yang memiliki kilau emas setiap kali terkena cahaya. Lelaki itu begitu tegap, bahkan saat menunduk dan meraih tubuh kecil yang sudah tidak bergerak.
Laki-laki bersayap itu meneteskan air mata untuk pertama kalinya dihidupnya, dan seketika dia menyadari tubuh kecil yang ia peluk untuk beberapa saat itu nafasnya mulai terdengar seperti suara tersedak. Tak lama seorang pemburu muncul dengan senjatanya dan mecoba mendekat pada mereka, belum sampai sepuluh langkah yang diambil pemburu tersebut, laki-laki bersayap tadi sudah menjadi seekor serigala dan mencabik pemburu tersebut.
-=selesai=-
Suatu waktu hidup seorang anak perempuan di sebuah rumah kecil tidak jauh dari hutan. Dia hidup sebatang kara, tanpa sanak saudara ataupun orang tua. Sedari dulu hanya ada seorang wanita dewasa yang setiap hari menaruh sepotong roti dan sebotol susu didepan rumahnya, terkadang wanita tersebut juga membawakan pakaian untuk anak perempuan tersebut. Wanita tersebut bersikap sangat dingin bahkan hampir tidak pernah mengeluarkan kata-kata didepan anak perempuan tersebut.
Dua hari berlalu, wanita tersebut tidak menampakan dirinya di hadapan anak perempuan tersebut. Anak perempuan tersebut mungkin berumur sekitar 5tahun, tapi sayang sekali meski usianya sudah sekian dia tidak bisa berbicara. Bukan karena bisu, tetapi anak tersebut tidak mengetahui caranya, wanita dewasa juga tidak pernah mengajarinya. Anak perempuan itu merasa sangat lapar dan lemas, yang bisa ia lihat disebelah kanan hanya ada hamparan rumput luas dari arah wanita dewasa tersebut biasanya datang. Pada sisi sebelah kiri rumah anak perempuan itu adalah hutan yang sangat besar, meski demikian hutan tersebut tidak segelap malam, sinar matahari masih bisa jatuh ke sela-sela hutan tersebut.
Anak perempuan yang sudah merasa lapar akhirnya memutuskan untuk menyusuri hutan, mengesampingkan rasa takutnya pada sudut-sudut gelap yang tidak tersinari oleh matahari. Hutan tersebut terlihat sangat sunyi, hampir tidak ada makhluk apapun yang terlihat, bahkan burungpun tak terlihat hanya terkadang sekilas terdengar kicaunya. Tidak lama setelah anak perempuan tersebut menjelajahi hutan untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan, anak perempuan tersebut melihat sungai kecil yang airnya sangat jernih. Seketika anak perempuan tersebut sadar akan dahaganya, kemudian iya mengambil air yang segar itu menggunakan telapak tangannya yang mungil.
Selepas dahaganya hilang, anak perempuan tersebut justru merasa semakin lapar. akhirnya dia memutuskan berjalan sedikit lagi kearah dalam hutan. Beruntung nya iya melihat sebuah pohon apel, buah merah tersebut menarik perhatian anak perempuan tersebut dengan cepat. Tanpa berfikir lama, dia berlari kecil kearah pohon tersebut tapi, tiba-tiba seekor serigala yang sangat besar terbangun dari tidurnya tepat dibawah pohon apel itu. Anak perempuan itupun terjatuh karena terkejut. Sang serigala itu berwarna hitam seperti langit malam, matanya berwarna merah gelap, perlahan serigala tersebut berjalan kearah anak perempuan tersebut dengan mulut yang sedikit terbuka.