Capaian Pembelajaran :
Pemahaman Konsep
Pada akhir Fase E, murid memiliki kemampuan menelaah hakikat ilmu ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya; membedakan produk keuangan bank dan nonbank sebagai dasar dalam menggunakan produk dan layanan, risiko keuangan dan menyusun laporan keuangan pribadi.
Ketrampilan Proses
Mengamati fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dan potensinya; membuat pertanyaan secara mandiri untuk menggali informasi tentang fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu secara sistematis; mengumpulkan informasi dari sumber primer dan/atau sekunder, melakukan observasi, dan mendokumentasikannya; menarik simpulan berdasarkan dari informasi yang diperoleh dari sumber primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan hasil dokumentasi; mengomunikasikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber primer dan/atau sekunder, data hasil observasi, dan hasil dokumentasi dalam bentuk media digital dan/atau non digital; dan merefleksikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber primer dan/atau sekunder, hasil observasi, dan hasil dokumentasi serta menyusun rencana tindak lanjut.
Semester 1
Kelangkaan/scarcity adalah sebagai suatu kondisi ketika kebutuhan manusia yang sangat tidak terbatas sementara sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia terbatas jumlahnya. Konsep kelangkaan merupakan dasar sentral dari ilmu ekonomi. Konsep ini membentuk landasan utama dalam pengambilan keputusan ekonomi, pembentukan harga, alokasi sumber daya, hingga konsep penawaran dan permintaan.
Sistem Ekonomi adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengatur dan mengalokasikan sumber daya, jasa dan barang yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.[1] Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut dipegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Kegiatan ekonomi adalah segala aktivitas yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Kegiatan ekonomi sangat penting karena dapat memenuhi kebutuhan manusia dengan cara menyediakan barang dan jasa. Selain itu, kegiatan ekonomi juga dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan mendorong pembangunan ekonomi negara.
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual, maka keduanya akan melakukan proses tawar-menawar hingga terjadi kesepakatan pada harga tertentu.
Semester 2
Bank sentral adalah lembaga negara independen yang bertugas mengelola kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, mengendalikan inflasi, serta mengatur sistem pembayaran suatu negara, contohnya Bank Indonesia (BI) di Indonesia, Federal Reserve di AS, dan ECB di Eropa. Fungsinya sebagai "penjaga gawang" ekonomi nasional dengan mengontrol suplai uang dan suku bunga untuk memastikan nilai mata uang stabil dan perekonomian berjalan lancar.
Sistem pembayaran adalah seperangkat aturan, lembaga (seperti bank), dan mekanisme teknis untuk memindahkan dana antar pihak demi memenuhi kewajiban ekonomi, mencakup metode tunai (uang fisik) dan non-tunai (kartu, transfer, uang elektronik, QRIS) yang bertujuan membuat transaksi efisien, aman, dan stabil, serta diatur oleh otoritas seperti Bank Indonesia.
Alat pembayaran adalah segala sarana atau instrumen yang digunakan untuk menyelesaikan transaksi keuangan, yang dibagi menjadi dua jenis utama: tunai (uang kertas dan logam) dan non-tunai (kartu debit/kredit, e-money, e-wallet, QRIS). Tujuannya adalah untuk memfasilitasi pertukaran nilai barang dan jasa secara efisien, aman, dan praktis, menggantikan sistem barter kuno.
Industri Jasa Keuangan (IJK) adalah sektor yang mencakup semua perusahaan dan lembaga penyedia layanan finansial (perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, fintech, dll.) untuk masyarakat dan antar-lembaga, berfungsi sebagai perantara keuangan, penghimpun dana, pengelola risiko, dan pendorong pertumbuhan ekonomi yang diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia demi stabilitas dan perlindungan konsumen.