Rasulullah SAW menungkapkan rahasia keberkahan rezeki.
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (QS Huud: 6)
Bagi manusia, bekerja menjadi salah satu cara untuk mendapatkan rezeki berupa penghasilan. Rezeki manusia dalam jaminan Allah SWT.
Sebaik-baik rezeki adalah yang mengandung nilai keberkahan. Maka, jangan hanya mengejar banyaknya rezeki, tetapi kejar berkahnya rezeki.
Bukan banyaknya rezeki yang membuat cukup. Kecukupan berkait soal keberkahan. Ketika rezeki berkah, banyak atau sedikit menjadi lapang. Tetapi, ketika berkah hilang, banyak atau sedikit bisa berujung pada kesempitan hidup. Rasulullah SAW bersabda:
اللَّهُمَ قَنِّعْنِي بِمَا رَزَقْتَنِي، وَبَارِكْ لي فِيهِ،
"Ya Allah, jadikanlah aku merasa cukup dengan apa yang Engkau rezekikan, berikanlah berkah di dalamnya." (HR Al-Hakim).
Ada dua tipe manusia yang memiliki sudut pandang berbeda tentang rezeki. Pertama, ada manusia yang berpandangan bahwa rezeki mereka murni sebagai hasil kerja keras dan usaha mereka sendiri. Penghasilan yang mereka terima adalah buah dari kompetensi mereka. Semakin kompeten, semakin besar penghasilannya.
Manusia yang menihilkan Allah SWT sebagai pemberi rezeki membuat hatinya mudah khawatir kehilangan rezeki. Hatinya tak pernah tenang karena tak terpaut dengan Allah SWT. Niat bekerja bukan karena Allah SWT. Saat bekerja, semua cara dihalalkan demi mengejar banyaknya rezeki.
Kedua, ada manusia yang berpandangan bahwa rezeki itu adalah titipan Allah SWT. Niat bekerja karena Allah SWT. Mereka bekerja dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Hati mereka tenang karena selalu menyertakan Allah SWT dalam setiap niat dan ikhtiar pekerjaan mereka. Seperti halnya yang disampaikan Imam Hasan Al Bashri, "Aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang, karena itu hatiku selalu tenang. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang, karena itu aku sibuk beramal." Bekerja dalam kerangka beramal saleh untuk meraih keberkahan adalah sebaikbaiknya sikap hidup para pencari rezeki.
Para pencari rezeki yang menyadari bahwa rezekinya titipan Allah SWT akan menjadikan dirinya sebagai perantara bagi kemaslahatan bagi orang lain. Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, rezeki yang sudah diperolehnya akan dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan. Tak pernah ada kekhawatiran rezekinya akan berkurang atau bahkan hilang.
Para pencari rezeki yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, bertakwa kepada-Nya, dan berusaha menjadi hamba yang taat, maka Allah SWT akan selalu memberinya jalan keluar dari setiap persoalan hidup dan memberinya rezeki dari jalan tak terduga. Firman Allah SWT,
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ...
"...Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukup kan (keperluannya)." (QS at Thalaq: 2-3).
Sumber :
https://www.republika.co.id/berita/qe6j5e320/rahasia-keberkahan-rezeki-menurut-rasulullah-saw
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang
وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗٓ اِلٰى عَذَابِ النَّارِ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
126. (Ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan (hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan) kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir.” Dia (Allah) berfirman, “Siapa yang kufur akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
Bulan ini merupakan bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia, dimana ada sebuah momentum dimana bangsa Indonesia merayakan kemerdekaannya, 17 Agustus 1945.
dimana dimasa itu seluruh Rakyat Indonesia telah berhasil berjuang untuk kemerdekaan ini, dengan satu tujuan yang sama agar negeri Indonesia terbebas dari penjajahan dan bisa hidup damai, aman dan juga seluruh Rakyat Indonesia sejahtera.
sobat zakat yang di Rahmati Allah SWT mari kita mensyukurinya dan juga berkontribusi agar Indonesia yang kita cintai ini tetap Aman, damai dan sejahtera.
salah satu hal yang bisa kita lakukan dalam menjaga Indonesia ini bisa lebih Aman, Damai dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia, yakni dengan Berdoa kepada Allah SWT.
dengan meneladani Nabi Ibrahim A.S yang tercantum dalam Al Quran surat 2 Al Baqoroh ketika nabi Ibrahim berdoa kepada Allah dengan memohon agar menjadikan negeri mekah menjadi negeri yang aman dan memohon rejeki berupa buah buahan, hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan kepada penduduknya, yaitu bagi orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir.
maka Allah pun mengabulakannya negeri mekah yang awalnya tandus dan gersang, yang merupakan padang pasir yang sulit sekali tumbuh berbagai buah buahan, dan tanaman. namun dengan izin Allah, negeri mekah bisa kita saksikan bersama, untuk makanan berupa buah buahan, hewan ternak, sumber Air seperti air zam zam hingga kini bisa di nikmati oleh seluruh jamaah haji khususnya, tidak pernah berkurang sedikitpun, begitupun dengan buah buahan walaupun tidak tumbuh di negeri mekah tetapi sepanjang tahun selalu ada.
Sudah seharusnya kita berdoa memohon kepada Allah sebagai Anak bangsa dengan berdoa seperti doa nabiyullah Ibrahim A.S. dengan memohon semoga Negeri Indonesia ini menjadi negeri yang Aman, Damai dan memohon agar diberi karunia rezeki berupa buah buahan, hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan oleh seluruh Rakyat Indonesia. dan juga kita tak lupa memohon agar para pahlawan, pejuang kemerdekaan di karuniakan Rahmat Allah SWT.
Doa dan kontribusi nyata kita, merupakan bukti kita mensyukuri atas karunia Kemerdekaan yang telah di anugerahkan Allah kepada Bagsa Indonesia.
apakah saat ini Indonesia sudah terbebas dari penjajahan?
dan apakah Indonesia ini sudah Aman, Damai dan Rakyatnya Sejahtera?
Saat ini Ekonomi Indonesia belumlah stabil, masih banyak Rakyat Indonesia yang masih hidup dalam kesulitan.
Saatnya kita menjaga, dan melanjutkan serta meneruskan perjuangan para pahlawan, pejuang kemerdekaan yang telah tiada, dengan kontribusi nyata.
menjaga lingkungan yang Aman dan memperhatikan lingkungan sekitar, dengan membantu saudara kita yang saat ini hidupnya masih dalam kesulitan, kekurangan dari segi pendidikan dan Ekonomi. dengan berkontribusi menyantuni Fakir, Miskin dan juga anak Yatim. adalah bukti nyata kita dalam menjaga agar Indonesia tetap Aman, damai dan Sejahtera.
Dapat dibayangkan apa jadinya jika hal ini tidak kita lakukan, akan terjadi kejahatan dimana-mana demi bisa makan dalam mempertahan hidup.
Maka Indonesia yang Aman, Damai dan Sejahtera, sulit terwujudkan.
Kang Suratman
ZISWAF Konsultan Rumah Zakat
Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa menjaga anak yatim di antara umat Islam sampai menjaga makannya, dan minumnya, maka Allah pasti bakal memasukan orang itu ke dalam surga. Kecuali orang itu berbuat dosa yang tidak bakal diampuni. (HR Tirmidzi)
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain. Sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesusahan orang lain, atau melunasi utang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjidku ini selama satu bulan.” (HR. Thabrani).