Sejarah Berdirinya Akademi Teknik Kupang (ATK)
Pada tahun 1970 an kondisi provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luas daerah 47.350 km2 yang terdiri dari 3 pulau besar dan beberapa pulau kecil, sangat minim tenaga Teknik untuk melakukan pembangunan insfrastruktur pada saat itu.
Untuk mengatasi masalah tersebut Gubernur Nusa Tenggara Timur pada saat itu menggagas untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi teknik yang berlokasi di Kupang agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lokal dengan biaya yang murah.
Maka pada tanggal 10 Juni 1972 Pemda Nusa Tenggara Timur mendirikan Yayasan yang dapat mengelola lembaga pendidikan dimaksud dengan keseluruhan biaya dan Fasilitas (gedung) ditanggung oleh Pemda Nusa Tenggara Timur.
Lembaga pendidikan tersebut diberi nama Akademi Teknik Kupang (ATK) dengan tingkat Pendidikan Diploma (D3) agar tidak terlalu mahal dan lulusannya dapat segera bekerja.
Sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang baru, maka sejak tahun 1986 sampai dengan saat ini, bantuan dan fasilitas dari pemda Nusa Tenggara Timur di hentikan dan selanjutnya biaya pengelolaan ATK di tanggung sendiri oleh Yayasan ATK (Yayasan publik).
PROFIL SINGKAT AKADEMI TEKNIK KUPANG (ATK) DALAM RANGKA PERUBAHAN BENTUK MENJADI POLITEKNIK PU KUPANG
Akademi Teknik Kupang didirikan pada tanggal 10 Juni 1972 oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Akademi Teknik Kupang milik Pemerintah Provinsi NTT untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik pada saat itu. Sejak berdirinya pembiayaan operasional ATK di biayai oleh Pemda NTT dengan maksud mengakomodir anak-anak NTT agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan biaya murah sesuai dengan kondisi ekonomi sebagian besar masyarakat NTT. Selanjutnya dari tahun 1986 sampai saat ini pembiayaan ATK bersumber dari usaha mandiri (Yayasan ATK) dan bantuan tidak mengikat dari berbagai pihak, termasuk subsidi silang antar mahasiswa, para Pimpinan ATK dalam upaya mempertahankan idealisme Pendiri ATK yakni mencetak sumber daya manusia teknik yang tangguh sesuai karakteristik daerah melalui pendidikan berbiaya murah
Latar Belakang
Akademi Teknik Kupang didirikan pada tanggal 10 Juni 1972 oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Akademi Teknik Kupang milik Pemerintah Provinsi NTT untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik pada saat itu.
Rencana perubahan bentuk Akademi Teknik Kupang Menjadi Politeknik dengan berdasarkan model Kurikulum dan Pola Manajemen Politeknik PU Semarang. (Kerjasama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Kementerian PU-PR).
Alasan :
Kementerian PU-PR telah mendirikan Politeknik PU bidang Vokasi Teknik Sipil di Semarang yang merupakan satu-satunya di Indonesia.
Kurikulum Politeknik PU Semarang adalah merupakan kurikulum vokasi khusus yang dapat mempercepat tujuan pembelajaran bagi mahasiswa yang berkompeten dibidangnya dan siap kerja.
Selama ini Akademi Teknik Kupang telah melaksanakan pendidikan tinggi vokasi dibidang Teknik Sipil dengan menggunakan kurikulum yag masih konvensional dan outputnya dirasakan kurang optimal.
Adanya keterbatasan tenaga ahli dan sarana prasarana yang tersedia di Akademi Teknik Kupang untuk kegiatan praktikum, dan praktik kerja mahasiswa
Akademi Teknik Kupang adalah Penguruan Tinggi milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dalam pengelolaannya sampai dengan saat ini selalu ditunjuk pejabat/ mantan pejabat PU (IPPU) yang ada di Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Perguruan Tinggi vokasi semacam Politeknik PU perlu dibangun di wilayah Indonesia bagian timur untuk membantu/ mempermudah akses bagi masyarakat setempat yang berminat dan guna memenuhi kebutuhan yang makin meningkat saat ini.
Surat LLDIKTI Wil. XV Nomor : 359/LL15/KP/2021 Tanggal, 22 Maret 2021, Perihal pemberitahuan Peningkatan Program Diploma Tiga menjadi Sarjana Terapan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan kepada Akademi Teknik Kupang berupa Asrama / Rumah Susun mahasiswa kepada Akademi Teknik Kupang.
Fasilitas Rumah susun ini disediakan untuk putra - putri Nusa Tenggara Timur yang ingin melanjutkan studinya di Akademi Teknik Kupang.
Kami dari CIvitas Akademika Yayasan Pendidikan TInggi AKademi Teknik Kupang dan Jajaran pengelola di Akademi Teknik Kupang berterima kasih atas bantuan yang diberikan Oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kiranya fasilitas ini dapat berguna bagi khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan kepada Akademi Teknik Kupang berupa Gedung Kampus dan Ruang Kuliah Mahasiswa kepada Akademi Teknik Kupang.
Fasilitas Gedung Kampus dan Ruang Kuliah Mahasiswa ini disediakan untuk putra - putri Nusa Tenggara Timur yang ingin melanjutkan studinya di Akademi Teknik Kupang.
Kami dari CIvitas Akademika Yayasan Pendidikan TInggi Akademi Teknik Kupang dan Jajaran pengelola di Akademi Teknik Kupang berterima kasih atas bantuan yang diberikan Oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kiranya fasilitas ini dapat berguna bagi khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Kami dari Akademi Teknik Kupang Berupaya membantu SD Negeri 2 Lelogama agar mendapatkan Akses Air Bersih yang bersumber dari mata air di bawah sungai.
Kegiatan ini dimaksudkan agar membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Pengabdian kepada masyarakat dapat memiliki banyak tujuan, antara lain:
Meningkatkan kepedulian sosial Dalam kegiatan ini, mahasiswa akan berinteraksi dan ikut membangun lingkungan masyarakat desa. Dengan melihat kehidupan masyarakat, mahasiswa akan bersikap lebih kritis serta meningkatkan simpati dan empati terhadap orang lain.Berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat mendorong mahasiswa berinteraksi langsung dengan warga setempat. Dalam hal ini dibutuhkan keaktifan dan sikap komunikatif, agar mahasiswa mampu memahami latar belakang warga dan kesehariannya.
Apabila kegiatan dilangsungkan di luar kota, sedikit banyak mahasiswa akan belajar berbicara bahasa daerah, meskipun bisa menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Dengan menggunakan bahasa daerah, mahasiswa bisa lebih mengakrabkan diri dan komunikatif dalam berinteraksi dengan warga setempat.
Saat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa akan berhubungan dengan orang banyak selain tim dan warga setempat. Yakni berhubungan langsung dengan tokoh masyarakat atau pemerintah setempat. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas relasi, sekaligus menjadi awal untuk menjaga hubungan ke depannya. Siapa tahu, ke depannya bisa menjalin kerja sama atau membantu kesejahteraan warga setempat.
Mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat berarti beradaptasi dengan aktivitas warga setempat. Di saat bersamaan, mahasiswa juga mempelajari karakteristik, adat istiadat, dan kebiasaannya.
Hal ini akan memperkaya pengalaman dan wawasan mahasiswa dengan melihat kehidupan orang lain yang cukup berbeda. Bahkan, mahasiswa dapat belajar lebih peka dengan lingkungan sekitar, menghargai pendapat orang lain, dan bernegosiasi dengan orang yang terpaut rentang usia.