Anak terahir dari delapan bersaudara, yang di dalam bayangannya ia hanya seorang yang lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Lahir pada 24 November 1998 di Banyuwangi dengan menempuh bangku pendidikan terakhir sebagai Mahasiswa Sekolah tinggi Islam Blabangan Banyuwangi, yang kini menekuni dunia penulisan, dengan harapan untuk bisa jauh lebih berkembang.
Seorang Ainun Najib, sejak kecil sudah senang dengan menulis atau membuat karya, karena pada saat Najib kecil ia tak memiliki banyak uang sehingga ia sering membuat mainan sendiri, dan Najib kecil lebih suka menyendiri dan jarang sekali bergaul dengan teman-teman sebayanya.
Lahir di Banyuwangi 24 Maret 1999, Memilki hobi dalam bidang seni videograpi Fotographi dan Desaint Grafis, kini sebagai admin di Daras Filsafat Muncar, sebagai pemegang akun sosmet seperti Instagram, Facebook, Twiteer, Tik tok dan Blog, yang masih aktif di Organisasi dan sebagai admin sosmet. Selain itu juga aktif sebagai relawan di Rumah Baca Ikan Muncar, untuk menaungi sumber litrasi di kalangan anak-anak
Ainun Najib
Banyuwangi 24 Maret 1999. Dilahirkan di tempat yang terpencil desa Grajagan, dengan latar belakang keluarga yang sederhana dengan 8 saudaranya. Di desa kecil tersebut sangatlah kurang minat anak dalam dunia pendidikan bahkan A. Najib ia saudara yang beruntung karena bisa mengenyam bangku sekolah hingga kuliah, sedangkan saudaranya hanya lulusan Sekolah Dasar dan satu kakaknya hanya sampai Sekolah Menengah Pertama, bukan dengan cara mudah A. Najib bisa sampai ke titik ini namun juga ada berbagai ujian berat yang ia alami.
Di masa Sekolah Dasar ia adalah anak yang kurang bergaul dengan temannya bahkan bisa dihitung jari orang yang mau berteman dengan ia. A. Najib memiliki badan yang tinggi namun selalu dibulimental maupun fisik, bahkan rambutnya pernah menjadi wadah untuk menuangkan Bumbu dari Mie instan.
Di kelas 5 Sekolah Dasar A. Najib harus mencari uang sendiri dengan membantu ibunya bekerja di ladang orang untuk menyambung hidup. Karena pada saat itu Ayahnya sudah meninggal. Dengan saudaranya yang sudah memiliki keluarga masihng-masihng A. Najib yang selalu membantu ibunya, apapun yang menghasilkan uang halal ia jalani. Dengan mencari keong sawah dari desa-ke desa, mencari umpan memancing, mencari rumput, bekerja di ladang orang lain, menarik getek untung menyebrangkan orang, mencari kerang di laut, ia jalani semua demi menyambung hidup.
Hingga akhirnya ia bisa melanjutkan sekolahnya Di SMA Negeri 1 Muncar. Di sana A. Najib mengembangkan hobinya Di
Dunia Seni Teater. Ketika Menjelang Ujian Nasional ibunya sakit hingga A. Najib harus Merawat ibunya di rumah dan Pulang pergi Muncar Ke Grajagan. Hingga Ujian Nasional Tiba ujian hidup sesungguhnya Menimpanya, ibu yang ia cintai meninggal hingga A. Najib tidak fokus dalam mengerjakan Ujian Nasional.
Sepeninggal Ibunya A. Najib sudah tidak memiliki semangat kembali hingga ia sakit parah yakni TBC yang harus mengkonsumsi obat setiap hari hingga 6 bulan. Setelah 6 bulan berlalu A. Najib sembuh total setelah itu kebahagiaan A. Najib bertambah ketika ia mendapatkan Beasiswa full selama kuliah di SEKOLAH TINGGI ISLAM BLAMBANGAN. Dan saat ini A. Najib
Menjabat sebagai Kemenlu Di BEM kampusnya Dan Waka 3 Di Organisasi PMII tingkat KOMISARIAT. Dan mungkin karena kinerja waka 2 yang lali hingga saya yang harus menggantikannya
Cerita ini masih panjang entah ada cerita apa lagi dengan A. Najib.
Apa yang kalian rasakan saat ini?. Gelisah, bingung, kecewa, sedih, marah, tertekan, apa yang kalian takuti? apa yang membuat kalian gundah. hidup ini banyak teka-teki, apa yang kita rencanakan seringkali gagal, tak sesuai ekspektasi. Kita diharapkan jangan lah berpaku pada hasil, karena hasil dapat membuat mu kecewa, namun lebih fokuslah pada proses, yah walau hal itu kadang membuat kita jenuh dan akhirnya kita memilih untuk berhenti dan tak mau mengejar sebuah kegagalan. Tanggung jawab kita sebenarnya besar, hanya saja kita sering lari, hingga tak merasakan tanggungjawab, namun jika kita bertahan maka kita akan merasakan beban yang berat. Bahkan seakan kita tak dapat memikulnya.
Rasa kecewa ada karena harapan, sebuah harapan yang melukai kita. Keinginan untuk suatu hal yang akhirnya tak dapat kita gapai sehingga membuat kita merasa sakit hati, kecewa marah, sesuatu yang tak kita harapkan malah lebih dominan hadir dan setia menemani kita. Apa yang kurang dari usaha kita, segala apapun sudah dipertaruhkan, namun tak kunjung menemukan tujuan. Jika kita tau tujuan, harapan, hasil, itu tak akan selalu ada, dan meskipun ada pasti tidak akan maksimal, itu pun kita akan mempertaruhkan banyak hal dalam hidup kita.
Ketika kita mencintai seseorang kita berusaha agar orang yang kita cinta dapat kita miliki, namun ketika kita benar-benar memiliki rasa ekspektasi yang besar itu tak akan seratus persen terjadi. Kita ingin bahagia, bayangan kita untuk masa depan sangatlah indah, namun hal itu tidak kita dapatkan, belum ketika ada masalah ketika menjalin hubungan, hal paling tidak diharapkan ketika putus. Penyesalan, kekecewaan, sakit hati, marah, hancur, dan banyak hal negatif yang kita dapat.
Ya seperti itu lah hidup, tak semua hal indah dapat diharapkan semua hal yang ada dimuka bumi ini tak kekal, semua ada masanya, dan kita perlu menyadari bahwa hal indah akan kita dapatkan ketika kita selalu puas terhadap sesuatu, bersyukur dengan kondisi seperti apapun, dan menikmati hidup yang sederhana, dan membantu orang lain untuk bahagia, dan merasakan sebuah ujian menjadi tanggung jawab yang menyenangkan.
Devika Nur Bayti dan Ainun Najib
Apa yang perlu diriwayatkan dari kesunyian?
Bukankah kesunyian jauh lebih indah
Menghitung kenalaran
Merangkai sepi
Yang mulai lengas
Menata hati
Pendar cahaya menghunus
Serapi tepi sisi cakrawala
Melukis mega, mengukir segala rasa
Sampai pedih tak merasa someng
Apa yang perlu diriwayatkan dari sunyi?
Meratap tanpa upaya
Merangkak pada dinding realita
Berlari mengejar pelita
Duduk di tanduk hiruk
Menikmati asa penuh luka
Polgowok/Tembokrejo 28 Juni 2022
Problematika
Hai sahabat-sahabati entah siapapun yang ingin membaca tulisan ini, saya selama berbulan-bulan mengamati tingkah laku setiap manusia yang saya temui, terutama dalam organisasi. Tulisan ini saya kemas dengan bahasa yang sangat mudah dicerna, hingga tidak perlu banyak air untuk menelan tulisan ini. Untuk mengamati tingkah laku setiap manusia tidak cukup jika dihitung dengan bulan, maka dari itu tulisan kali ini belum dapat menemukan bagaimana cara untuk bisa memecahkan masalah secara sempurna. Dan itu pun seperti mustahil, karena permasalahan akan berakhir di dunia ketika dunia ini hancur.
Kita pasti tidak akan luput dengan problematika kehidupan terutama di organisasi yang dimana banyak manusia berada di dalamnya, dan sifat ambisius setiap individu pasti berbeda, ingin dilihat, ingin diperhatikan, ingin dihormati, terutama pada jabatan, dan yang biasa tidak menginginkan itu juga ada. Namun saya yakin bahwa semua manusia ingin menjadi yang terbaik, ingin menggapai ilmu yang ingin dicari. Jadi permasalahan seperti ini merupakan hal yang wajar dan pasti akan terjadi. Terkadang masalah sepele akan sulit ditangani hanya karena tidak adanya toleran, semua ingin menjatuhkan sehingga akan membesar-besarkan masalah yang ada.
Kita jarang menyadari bahwa pada diri manusia terdapat akal namun jarang digunakan, banyak yang lebih mengutamakan nafsu hanya sebagai patokan, jarang dalam menghadapi sebuah masalah menggunakan akal, agar setiap masalah tidak dibesar-besarkan. Karena adanya sifat cemburu, rasa benci kita akan menghalalkan segala macam cara untuk menunjukan kita lebih kuasa. Hal ini tidak akan bisa diselesaikan, dia yang lebih lemah akan selalu tertindas.
Banyak di antara kita menginginkan perdamaian di dalam organisasi hidup damai tentram sejahtera, namun hal ini sangatlah tidak mungkin, bisa kita tenang, seolah tidak ada masalah, namun jika kita selami lebih dalam terkait permasalahan yang ada sebenarnya kita dituntut untuk jauh lebih dewasa. Ki Ageng Suryomentaram mengatakan, kebahagiaan itu mulur mungkret ada yang bertahan lama ada yang datang sejenak, dan yang pasti adalah sebuah penderitaan atau bisa kita katakan sebagai penderitaan. Dan Mark Manson dalam bukunya Sebuah Seni Untuk bersikap Bodo Amat, setiap masalah dalam menyelesaikannya dengan cara dihadapi, karena tanggung jawab seorang manusia adalah menangani setiap masalah yang ada, intelektual dan kedewasaan seseorang akan dapat dilihat dari pola pikir, ucapan dan tindakan. Bagaimana dia dapat menyelesaikan masalah, menangani masalah yang ada, tanpa menimbulkan dampak yang berlebih.
Di dalam buku saya yang berjudul Titik sunyi, saya berpendapat, masalah ada karena bentuk dari sesuatu yang kita perbuat, baik buruk itu akan terjadi, karena setiap pemecahan masalah yang sudah kita hadapi akan diganti dengan masalah baru, bisa lebih sulit atau yang lebih ringan dari masalah sebelumnya. Dan cara satu-satunya ya dihadapi, karena dengan menghadapi masalah yang ada, kita akan terbiasa dengan masalah itu, sehingga tidak akan terlalu berdampak dalam kehidupan kita. Karena kesempurnaan itu tidak ada, dan ketidak sempurnaan itu niscaya pasti akan terjadi, dengan kita lahir ini adalah sebuah masalah, namun dengan ketidak sempurnaan manusia ini sebenarnya kesempurnaan itu sendiri.
Dalam Filosofi stoikisme kita diajarkan untuk hidup dengan sewajarnya, tidak selalu memikirkan hal-hal yang dapat memenatkan otak kita, kita diajarkan untuk hidup santuy, dalam filsafat stoik setiap permasalahan pasti akan bisa dihadapi, jika sulit ya sudah tinggalkan, sesimpel itu. Karena setiap masalah, setiap ujian yang kita hadapi sebenarnya jalan keluarnya berada pada diri kita, kita mau cepat atau santai, atau tetap dirundung masalah, dan jalan keluarnya ya dihadapi. Setiap apapun yang kita lakukan baik buruk itu imbasnya pada diri kita. Kita saat dijalan melihat orang yang kesulitan namun kita tidak mau membantunya, nah ketika kita mendapat masalah lalu tidak ada yang membantu ya sudah itu hasil dari perbuatan kita sendiri, bisa disebut dengan imbas.
Setiap orang yang mempersulit orang lain bahwa sejatinya dia menyulitkan dirinya sendiri, dan isi dari pola pikir kita dapat mempengaruhi seberapa keberhasilan yang akan kita peroleh, ya kita tau masalah akan mudah diselesaikan hanya dengan akal yang dingin bukan dengan nafsu yang panas, kalau terlalu panas ya mending buat masak enggak perlu pake gas. Hidup ini sebenarnya ya seperti ini, lapar ya makan, ada tugas ya diselesaikan, kesulitan minta bantuan, capek ya istirahat, pusing ya minum obat, sakit ya minum obat, ngantuk ya tidur, ada masalah ya dihadapi, jika sulit usaha lagi, mentok ya berhenti, haus ya minum, tidak punya uang ya kerja, apa lagi ? Siapa tahu ada yang mau menambahkan. Bisa ketik komentar kalian di bawah terimakasih.
Kunjungi juga Blog Bang Najib klik disini