Agus Supriyanto adalah pemuda dari Desa Tonjong dari kalangan bawah. Ayahnya hanya seorang kuli batu dan ibunya pedagang di pasar tradisional dengan memproduksi jajanan tradisional seperti dodol. wajik, dan ketan. Semenjak kecil ditempa untuk kerja keras membantu orang tuanya untuk biaya sekolah. Bangun pagi membantu orang tuanya membungkus bubur kacang hijau, kemudian berangkat sekolah, pulang sekolah membantu orang tua lagi hingga sore hari. Sehingga, ketika sekolah di SMP N 1 Bumiayu, terkadang datang terlambat.
Bakat dan minat dalam organisasi dan kepemimpinan muncul ketika mengikuti berbagai ekstra kurikuler di SMP dan SMA N 1 Bumiayu. Agus supriyanto aktif dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang mengasah mentalnya dan pergaulannya yang luas.
Dalam kondisi keterbatasan, Agus Supriyanto memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Purwokerto. Kuliah di jurusan perikanan - Universitas Jenderal Soedirman, Agus lebih membagikan banyak waktunya untuk mengikuti berbagai organisasi. Sebagai aktifis di kampusnya, Agus mencapai titik puncak dibeberapa organisasi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Pertanian Sedunia, Himpunan Mahasiswa Islam dan Himpunan Mahasiswa Program Studi. Agus juga mendirikan beberapa organisasi yang sampai saat ini masih eksis seperti Ikatan Mahasiswa Brebes Selatan di Purwokerto.
Di organisasi inilah, Agus semakin bertambah luas jaringan dan kemampuannya. Banyak kegiatan-kegiatan organisasi yang semasa kepemimpinannya mendatangkan tokoh-tokoh regional maupun nasional.
Selain aktif di organisasi, Agus pernah berdagang sambil kuliah dan bekerja untuk menambah biaya hidup di Purwokerto. Setelah mendapatkan beasiswa, Agus mencoba berdagang di kantin kampus Unsoed dengan menjual ayam dan ikan bakar. Namun, usaha itu tidak berjalan mulus sehingga membuatnya mencari pekerjaan freelance sebagai instruktur di konsultan Pengembangan Sumberdaya Manusia.
Setelah lulus dari perguruan tinggi, Agus bersama rekan-rekannya di Purwokerto mendirikan Koperasi Simpan Pinjam di Jawa Tengah sehingga pernah ditugasi oleh investor untuk mencari dan bernegosiasi proyek-proyek investasi di Jawa Tengah. Selain itu, Agus pernah bekerja di BAPPEDA Brebes dengan tugas memfasilitasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan sebagai petugas di Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Tonjong.
Bakatnya dalam bidang sosial politik, Agus memiliki hubungan dengan dengan Agung Widyantoro sejak mahasiswa, akhirnya dipilih untuk mendampingi Agung Widyantoro pada saat Pilkada 2007, 2012, Pemilu 2014 sampai bekerja bersama di Senayan, Jakarta.