Fleksibilitas dan keberagaman produk yang diproduksi dengan 3d printing berimplikasi perubahan serius terhadap rantai pasokan dan model bisnis.
Kemudahan 3d printing untuk menghasilkan produk secara customize berdampak besar bagi pemenuhan keinginan konsumen, maupun model bisnis produsen. Konsumen dapat memilih spesifikasi fisik produk sesuai dengan keinginan mereka. Variasi produk yang beragam tidak lantas membuat produsen kerepotan karena satu alat produksi dalam hal ini 3d printer sudah cukup untuk membuat variasi produk yang hampir tak terbatas.
Bentuk produk yang kompleks, tidak menjadi masalah besar dalam proses manufaktur dengan 3d printer. Tanpa memerlukan modifikasi atau dengan peralatan tambahan yang rumit, 3d printer sudah dapat membuat produk yang secara geometri tergolong rumit.
Proses additive manufacturing atau 3d printing lebih efisien dalam penggunaan material karena penggunaan material hanya pada saat diperlukan saja, berbeda dengan machining. Perkembangan 3d printing terbuka lebar seperti, mesin cetak dengan volume besar dan ekonomis, memperluas jangkauan material yang dapat digunakan, mereduksi biaya cetak, dan meningkatkan durabilitas dan kualitas produk hasil 3d printing.
Ammar Farhan - af3dlab