Biopori
SMA Negeri 1 Pengasih, sebagai salah satu SMA Negeri yang memiliki lahan yang cukup luas, memiliki jumlah tanaman yang tidak sedikit. Sehingga memiliki sampah organik yang tidak sedikit. Selain mengolah sampah dengan komposter, para siswa SMA Negeri 1 Pengasih berinovasi dengan membuat lubang resapan biopori sebagai upaya pengolahan sampah organik.
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata. Beliau adalah salah satu peneliti dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.
Untuk memaksimalkan proses pengolahan sampah secara organik, pada tanggal 1 Januari 2022 para siswa dari pokja pengolahan sampah dan konservasi air bekerja sama melakukan penambahan lubang resapan biopori di sekolah. Lahan yang mereka pilih ada di sebelah utara kelas X yang memiliki halaman cukup luas untuk menambahkan beberapa lubang biopori di sana. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengkaderan pokja konservasi air dan pengolahan sampah, sekaligus melatih kader baru untuk membuat lubang biopori secara mandiri.
Pengenalan alat dan bahan sebelum pelaksanaan pembuatan Biopori.
Kegiatan ini diawali dengan pengenalan bahan dan alat oleh guru pendamping, Bapak Ganang Eko WS, S.Pd. Para siswa dikenalkan dengan pipa yang sudah dibuat dengan lubang kecil dan alat yang akan digunakan untuk membuat lubang. Beberapa siswa yang tidak tergabung dalam pokja pun antusias mengikuti kegiatan ini. Untuk beberapa siswa ini merupakan pengalaman yang baru bagi mereka dalam kegiatan pengolahan sampah.
Beberapa siswa telah siap dengan alat di tangan masing-masing.
Dalam kegiatan ini banyak hambatan yang mereka temui, salah satunya jenis tanah yang liat, agak menyulitkan mereka untuk membuat lubang. Bergantian mereka mencoba untuk membuat lubang, dengan bersusah payah karena ini merupakan kali pertama mereka untuk membuat lubang Biopori. Pengalam pertama yang mereka dapatkan, mereka lalui dengan senang. Meski harus berkeringat, mereka tampak puas ketika telah berhasil menghasilkan satu atau dua lubang karya mereka.
Setelah selesai membuat lubang, mereka kemudian mencoba mengisinya dengan daun-daun kering yang diharapkan nanti bisa terolah menjadi kompos. Kegiatan ini sangat menyenangkan bagi mereka, karena mereka lakukan dengan bersama-sama.
Mengenal proses pembuatan humus dengan lubang biopori.