Alat kontrasepsi yang termasuk ke dalam kontrasepsi hormonal adalah Pil KB, IUD (Intra-Uterine Device), dan Suntik KB. Sesuai dengan golongannya, alat kontrasepsi ini berkerja dengan menekan hormon di dalam tubuh perempuan. Tingkat efektivitas dari jenis kontrasepsi ini mencapai angka 98%, dengan tetap memperhatikan aturan minum/pakai/suntik yang benar. Pil KB cukup dianjurkan karena memiliki dosis yang rendah dan cocok digunakan untuk ibu menyusui, tidak memberikan efek samping estrogen, tidak mengganggu hubungan seksual, dan tidak memengaruhi produksi ASI. Pil KB bekerja dengan cara menekan sekresi gonadotropin dan sintesis steroid seka di ovarium. Pil KB harus dikonsumsi secara teratur karena melupakan satu kali jadwal meminumnya akan menjadi awal dari kegagalan besar yang tentu saja mengurangi efektivitas dari alat kontrasepsi tersebut. Terdapat dua jenis IUD (Intra-Uterina Device) atau yang biasa disebut KB Spiral, yang termasuk ke dalam golongan hormonal dan non-hormonal. IUD hormonal memiliki kandungan hormon progesteron sintesis yang menyebabkan lendir serviks mengental dan menghalangi sperma masuk ke dalam rahim, IUD juga mampu menipiskan dinding rahim dan menghentikan pelepasan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan oleh sperma. Penggunaan IUD sangat efektif bagi pasangan baru yang hendak menunda kehamilan atau yang ingin memberikan jarak kehamilan yang cukup jauh dari anak yang sebelumnya. IUD juga aman untuk ibu menyusui, mengurangi risiko penyakit kanker, tidak memengaruhi berat badan, dan dapat mengurangi nyeri menstruasi.
KB Suntik merupakan pemberian suntikan hormon progestin ke dalam aliran darah dan cukup efektif dalam mencegah kehamilan. Terdapat dua jenis KB Suntik, yaitu Suntikan KB 1 bulan dan 3 bulan. Sama dengan dua alat kontrasepsi hormonal lainnya, kedisiplinan dalam menggunakan kontrasepsi jenis ini sangat diperlukan, karena melewatkan jadwal suntik dapat meningkatkan risiko kehamilan. B. Kontrasepsi Non Hormonal Alat kontrasepsi non hormonal dapat menjadi pilihan bagi perempuan yang tidak dapat menggunakan hormon sintesis atau tidak cocok dengan penggunaan Pil KB atau KB suntik. Tingkat efektivitas alat kontrasepsi non hormonal bergantung pada pemakaiannya, namun bukan berarti kalah efektif dari alat kontrasepsi hormonal. Berikut ini merupakan jenis alat kontrasepsi non hormonal. 1) Kondom. Mencegah sperma yang keluar dari penis masuk ke dalam rahim saat berhubungan seksual. 2) Diagfragma. Berbentuk setengah lingkaran terbuat dari silikon yang dapat menutupi leher rahim (serviks). 3) Spermisida. Krim, foam, atau gel dengan kandungan bahan kimia yang dapat membunuh sel sperma. Dapat digunakan bersama dengan diagfragma untuk tingkat efektivitas yang lebih tinggi. 4) Spons. Busa plastik yang mengandung spermisida yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum melakukan hubungan seksual. 5) IUD Tembaga. Tidak mengandung hormon sintesis dan mampu mencegah kehamilan hingga 10 tahun (penggunaan jangka panjang) .
Sangat dianjurkan untuk konsultasi pada dokter atau bidan sebelum memilih alat kontrasepsi. Pertimbangan mengenai alat kontrasepsi yang cocok dan efektif akan diputuskan berdasarkan pada tinjauan medis, sehingga mengurangi risiko dan efek samping yang mungkin terjadi.