Kesehatan Mental di Era Perkuliahan: Bagaimana Mahasiswa Mengatasi Tekanan Akademis
oleh Tim SIGMA
Kesehatan Mental di Era Perkuliahan: Bagaimana Mahasiswa Mengatasi Tekanan Akademis
oleh Tim SIGMA
Halo Warga HIU! Siapa di sini yang pernah ngerasa overwhelmed sama tugas kuliah yang terus berdatangan gak berhenti-henti? Atau mungkin kalian pernah ngerasain stres berlebihan waktu persiapan UTS dan UAS, sampai-sampai kepala rasanya mau pecah? Kalau kamu pernah ngerasain hal tersebut, tenang, kamu nggak sendiri! Tekanan akademis emang jadi salah satu tantangan besar loh buat kita semua. Tapi jangan khawatir, ada banyak cara kok untuk menghadapi dan menjaga kesehatan mental kita. Yuk, kita bahas lebih dalam gimana caranya biar kita bisa tetap tenang dan sehat selama perkuliahan!
Kesehatan mental mahasiswa merupakan isu yang semakin mendapatkan perhatian global dalam beberapa dekade terakhir. Mahasiswa, sebagai bagian penting dari populasi muda, sering kali mengalami tekanan yang signifikan akibat tuntutan akademik dan sosial di lingkungan perguruan tinggi. Tekanan ini dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk tuntutan penyelesaian tugas, persaingan antar-mahasiswa, ekspektasi yang tinggi dari dosen dan orang tua, serta kesulitan menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan sosial.
Kesehatan mental sangat penting untuk kualitas hidup mahasiswa, baik dari segi akademik maupun sosial. Stres akademik yang tidak dikelola dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, stres, kecemasan, dan kelelahan. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kemampuan belajar, tetapi juga dapat mengganggu hubungan sosial dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Faktor penyebab tekanan akademis pada mahasiswa
Tekanan dari Tuntutan Akademik Tinggi
Mahasiswa sering merasa tertekan ketika mereka memiliki banyak tugas, ujian, dan proyek dalam jangka waktu yang singkat. Hal ini dapat mempengaruhi keseimbangan antara pekerjaan akademik, waktu luang, dan kehidupan sosial mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan tingkat stres.
Ekspektasi yang Tidak Realistis
Ekspektasi yang tidak realistis adalah tekanan tambahan yang dapat mempengaruhi mahasiswa. Saat mereka merasa bahwa mereka harus mencapai tingkat prestasi yang sangat tinggi, ini dapat menghasilkan stres yang signifikan ketika mereka menghadapi kesulitan atau kegagalan dalam proses belajar.
Kesulitan manajemen waktu
Kesulitan manajemen waktu dapat membuat mahasiswa merasa terjebak dan tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan semua tugas akademik mereka. Ini dapat mempengaruhi waktu tidur, keseimbangan hidup, dan tingkat stres secara keseluruhan.
Ketakutan akan Kegagalan
Ketakutan akan kegagalan adalah faktor psikologis yang dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk mengatasi stres akademik. Mereka mungkin merasa tekanan untuk selalu berhasil, dan jika mereka merasa mereka tidak akan berhasil, ini dapat memicu tingkat stres yang tinggi.
Karenanya sangat penting memperhatikan kesehatan mental di tengah tekanan akademis, tuntutan sosial, dan perubahan hidup yang cepat, seringkali kesehatan mental dapat terabaikan. Salah satu yang bisa dilakukan dalam merawat kesehatan mental adalah dengan melakukan self-care.
Beberapa teknik self-care yang dapat membantu mahasiswa menjaga kesejahteraan jiwa mereka
Menjaga Keseimbangan Hidup
Cobalah untuk menyeimbangkan antara studi dan waktu luang dengan menerapkan batas-batas yang sehat antara waktu belajar dan waktu istirahat. Jangan lupa bahwa istirahat juga menjadi penting, istirahat tidak hanya tidur saja namun lakukan juga jeda sejenak dari kegiatan scrolling ponsel.
Sediakan waktu untuk berolahraga
Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood. Dengan berolahraga maka tubuh kita akan melepaskan hormon endorfin untuk mengurangi rasa nyeri serta memberikan energi positif pada tubuh. Cari jenis olahraga atau aktivitas fisik yang disukai, seperti berjalan-jalan, berlari, angkat beban, atau yoga.
Tidur Cukup
Pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap malam. Jika tidak ada tugas yang membutuhkan waktu pengerjaan hingga malam hari, hindari begadang atau tidur terlalu larut malam secara teratur, karena dapat mempengaruhi konsentrasi dan suasana hati.
Kelola Stres
Temukan teknik pengelolaan stres yang efektif seperti meditasi, napas dalam, atau visualisasi positif. Sejak peran alam bawah sangat besar atas realitas kita, melakukan meditasi untuk mengontrol emosi dapat dilakukan secara rutin. Selain itu mulailah untuk melakukan identifikasi faktor-faktor pemicu stres dan cari cara untuk mengatasinya.
Berinteraksi dengan Orang Lain
Jalin hubungan sosial yang sehat dengan teman-teman, keluarga, dan dosen. Berbagi perasaan dan pengalaman dengan orang-orang terdekat dapat membantu mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan dukungan sosial.
Menjaga kesehatan mental selama perkuliahan memang tidak mudah, apalagi dengan segala tekanan akademis yang datang silih berganti. Setiap mahasiswa pasti pernah merasakan beban tugas, ujian, dan ekspektasi yang tinggi dari lingkungan. Tapi jangan khawatir, tekanan ini bisa kita hadapi dengan langkah-langkah yang tepat. Stres memang wajar, namun bagaimana kita meresponsnya yang menentukan. Yuk, kita jaga kesehatan mental bareng-bareng, biar bisa tetap produktif tanpa harus merasa terbebani. Keep going, pejuang akademis!
Referensi:
Fujiyama. (2024). Pentingnya Kesehatan Mental bagi Mahasiswa: Cara Merawat Kesejahteraan Jiwa di Kampus. https://surabaya.telkomuniversity.ac.id/pentingnya-kesehatan-mental-bagi-mahasiswa-cara-merawat-kesejahteraan-jiwa-di-kampus/ [19 Oktober 2024]
NS Development. Ketahui Inilah 5 Faktor yang Mempengaruhi Stres Akademik, 20 Desember 2023, [19 Oktober 2024] https://nsd.co.id/posts/ketahui-inilah-5-faktor-yang-mempengaruhi-stres-akademik.html
Ayu Febryani, P. (2024). KESEHATAN MENTAL MAHASISWA MENGHADAPI TEKANAN AKADEMIK DAN SOSIAL. https://circle-archive.com/index.php/carc/article/view/79 [19 Oktober 2024]