Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang melibatkan penggunaan proses biologi, organisme hidup, komponen selular, atau sistem untuk menghasilkan produk dan jasa, mengelola lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Bioteknologi yang diterapkan dalam bidang peternakan dapat meningkatkan produksi, termasuk teknologi produksi seperti inseminasi buatan, transfer embrio, kriopreservasi embrio, fertilisasi in vitro, sexing sperma dan embrio, cloning, dan splitting. Dan rekayasa genetika, seperti peta genom, penyeleksian berbasis marker (MAS), transgenik, identifikasi gen, konservasi molekuler, serta peningkatan efisiensi dan kualitas pakan dengan manipulasi mikroba rumen dan bioteknologi yang terkait dengan bidang veteriner (Mukhlis et al., 2022).
Rekayasa genetik atau rekombinan DNA menyediakan kumpulan teknik eksperimental yang memungkinkan peneliti untuk mengekstrak, mengidentifikasi, dan menduplikasi fragmen materi genetika (DNA) secara langsung. Penggunaan teknik genetik dalam bidang pertanian dan peternakan diharapkan akan memberikan kontribusi, baik dalam memahami mekanisme dasar metabolisme maupun dalam implementasi aplikasinya, seperti pengembangan tanaman pertanian dan hewan ternak dengan sifat unggul. Hal ini dapat dilakukan melalui klon atau penyalinan gen-gen yang menyandi sifat-sifat ekonomis penting pada hewan atau tanaman, dan penggunaan klon-klon DNA sebagai marker untuk membantu meningkatkan efisiensi seleksi dalam program pemuliaan (Mukhlis et al., 2022).
Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang melibatkan penggunaan proses biologi, organisme hidup, komponen selular, atau sistem untuk menghasilkan produk dan jasa, mengelola lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Bioteknologi yang diterapkan dalam bidang peternakan dapat meningkatkan produksi, termasuk teknologi produksi seperti inseminasi buatan, transfer embrio, kriopreservasi embrio, fertilisasi in vitro, sexing sperma dan embrio, cloning, dan splitting. Dan rekayasa genetika, seperti peta genom, penyeleksian berbasis marker (MAS), transgenik, identifikasi gen, konservasi molekuler, serta peningkatan efisiensi dan kualitas pakan dengan manipulasi mikroba rumen dan bioteknologi yang terkait dengan bidang veteriner (Mukhlis et al., 2022).
Referensi
Mukhlis, A., Sonjaya, H., Toleng, A. L. (2022). Article review: the applications of biotechnology in livestock
production to increase animal-derived products. Jurnal ilmi teknologi peternakan terpadu. 2(1),
95-100.