Setelah mengikuti proses pembelajaran melalui pembimbingan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam aktivitas diharapkan Ananda dapat:
Memunculkan karakter jujur, tekun, tidak mudah menyerah, teliti, menunjukkan berkembangnya kemampuan kognitif, kreatif, berfikir kritis, kolaboratif, komunikatif, membiasakan diri berliterasi.
Menunjukkan keberlakuan Teorema Pythagoras menggunakan konsep luas daerah persegi
Menentukan rumus Pythagoras untuk segitiga siku-siku yang diketahui panjang sisi-sisinya
Menentukan panjang sisi segitiga siku-siku menggunakan Teorema Pythagoras
Menyebutkan bilangan-bilangan yang memenuhi Tripel Pythagoras
Bermain Tali (Benang) Kur
Tali kur mulai dikenal luas sekitar tahun 1882 yang ditandai dengan terbitnya buku terkenal yang mengajarkan sistem merajut ikat kur atau macrame yang menggabungkan aneka warna-warni. Pada masa sekarang tali kur banyak digunakan untuk membuat kerajinan tangan, misal : tas, dompet, tempat HP, aneka aksesoris interior rumah, dan lain-lain. Pernahkan Ananda mendapat tugas dari guru ketrampilan untuk membuat kerajinan tangan berbahan tali kur? Untuk saat ini Ananda akan dibimbing untuk membuktikan keberlakuan teorema Pythagoras menggunakan alat bantu benang kur.
Ambillah sepotong benang kur (Jika diperlukan, mintalah bantuan Ayah atau Ibu untuk menyediakannya).
Buatlah sebanyak 12 simpul berjarak sama, kemudian hubungkan kedua ujungnya sehingga membentuk kurva tertutup mirip lingkaran.
Kata puzzle merupakan kata serapan dari bahasa Spanyol yang memiliki banyak arti, diantaranya : pengasah otak, teka-teki, menyusun gambar, memikir-mikir. Jika Ananda bermain puzzle berarti Ananda diminta menyusun kembali kepingan-kepingan gambar yang disediakan kedalam bentuk pola gambar tertentu. Kepingan-kepingan yang akan disusun berasal dari pola gambar tertentu yang dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil. Pola gambar yang akan dibentuk bisa berupa pola yang menyerupai obyek nyata, bisa pula berupa obyek abstrak, misal segitiga. Tentunya Ananda masih ingat pelajaran dikelas VII mengenai macam-macam segitiga. Dengan ditambah lagi ilustrasi bentuk segitiga hasil percobaan yang Ananda lakukan pada aktivitas sebelumnya, Ananda akan lebih meyakini bentuk-bentuk segitiga berikut.
Segitiga Lancip
Segitiga Siku - Siku
Segitiga Tumpul
Satu diantara ketiga segitiga tersebut akan dibuat puzzle untuk menunjukkan keberlakuan Teorema Pythagoras. (Ananda bisa meminta bantuan Ayah atau Ibu untuk memberikan contoh puzzle)
Pada pembelajaran ini Ananda akan dibimbing untuk membuat puzzle menurut langkahlangkah sebagai berikut :
1. Silahkan Ananda membuat segitiga siku-siku
2. Pada segitiga, silahkan Ananda membuat persegi-persegi pada setiap sisi segitiga dengan meletakkan salah satu sisinya berimpit dengan masing-masing sisi segitiga.
Akan terbentuk tiga persegi dengan ukuran luas yang berbeda, yaitu : kecil, engahan, dan besar. Kemudian buatlah garis-garis seperti pada gambar (garis putus-putus). Berilah nomor pada bangun-bangun yang terbentuk.
3. Lakukan pemotongan menurut garis-garis yang ada, sehingga terbentuk kepingankepingan puzzle berbentuk bangun-bangun beriku
Akan lebih baik jika Ananda menirukan menggambar, kemudian memotongnya sesuai urutan langkah yang diberikan. (Jika diperlukan, Ananda bisa meminta bantuan Ayah atau Ibu untuk menyediakan kertas berwarna)
Bermain Menggunakan Persegi Berukuran Tertentu
Ananda tentu masih ingat mengenai bangun persegi. Sebagaimana telah dipelajari dikelas VII, bahwa persegi memiliki sisi-sisi sama panjang. Luas daerah persegi senilai dengan “kuadrat dari ukuran sisinya”. Dengan demikian Ananda akan dapat menentukan luas sebuah persegi yang diketahui panjang sisinya.
Pada aktivitas ini Ananda akan dibimbing untuk menunjukkan keberlakuan teorema Pythagoras dan menemukan rumus turunannya menggunakan bantuan konsep luas persegi. Oleh karena itu penting bagi Ananda untuk mengingat kembali rumus luas persegi. Selain itu diperlukan pula penguasaan konsep menarik akar suatu bilangan. Rumus turunan teorema Pythagoras ini yang selanjutnya disebut Teorema Pythagoras akan digunakan untuk menentukan panjang sisi suatu segitiga siku-siku jika diketahui panjang dua sisi yang lain.
Dipersilahkan Ananda mengikuti langkah-langkah berikut :
1. Gambarlah segitiga siku-siku pada kertas berpetak. Ambillah ukuran sisi sikusikunya masing-masing 4 dan 3 satuan petak pada kertas.
2. Buatlah persegi pada setiap sisi segitiga dengan panjang sisi persegi sama dengan panjang sisi segitiga yang bersesuaian.
Bukankah tampak bahwa luas persegi yang sisinya berimpit dengan sisi siku-siku segitiga dapat diketahui? Ya, dari banyak luas persegi satuannya. Yang perlu Ananda lakukan adalah menentukan luas persegi yang sisinya berimpit dengan sisi miring segitiga. (Silahkan Ananda membuka kembali Buku Pegangan Siswa mengenai penamaan sisi pada segitiga siku-siku untuk lebih menguatkan ingatan mengenai pengertian sisi miring) Ananda dapat melakukannya dengan memotong kertas berpetak pada buku Ananda seukuran dengan persegi tersebut. Kemudian tempelkan dengan cara menempatkan salah satu sisi persegi berimpit dengan sisi miring segitiga. Jika Ananda benar dalam melakukannya maka akan diperoleh susunan bangun seperti berikut.
Setiap segitiga siku-siku memiliki dua sisi yang saling tegak lurus dan satu sisi lain disebut sisi miring. Ananda diharapkan cermat dalam menentukan sisi yang mana yang disebut sisi siku-siku dan sisi yang mana yang disebut sisi miring. Pada aktivitas ini Ananda akan dibimbing untuk secara tepat menentukan sisi siku-siku dan sisi miring suatu segitiga.
Diberikan segitiga siku-siku berikut:
(i)
(ii)