Acara Business Matching Direktorat Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara Pada BSI INTERNATIONAL EXPO 2024 di Jakarta Convention Centre
Kamis 20 Juni 2024 sampai Minggu 23 Juni 2024, menjadi pengalaman yang berarti bagi direktorat Inovasi dan Pengembangan Usaha UNDIRA serta para Bapak / Ibu Dosen dan Mahasiswa UNDIRA untuk belajar menganalisa cara business matching dengan orang Indonesia maupun luar negeri. Di Expo tersebut mahasiswa secara langsung diminta belajar bersama sama dengan pemilik produk yang di pamerkan untuk menjelaskan produk, berjualan, mengasah skill berwirausaha.
Melalui Bapak Eriklex Donald, SE . MM . (Direktrur DITPU UNDIRA) sebagai narasumber pada BSI INTERNATIONAL EXPO 2024 yang bertema Global Connectivity : Bridging Cultures Through th Halal Ecosystem, Pada talkshow tersebut Direktur DITPU dan kementrian perdagangan mesir membahas betapa pentingnya halal di dunia, karena Halal sangat diperlukan sekali oleh Umat Muslim di dunia, Indonesia menjadi negara dengan urutan ke-2 setelah Pakistan dengan umat muslim terbanyak di dunia (sumber: wikipedia) dengan jumlah 235.200.000, oleh karena itu Indonesia ingin menjadi pelopor melalui event ini dengan mendorong mahasiswa kami dan UMKM yang akan bekerja sama dengan Indonesia.
Selain itu pada acara ini mahasiswa Universitas Dian Nusantara juga mendapat booth dengan ukuran 12x4 meter yang tentunya sangat besar, oleh karena itu mahasiswa juga belajar bersama sama bagaimana cara menawarkan produk kepada setiap pengunjung, di pimpin juga oleh para Dosen UNDIRA ternyata mahasiswa UNDIRA mampu untuk menjual produk produk lokal kepada para pengunjung acara tersebut. Mahasiswa UNDIRA juga ternyata mampu untuk menjual produk tidak hanya kepada orang Indonesia tetapi kepada orang orang luar negeri, Panji Agung Dana, adalah mahasiswa Universitas Dian Nusantara ia berhasil menjelaskan produk yang dijual yaitu Kurma Mesir kepada seseorang berkewarganegaraan Filipina, oleh karena itu Panji Agung Dana sangat memiliki ambisi yang kuat untuk menjual produknya ke warga asing, sehingga ia juga dipercayakan untuk berjualan pada booth utama mesir.
Tidak hanya itu pada booth Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Labuan Bajo para mahasiswa juga ternyata mampu menjual produk hingga menembus angka Rp.1.000.000 rupiah, para Dosen juga berbicara ini merupakan pencapaian yang luar biasa yang di lakukan mahasiswanya pada pelajaran kewirausahaan.