Tahun 2016, Teater Tigakoma mengikuti 2 perlombaan sekaligus, yaitu Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) di Universitas Dian Nuswantoro dan Festival Monolog Mahasiswa se-Jawa Tengah Teater Tuman UNISNU, Jepara. Naskah yang dibawakan sama yaitu Aeng karya Putu Wijaya. Naskah Aeng dipilih karena mempunyai daya tarik tersendiri ditimbang naskah yang lain. Konsep yang dibawakan terdapat perbedaan yang signifikan, sesuai dengan karakter yang dimiliki sutradaranya. Sutradara pada PEKSIMIDA yaitu Ramdhani (Mas Dhani) dan sutradara pada Festival Monolog se-Jawa Tengah Teater Tuman adalah Waryoto Giok.
KUDUS – Kelompok Kajian Teater TigakomA FKIP UMK pada Harlah ke-12 ini akan mementaskan sebuah pertunjukan yang disutradarai Maulana Syafi'i dengan lakon “KHULDI” karya seniman kelompok Teater ESKA yakni Zuhdi Sang dan Ghoz Te, dua kelompok anggota aktif Teater Eska.
Realisme sebagai genre adalah produk yang membatasi dalam ruang teater. Keterpisahan antara peristiwa yang diurai di atas pentas dengan penonton membentuk ruang kosong yang berdampak pada hilangnya informasi-informasi penandaan teks lakon. Ke'genit'an dalam tata ruang yang menjejalkan benda-benda keseharian ke atas pentas telah mengibiri imaji penonton. Belum lagi laku akting telah membatasi tubuh untuk menggali potensi-potensi yang kemungkinan ditemukannya bentuk lain di luar konvensi-konvensi realisme yang mengikat.
Pementasan KUPEN bukan sekadar proyek panggung, melainkan proses kolektif yang menempatkan kerja tim, eksplorasi artistik, dan pendidikan organisasi sebagai elemen utamanya. Penulis naskah dan sutradara berasal dari lingkup internal, memberi ruang bagi pengembangan gagasan-gagasan segar dan pendekatan penyutradaraan yang kontekstual. Sementara itu, kepanitiaan, aktor, dan divisi penunjang diisi oleh warga baru—yang sedang menjalani proses adaptasi dan pemahaman terhadap dunia kerja teater secara langsung dan aplikatif. Seluruh jalannya produksi didampingi oleh tim panitia senior sebagai mentor, membentuk ruang interaksi dan transfer pengetahuan antargenerasi.
Di tahun 2021, dan beberapa tahun silam, di Kudus, kami jarang menemukan pertunjukan yang berbasis puisi ditiketkan. Dan fenomena tersebut, cukup menggugah kelompok Teater Tigakoma untuk berspekulasi membangun sebuah pertunjukan yang berbasis puisi lalu ditiketkan. Tibalah keharusan untuk saling berbicara satu sama lain demi memecahkan suatu perkara, "Bagaimana caranya mengemas puisi menjadi pertunjukan yang menarik dan berbeda? Ditambah, berapa kami harus mematok tiket dengan harga yang terjangkau untuk semua kalangan, dan menjalankan latihan yang tidak begitu menguras materi?"
Kelompok Kajian Teater Tigakoma, UMK kembali menorehkan prestasi Juara Harapan 3 pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) tangkai lomba Monolog Jawa Tengah di Universitas Tidar Magelang tahun 2024. Ada beberapa faktor pemacu kelompok ini berpartisipasi dalam lomba tersebut. Pertama, Teater Tigakoma merasa tertarik mengikuti lomba yang terlaksana setiap 2 tahun sekali. Kedua, pengurus aktif merasa nama Teater Tigakoma tidak begitu luas dikenal oleh pihak di luar FKIP dan pihak-pihak jajaran universitas sendiri.