[12/01/18 17.32.29] ma irfan fitriadi akbar: Secangkir kopi dan sebungkus rokok menemaniku di sore ini, rintik hujan pun mengingatkanku akan suatu masa penuh cerita, kucoba goresan tinta tuk lukiskan kenangan yang tersirat makna, dimana perjalanan itu mendewasakanku menapaki kehidupan ini.
Singkat cerita, tak pernah terbayangkan sebelumnya, menuntut ilmu dari satu sekolah kesekolah lainnya, entah kenapa! Mungkin karena kenakalanku kali ya,,, he... π Hingga sampailah disekolah yang jauh dari keramaian kota, berada di suatu desa, dikelilingi bukit-bukit yang indah, MA. Gegempalan itulah nama sekolah tempatku ditempa 1 tahun lamanya, dimulai dari nol, beradaptasi dengan lingkungan, cuaca yang dingin sering membuat perutku melilit sakit ( hehe... Maaf ya... Mau kebelakang dulu), penuh perjuangan tuk bertahan.
Pertemananpun mempertemukan ku dengan orang-orang yang tulus berbagi cinta, tapi sekelumit persoalan masa muda datang menghampiriku, memberikan warna cerita, itulah awal dari kebersamaan kita melewati suka duka masa muda menjadi tak hampa karena ada cinta, ... to be continue... π
[12/01/18 21.10.47] ma irfan fitriadi akbar: Lanjutan cerita :
Tibalah saat si dia berdua menjali asmara, propaganda dan kemelutpun mulai terasa, seolah ruang kelas menjadi dua, tersekat rajutan asmara, sayap-sayap patahpun mulai berbicara, hingga ku coba berbicara ungkapkan rasa, tp apa daya tangan dan hatiku tak dapat menggapai asa, blokade datang dari kelas dua, mencoba menguji kesabaran, keberanian sang petarung penggoda asmara, hingga ruang kelaspun seolah terbagi dua, daya tawar menarikpun hadir begitu nyata, adik kelas yg selalu menggoda, tapi hati tak terperdaya sampai akhir, kutakpunya ikatan asmara... Kasihan deh loe πππ to be continue...
[12/01/18 21.37.04] ma irfan fitriadi akbar: Teman-temanpun menjadi saudara, ikatan batinpun tak bisa diperdaya, karena kalian orang-orang yang ku cinta, hingga sekarangpun tak pernah ku lupa, kalian telah mengajariku arti ketulusan, kalian telah mengajariku arti kebersamaan, kalian telah mengajariku arti persodaraan, yang tercermin dalam kesederhanaan bertutur kata, sapa, budi pekerti yang luhur, hingga kusadari arogansi kehidupan nyata telah membawaku dalam kehinaan dunia,,, terimakasih saudaraku yang telah banyak mengajariku arti kehidupan, semoga keselamatan, kemaslahatan, keberkahan selalu menyertai kita dalam belutan kasih sayang untuk menggapai ridho-Nya. Aamiin...
Maaf kawan bila ada salah-salah kata, ini hanya sebuah cerita masa muda, untuk menggugah rasa, kenangan yang dulu jangan dilupa, kebersamaan dan saling terbuka itu yang kita jaga, Karen kita saudara. Tks... ππ
to be continue...
[13/01/18 06.33.12] ma irfan fitriadi akbar: Di pagi ini kulanjutkan goresan tinta :
Disudut hari yang telah berlalu, ternyata bukan aku sendiri yang datang dari luar panjalu, ada yang dari Cikijing, Bandung, Lembang, Depok bahkan jauh dari Sukabumi, entah kenapa mereka jauh-jauh datang sekolah ditempat yang terpencil itu, apakah dengan latar belakang yang sama denganku ataukah berbeda !!!, tapi entahlah karena diri mereka sendiri yang tahu.
Waktu terus berlalu, persahabatanpun terjalin seiring dengan waktu, kebersamaan telah mengungkap rasa persaudaraan, orang Depok telah mengajariku arti perjuangan melawan getirnya kehidupan, orang Sukabumi telah mengajariku arti perlawanan terhadap keadaan, ada orang panjalu dari desa Cibeureum yang telah mengajariku arti kesederhanaan, ada orang Susuru yang telah mangajariku arti sebuah pengabdian, tapi ada orang Ciheulet yang membuatku bertanya kenapa dia jarang pulang !!!, Ya terserah lah, Tapi telah mengajariku arti penghematan, diwaktu liburpun sering kumerasa sendirian tersudut disudut Kobong kesepian, betapa beruntungnya aku, ada orang Cisampih yang telah mengajariku arti kekeluargaan, seringkali kurepotkan dengan teman dari Depok dan Sukabumi yang menginap dirumahnya sambil menitipkan perut ini hehehe... Terimakasih ya boss iLi, Maaf sering merepotkan karena orang Sukabumi dan Depok yang suka gali lobang tutup lobang akhirnya aku juga ikutan hahaha... π to be continue...
[13/01/18 09.56.56] ma irfan fitriadi akbar: Derap langkahku bagaikan si bolang, bersama teman-teman melalui hambatan dan rintangan, naik gunung turun gunung, masuk hutan keluar hutan sampai ke Tasikmalaya dan Pangandaran kita susuri dengan perbekalan seadanya, tidur di mesjid itu sudah biasa, tidur dipinggir pantai diselimuti hembusan angin laut yang menerjang gelombang ombak menerjang Betapa indah kurasa, naik mobil truk turun truk demi tumpangan gratisan, berjalan kaki lewati hari demi sebuah kebersamaan, mencari jati diri hiburan anak muda yang penuh obsesi, bermain musik pun tak terlewatkan, dengan bakat yang seadanya, perbekal uangpun yang pas-pasan, berkemping dari Curug tujuh sampai situ panjalu, suara raungan yang tak tampak wujudpun menghiasi suasana malam, tiga jam memasak nasi liwet disitu cekdam, tapi entah kenapa tidak matang-matang,,, hari demi hari pun terus berlalu seiring dengan waktu mendewasakan kita menjadi satu... π
[13/01/18 10.17.28] ma irfan fitriadi akbar: Bila waktu subuh berkumandang, para santri pun bergegas menuju masjid untuk bersembahyang, tapi entah kenapa diwaktu subuh itu malah terlelap dalam kesunyian, tiba-tiba datang menyerang jendela Kobong pun diterjang menjadi korban, papan catur berserakan tak tahu dimana adanya, untung ku berselimutkan diatas Kobong tidak ketahuan ππ... Orang Cibeureum dan Ciheulet kena terjang, pak ustad Atangpun ikut ketahuan πππ, itulah korban permainan anak muda begajulan,,, πππ
[13/01/18 10.43.25] ma irfan fitriadi akbar: Saling jail menjaili, saling goda menggoda, ternyata ku terjelembab dalam permainan kejailan asamara, membuat surat cinta entah siapa yang dituju, entah siapa yang mau, akhirnya ku disidang dua kali wanita-wanita penghakim asmara,,, π, orang Ciheulet punya asa, ingin menjalin asmara tapi apa daya, nyali cinta tak ada π, begitupun sama si kecil orang Bandung, kerjaannya naik kamar mandi tempat santriwati mandi, papanpun dibolongi sebesar ibu jari demi intipan pemuas hasrat birahi π, tapi nyali tuk punya tambatan hati tidak bertepi, yang ada malah gigit jari πππ, orang Susuru pun sama, tak bisa bersuara cinta, yang ada nyaringnya suara Ketut membuat orang terpropaganda, ada wanita orang Desa, pintar menggoda, kedipan matanya membuat lelaki Depok terpesona π prikitiwwwww....
to be continue.....
[13/01/18 17.43.23] ma irfan fitriadi akbar: Ada orang Sukabumi pintar beraksi, lirik sana lirik sini, main gitar sebagai pengobat sepi, karena asmara sering patah hati, akhirnya mojok sendiri dikobong sambil semedi, mau cari nasi yang ada uang recehan tak cukup untuk beli kopi, πππ orang cisampih tiap datang hari libur langsung pergi, soal asmara kaya kurang peduli, karena dia pernah sakit hati, sama adik kelas sang putri tambatan hati π π π , ada cewek orang Lembang, soal body memikat lelaki, tapi dia Tidak peduli, karena sudah tertambat kekasih pujaan hati, aa orang Bandung yang bikin dia senyum-senyum sendiri, apalagi orang Cibeureum menjalin kasih dengan tambatan hatinya wanita hujungtiwu, bagaikan dua sejoli memadukasih tiap hari, serasa kelas milik pribadi, yang lain cuma ngontrak sambil gigit jari, tapi sayang jalinan kisahnya tak sampai janur kuning menyatukan dua hati,π π π ada wanita orang bunisakti, yang katanya banyak lelaki menaruh hati, tapi banyak juga yang bertepuk setengah mati, entah siapa sang pangeran pujaannya, itu menjadi misteri, karena perjodohan pun sering dia alami, semoga kebahagiaan selalu menyertai,,, π
[13/01/18 18.40.52] ma irfan fitriadi akbar: Suasana kelas semakin hari semakin kunikmati, betapa Tuhan telah memberiku anugrah pertemanan yang menghantarkan ku bertemu dengan orang-orang baik Budi, jalinan persahabatan mengikat hati kami ketitik awal dari sebuah persaudaraan, hingga tiba saat bulan juli, tetes air mataku berlinang menyelimuti suasana hati,π hujungtiwu menjadi saksi bisu, enam orang merayakan hari jadi ke 18, yang sebelumnya tak pernah ku alami, betapa besar anugrah kebahagian yang telah Kau beri kepada kami ya Tuhan, beranjak usia semakin dewasa semakin larut dalam keakraban keluarga, sang pelipur dahaga, membawa canda dan tawa ketika gundah melanda, apa daya hatiku telah terpatri dalam buayan asmara persaudaraan, kebersamaan, ketulusan hati kalian semua, πππ
[13/01/18 19.27.50] ma irfan fitriadi akbar: Dipojok kantin sekolah, kita sering duduk bercengkrama, bercerita asmara dan siasat kenakalan anak remaja, mandi pun kita bersama-sama, satu sabun, satu sikat gigi kita pakai saling berganti, tak peduli apa yang orang lain bicarakan,,, berjalan di sore hari menyusuri selokan yang mengaliri pesantren seolah jadi rebutan, karena waktu mengaji bisa izin tanpa teguran, tak disangka sang ular cobra pun menghadang perjalan kami, dengan gesitnya seolah kita pawang yang punya nyali menangkap dan membawanya ke pesantren, tanpa di duga adik kelas dengan gagah perkasa menguji sang cobra, akhirnya mata jadi korban juga, πππ seekor biyawakpun meramaikan suasana disiang hari, di kejar dan ditangkap seolah tak peduli menjadi tontonan para santri, π dikobong tempat kita berselimut dimalam, datang menghampiri, burung hantu yang berwarna coklat abu menjadi peliharaan yang digemari, πππ
to be continue...
Otw dulu π......
[13/01/18 20.28.39] ma irfan fitriadi akbar: Waktunya kita rekreasi kepantai Sindangkerta tempat kita melakukan penelitian biologi, kebersamaan pun terus mengisi ruang-ruang kosong dalam kelas yang telah terjadi, Pertandingan bola voli di PUI Cijantung Ciamis sekolah kita pun mengikuti, tapi ya... Maklum para musisi hanya bisa menonton sambil godain wanita-wanita PUI, πππ tiba waktu kita ujian akhir sekolah yang mengharuskan kita pergi ke Darussalam Ciamis, tepatnya di Desa Kandang Gajah, (emangnya ada gajah ya,,, kami pun bertanya-tanya), π suasana ujian pun teras mencekam, seolah banyak yang bergentayangan, melihat kami yang datang dari kampung berani bersaing dengan yang dikota, tapi perselisihan dan pertengkaran diantara kami pun terjadi suasana menjadi tidak bersahaja, propaganda menjelma menjadi nyata, kekisruhan pun hendak menjelma. Kita coba tuk mencairkan suasana, berjalan-jalan ke alun-alun Ciamis dan berenang di hotel Tiara, akhirnya berkumpul bersilaturahmi dirumah bersama kelurga, berdoa mensyukuri nikmat yang ada. πππ»
[14/01/18 06.14.28] ma irfan fitriadi akbar: Baru kuingat, pertamaku datang, ditempatkannya dikamar belakang bersama orang Susuru dan orang Bandung, tapi ya... mungkin karena bukan anak rumahan, akhirnya ku menyelinap keluar rumah mengisi ruang yang kosong dipojok mesjid agar tidak kena teguran, kalau kata orang jadi anak remaja mesjid,,,πππ disitu baru kumengenal orang Cikijing, sosok orang bersahaja, penuh canda tawa kita bercengkrama, tak dikira usia telah memisahkan kita, semoga iman Islam amal baikmu diterima, dimaafkan dari segala kesalahan dunia, ditempatkan ditempat yang mulia disurga,,, πAlaa haadzihinniyah walikulli niyyatin sholihah bibarokati ummul qur'an,al fatihahβ¦π aamiin... Berlinang hati ini ketika kutahu kepergiannya,,, π’π’π’
[14/01/18 06.50.41] ma irfan fitriadi akbar: Sosok orang garahang, jarang bicara tapi rajin bekerja, ulet dan telaten, soal masak memasak dia jagonya apalagi soal mengobeng, ikan gurame pun tak hajar jadi santapan malam, maaf ya pak Kiai, biasa anak santri kalau udah nakal ga ketulungan,,, πππ ada orang gunung sawal, pintar memijit bikin ketagihan, kesederhanaan dan keramahannya suka menjadi bahan candaan, hilir mudik selalu sibuk berduaan dengan temannya yang berbadan tinggi bagai dua sejoli sama-sama lelaki, tapi mereka bukan LGBT, πππ tinggi sih badannya tapi pendiam orangnya,,, coba kalau sangar, bisa-bisa jadi preman pasar, πππ adalagi seorang lelaki orang Desa, sosoknya cepat dan tangkas, ikutan paskibra dan Pramuka itu tak pernah dia lupa, adalagi seorang ustad Cisampih, sosoknya bersahaja, sering memberikan masukan dan petuah, biar kami tidak menjadi begajulan, terimakasih ya pak ustad,,, maaf kalau kita bikin susah mulu π
[14/01/18 07.01.51] ma irfan fitriadi akbar: Sosok orang garahang, jarang bicara tapi rajin bekerja, ulet dan telaten, soal masak memasak dia jagonya apalagi soal mengobeng, ikan gurame pun tak hajar jadi santapan malam, maaf ya pak Kiai, biasa anak santri kalau udah nakal ga ketulungan,,, πππ ada orang gunung sawal, pintar memijit bikin ketagihan, kesederhanaan dan keramahannya suka menjadi bahan candaan, hilir mudik selalu sibuk berduaan dengan temannya yang berbadan tinggi bagai dua sejoli sama-sama lelaki, tapi mereka bukan LGBT, πππ tinggi sih badannya tapi pendiam orangnya,,, coba kalau sangar, bisa-bisa jadi preman pasar, πππ adalagi seorang lelaki orang Desa, sosoknya cepat dan tangkas, ikutan paskibra dan Pramuka itu tak pernah dia lupa, adalagi seorang ustad Cisampih, sosoknya bersahaja, sering memberikan masukan dan petuah, biar kami tidak menjadi begajulan, terimakasih ya pak ustad,,, maaf kalau kita suka bikin susah mulu πππ Adalagi dua orang sosok wanita, yang satu tinggi, pendiam orang Cisampih, nah... Yang satu lagi berbody tinggi, penggoda lelaki orang Kawali,,, π
[23:02, 16/1/2018] ma irfan fitriadi akbar: Dimalam terkhir, termenung disudut Kobong menyendiri, mengingat perjalanan sekolah 1 tahun telah dilewati, entah mengapa hati dirundung sepi, rasa bahagia, sedih, kecewa menyelimuti, pikiran menjadi emosi, terbawa halusinasi keegoan lelaki yang mencoba keluar dari himpitan masalah, seolah kenyataan yang ada begitu menyayat hati, perselisihan dan pertengkaran dengan adik kelas itu menguras emosi, entah siapa yang memulai entah siapa dibelakang layar dan entah apa yang diperselisihkan hingga semua itu terjadi, kesabaran pun terus diuji, berpikir tuk luapkan kesombongan diri, membuat kerusuhan dan keonaran tuk puaskan hasrat nafsu petarung jalanan esok hari terus menggoda, seolah tak sadar banyak teman-teman yang kucinta,,, π π‘
[23:33, 16/1/2018] ma irfan fitriadi akbar: Tapi ustad Cisampih pun tiba, memberikan cerita, wejangan penuh makna meluluhkan ego yang ada dan teman-teman pun datang dengan suka cita, seolah bercerita hari esok yang akan segera tiba adalah hari yang penuh dengan kebahagiaan, kebersamaan tak terhingga, betapa kan merasa bersalah bila merusak suasana bahagia, akhirnya urung rekayasa dan propaganda di akhir cerita, mencoba ikhlas menerima dengan segala kesadaran diri, walaupun gelora muda terus meletup letup ingin terhempas ungkapkan emosi jiwa. π
[11:04, 17/1/2018] ma irfan fitriadi akbar: Banyak orang berkata, si dia bak bunga desa yang ada di sekolah, tapi aku tidak peduli dengan apa yang mereka cerita, dimana pikiran berkata ingin cepat selesaikan sekolah demi meraih cita-cita, karena kecantikan wanita itu relatif dipandang mata, dinilai dari hati setiap orang berbeda, dan teringat petuah orang tua hingga tak kuasa untuk terikat jalinan asmara, cukup sudah ku telah banyak berbuat dosa, mengecewakan mereka berdua karena kenakalan masa remaja, akhirnya pertemuan pertama pun tiba, kumelihat sosok si dia berjalan beramai-ramai dengan temannya yang belum kukenal entah siapa nama-namanya ku belum mengenal mereka, perkenalan itu memperkenalkan ku menjadi pengikat jalinan sodara, awal tahun kelas 3 pertemanan begitu hangat tercipta, tapi tak disangka datang siswa baru langsung mengikat asmara dengan si dia, sayap-sayap patahpun akhirnya bercerita, nurani ikut tergoda karena kehangatan kelas menjadi hampa, tersekat bunga-bunga merajut asmara, pikiran tuk meleburkan suasana menjelma, kuhampiri dan ungkapkan rasa, mencoba mempropaganda suasana jalinan asmara yang ada, berlinangkan air mata, tak ada kata yang terucap diam seribu bahasa, menyelimuti suasana terhempas desiran angin semilir menusuk relung jiwa, hingga terjebak dalam permainan asmara, terpesona ucapan kata terus ku kejar meraih asa, tapi apa daya kodrat sangkuasa menentukan diluar asa yang ada, bersyukur tali persahabatan tetap terjaga, semua kenangan menjadi cerita, dimana masa muda tidak akan terulang kembali, hanya untaian doa semoga kebahagiaan menaungi kita dalam menggapai ridho-Nya. Aamiin...π
[15:55, 18/1/2018] ma irfan fitriadi akbar: Rintik hujan yang jatuh menyirami bumi, hati melayang mengisi angan yang terpendam hilang, datang tidak diundang etah apa gerangan, sepeda motor pun terparkir menghadang, Terlihat tatapan dan senyum yang manis membawa teduh. Seteduh nuansa alam yang berawan menunggu rintik hujan menjadi saksi pengakuannya.
Tercekat sebelum untaian kata-kata benar-benar terlepas sekat. Debar yang meningkat mengalahkan gemuruh badai. Pengakuan yang tak diduga bagaikan petir menyambar "undangan terucap hati tak sampai !!!" Kalimat itu akhirnya meluncur mulus dari mulut nya, Mungkin Butuh waktu tuk merangkai kata, hingga waktu yang tepat untuk berucap.
waktu kerja pun seakan menghimpit, hirupan nafas sesak seakan oksigens menipis, Hambar terasa seteguk minuman menjepit lidah menjadi kaku tak bicara, Keluhnya dalam hati, Kini semua lenyap ditelan hari. Beragam tanya muncul dalam kepala. Bagaimana bisa saling mengenal? Siapakah dia itu? Mengapa begitu cepat ? Mengapa cepat sekali membuat keputusan? namun tak sanggup bertanya. Sebab ia tahu yang dihadapannya kan segera pergi merajut mimpi dalam perjanjian ikatan suci.
[21:34, 19/1/2018] ma irfan fitriadi akbar: Detik waktu yang telah berlalu, detik hari yang tak bertepi, terus berputar hiasi denyut nadi, seakan waktu pengumuman menjadi misteri, itulah akhir sekolah kelulusan kami,,, π° satu persatu kamipun masuk keruang kelas, suasana tegang dan mencekam begitu kuat menyelimuti perasaan kami, terhelakan nafas panjang menjadi riuk gemuruh ucap kesyukuran kami, ketika pengumuman telah terucap dari guru kami, π takhayal saling berucap kata selamat terucap, berjabat tangan dan berpelukan hingga tak kuasa berlinangkan air mata keharuan penuh suka cita menjadi doa-doa kami, sujud syukur kami panjatkan pada-Mu ya Robbi,,, begitu banyak nikmat dan karunia-Mu yang tak terhingga kami rasakan, terlintas bayangan kedua orang tua kami yang telah mendidik kami dari buayan hingga dewasa kini, etah apa balas Budi yang dapat kami berikan untuk mereka berdua, semoga kesyukuran ini menjadi berkah untuk kita semua. Aamiin... π
[22:11, 19/1/2018] ma irfan fitriadi akbar: Persiapan perayaan kelulusan pun dimatangkan, rencana pergi kepangandaran, harus terlaksana, kenakalan anak muda mulai menggelitik, hasrat membuat unjuk gigi menjadi tak terkendali, cat Pilox segera di keluarkan, spidolpun turut menghiasi baju seragam kami, Corat coret pertanda merayakan kelulusan, ayo kita berangkat menuju pantai Pangandaran, dengan semangat kita berjalan menyusuri jalan sampailah kita di Pangandaran dengan keberanian anak jalanan, naik truk turun truk pun tak terhindarkan, perayaan kelulusan anak sekolah meramaikan suasana yang ada, tak khayal kerusuhan menyelimuti suasana Pangandaran, kamipun bermalam di pojok pantai yang aman dari biang keonaran, bertemu dengan teman seperjuangan waktu SMP, membawa aman terasa karena banyak pasukan yang ada. Pestapun di mainkan sampai larut dalam kegelapan malam. itulah coret-coret Pangandaran penuh kenangan. π€£
[22:13, 19/1/2018] ma irfan fitriadi akbar: Terdiam sejenak tuk merenung, hendak kemana lanjutkan langkah menggapai masadepan yang cerah, menikah belum siap, π bekerja Hem... Ingin tapi kerja apaan,π kuliah... Tapi... biayanya gmn, di kampus negeri masuk ga ya,,, pikiranpun melayang jauh, jauh kenegeri alam khayalan diri, mencoba tuk menggapai mimpi,,, π tapi sudahlah biar waktu yang menjawab itu semua... Celotehku dalam hati π
Persiapan perayaan kelulusan pun dimatangkan, rencana pergi kepangandaran, harus terlaksana, kenakalan anak muda mulai menggelitik, hasrat membuat unjuk gigi menjadi tak terkendali, cat Pilox segera di keluarkan, spidolpun turut menghiasi baju seragam kami, Corat coret pertanda merayakan kelulusan, ayo kita berangkat menuju pantai Pangandaran, dengan semangat kita berjalan menyusuri jalan sampailah kita di Pangandaran dengan keberanian anak jalanan, naik truk turun truk pun tak terhindarkan, perayaan kelulusan anak sekolah meramaikan suasana yang ada, tak khayal kerusuhan menyelimuti suasana Pangandaran, kamipun bermalam di pojok pantai yang aman dari biang keonaran, bertemu dengan teman seperjuangan waktu SMP, membawa aman terasa karena banyak pasukan yang ada. Pestapun di mainkan sampai larut dalam kegelapan malam. itulah coret-coret Pangandaran penuh kenangan. π€£π€£π
[00:32, 20/1/2018] ma ade wati: Pertama masuk pesantren kls 1 sanawiyah hati ini sangat gembira karena aku telah beranjak remaja dimana aku bisa merasakan betapa senangnya bisa memiliki banyak teman dan tumbuhnya getar" asmara tapi cintaku bertepuk sebelah tangan karena dia ga tau klw aq suka sama dia kls 1 belalu beranjak ke kls 2 dimana aku d satukan dengan orang" yang suka becanda dan berontak bahwa aku ini merasa paling populer d kls dan akhirnya kenakalanku tercium oleh kakaku yg waktu itu menjabat sebagai rois putri di situ ku di siksa di pukuli dan ga di beda"in sama yg lain dikucrak dari situ aku agak takut untuk nakal lagi kls 2 berlalu lanjut kelas 3 dimana ada getar" cinta sama temen kakaku yaitu kls 3 aliyah murid baru disitu kakaku ga setuju klw ak pacaran sama dia karena dia bragajulan anak kota yg ingin memperbaiki diri sampe" ak di pukulin lagi dan sampe ahirnya dia juga ga sampe lulus sekolah d aliyah. Dari situ ak trauma untuk pacaran (bersambung)
Lanjut cerita kls 3 sanawiyah waktu terus berjalan mendekati uijian sering ada kegiatan les pelajaran dimana kelas A &B disatukan dlm satu kelas disitu ada seseorang dari kelas A yg suka godain padahal semua orang tau dia punya gebetan d kelasya tak di sadari dia nyium pipiku trs aq d ketawain dan d sorakin sama temen" sampe" jadi malu dikarnakan lesnya malem jadi ga kelihatan pas pulang aku jegat dia di jalan tanpa ada yg tau dan kutampar dia π dg sekeras"nya sampe tangan juga merasa sakit dari situ ku musuhan sama orang itu sampe lulus sekolah ππ
[22:08, 24/1/2018] ma irfan fitriadi akbar: Entahlah,,, ini ruang rindu atau sekedar cerita masa lalu, yang jelas, kita harus jujur, bahwa kita punya perasaan yang sama, rindu akan masa sekolah kita dulu, yang selalu berbagi canda, tawa, suka dan duka, hingga jalinan asmara masa muda menjadi bumbu penghangat ruang kelas kita,,,
MA. Gegempalan telah memperkenalkan kita akan arti teman, sahabat bahkan saudara, yang membuat kita menjadi satu, satu ikatan keluarga, yaitu "IKBALAN" itulah nota kesepakatan kita.
Tapi... entahlah,,, mungkin hanya ini bait terakhir yang bisa kuberika, maaf kata yang tak teruca, dan maaf cerita yang digoreskan tak menjadi indah tuk dibaca, hampa terasa wujudpun tak lagi nyata, semoga kalian semua bahagia...
[10:56, 30/5/2018] ma tono hartono (sublem): fajar mulai terbit, terdengarlah hiruk pikuk kakak kelas, dia berteriak sambil ketuk pintu Brak brak brak hudaang subuh ngaji. Sangat perlahan mata terbuka dan pertama kali menghembus dalam telinga derasnya air di tempat wudlu walau pun keruh kami yakini penuh berkah. Bergegaslah kami semua pake sarung dan peci walau perasaan lemah lesu kantuk tetapi karena keyakinan kami shalat berjamaah di masjid. Saatnya pula kami mengaji kitab tafsir jalalain diajarkan, namun entah mengapa kantuk tak mau hilang walau duduk paling depan tepatnya senang dibawah meja sang kiyayi yang mengajarkan. Ternyata aku ketiduran tak dapat ku dengar apa yang beliau sampaikan. Pengajian pun selesai dilaksanakan ternyata oohh ternyata aku ditinggalkan oleh teman. Kiyayi pun membangunkan kata katanya masih terngiang"Ton ton hudang jang!baturmah geus kamarana". Allahu Akbar semoga beliau ditenangkan, Amiien. Sinar mentari mulai pagi kami bergegas mandi saling ingin mendahului, maklum banyak santri yaaa jadi harus antri. Pakaian putih abu dikenakan lalu kami mengantri makan nasi sebagai sarapan pagi laukpun tak terlupakan sampai sekarang masih ada dilidah (angeun terong).Masih terbayang juru bagi (ceuceu) dengan begitu lihainya tangan belia mengambil dua atau tiga siuk nasi sambil komat kamit "tuliskeun Am". Semoga beliau disehatkan, Amienn. Semoga cerita ini bermanfaat bagi kita semua dan anak keturunan kita.
[13/06/18 04.05.32] ma iwan wahyudin (kewong): Baluas ton,macana ada satu ucapan ajengan yg selalu ku ingat yaitu : kerjakan sesuatu dengan niat& harus Singkil,,, ucapan itu yg selalu menginspirasiku walau ada satu keinginan beliau yg tidak aku laksanakan yaitu kuliah,,,,, bukanya aku nggak mau, d keluargaku bkn hanya aku yg sekolah ada 3 adik-adikku, aku tdk mau jadi beban orangtuaku, satu lagi ucapan beliau yg selalu ku ingat yakni,,: harus banyak rumasa,, terimakasih sobat kita saling melengkapi,menutupi kekurangAn masing-masing,,,,βΊβΊβΊ