2. Perspektif Global
Perspektif adalah cara pandang atau cara berpikir seseorang tentang suatu obyek. Perspektif global adalah suatu cara pandang dan cara berfikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari segi sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Oleh karena itu, sikap dan perbuatan kita juga diarahkan untuk kepentingan global.
Dengan kata lain, perspektif global adalah suatu pandangan yang timbul akibat suatu kesadaran bahwa hidup dan kehidupan ini adalah untuk kepentingan global yang lebih luas. Seseorang harus berpikir secara global, dan bertindak secara lokal (think globally and act locally) dengan mencamkan betul bahwa yang kita lakukan dan perbuat akan mempengaruhi dunia secara global. Dalam diri murid harus ditanamkan bahwa kehidupan kita adalah bagian dari kehidupan dunia.
Sebagai pendidik, kita memerlukan suatu pendekatan yang akan menolong siswa untuk mengarahkannya kekehidupan yang sangat kompleks dan menjauhi pengertian tentang ruang, ras, agama, suku, sejarah dan kebudayaan yang akan menyebabkan dikhotomi yang salah sehingga apat memunculkan benih-benih konflik sehingga memunculkan pertentangan dunia. Peran guru dalam memahamkan nilai-nilai kebaikan adalah sebagai komunikator atau penghubung antara peserta didik dengan dunia luar. Untuk itu seorang guru harus:
Tertarik dan peduli terhadap kejadian dan kegiatan pada masyarakat local, nasional, dan global.
Secara aktif mencari dan menyimpan informasi yang bersifat dunia.
Mempunyai sifat terbuka, mau menerima setiap adanya pembaharuan. 4) Mau menyeleksi informasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sosial budaya masyarakat kita. Perspektif global adalah suatu pandangan, dimana guru dan murid secara bersamasama mengembangkan perspektif dan keteramplilan untuk menyelidiki sesuatu yang berkaitan dengan isu global. Isu global antara lain adalah isu lingkungan, hak asasi manusia, keadilan, studi tentang dunia, dan pengembangan pendidikan.