Siklus menstruasi adalah siklus kompleks yang merupakan hasil interaksi sistem endokrin (hormon) dengan sistem reproduksi yang menyebabkan terjadinya perubahan pada endometrium uterus. Perubahan endometrium uterus menyebabkan terjadinya perdarahan bulanan atau menstruasi. Siklus menstruasi terjadi saat pubertas dimulai. Agar dapat memahami siklus menstruasi dengan baik, silakan pelajari uraian materi, gambar, dan video berikut!
Siklus menstruasi merupakan jumlah hari dari hari pertama menstruasi sampai hari sebelum menstruasi bulan berikutnya
Contoh: Putri mengalami menstruasi pada 1 April. Di bulan berikutnya, Putri mengalami menstruasi pada 5 Mei. Maka siklus menstruasi yang dialami Putri dihitung dari 1 April hingga 4 Mei.
Pada umumnya, rentang siklus menstruasi normal adalah 28 hari. Namun, pada kenyataannya, akan sangat beragam pada setiap wanita. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh dan hormon setiap wanita yang berbeda-beda.
Pada hari ke-14 ovum akan dilepas atau dikeluarkan dari ovarium, proses ini disebut ovulasi
Masa subur adalah suatu masa di dalam siklus menstruasi, di mana di dalamnya terdapat ovum yang matang yang diovulasikan
Masa subur terjadi ± pada hari ke-14 dalam siklus menstruasi normal
Gambar 3.1 Bagan pembagian fase-fase pada siklus menstruasi
Sumber: Pengembang (2025)
SIKLUS OVARIUM (membahas mengenai perubahan-perubahan kondisi yang terjadi di organ ovarium)
FASE FOLIKEL (hari 1-13)
Pada fase ini, folikel-folikel pada ovarium mengalami perkembangan. Tapi nantinya, hanya satu folikel yang akan matang dan mengalami ovulasi, folikel lainnya akan hancur. Perkembangan folikel nantinya akan merangsang dihasilkannya hormon estrogen. Folikel paling awal disebut sebagai folikel primordial (folikel yang di dalamnya sudah terdapat oosit primer). Folikel primordial akan berkembang menjadi folikel primer. Folikel primer merupakan folikel kecil yang merupakan awal dari proses perkembangan folikel hingga menjadi folikel matang. Folikel primer akan berkembang hingga menjadi folikel sekunder. Folikel sekunder merupakan folikel yang memiliki ruang (antrum) yang di dalamnya berisi cairan yang berperan untuk mendukung pematangan oosit. Folikel sekunder akan berkembang hingga menjadi folikel de Graaf. Folikel de Graaf merupakan folikel yang sudah matang, tumbuh sangat besar, dan membentuk suatu pembengkakan di dekat dinding ovarium. Di dalam folikel de Graaf, oosit primer sudah membelah menjadi oosit sekunder.
FASE OVULASI (hari 14)
Pada fase ini, terjadi ovulasi atau dilepaskannya ovum dari ovarium. Untuk lebih tepatnya, yang dilepaskan adalah ovum ketika sedang dalam tahap oosit sekunder. Dinding ovarium pecah, folikel de Graaf robek dan melepaskan oosit sekunder di dalamnya. Robeknya folikel de Graaf dipengaruhi oleh adanya sintesis hormon prostaglandin akibat dari kadar LH yang sedang tinggi.
FASE LUTEAL (hari 15-28)
Pada fase ini, folikel de Graaf menua dan menjadi korpus luteum (badan kuning). Korpus luteum berperan untuk memproduksi hormon progesteron dalam kadar tinggi yang mendukung persiapan kehamilan. Selain progesteron, korpus luteum juga memproduksi estrogen namun dalam jumlah sedikit. Apabila tidak terjadi pembuahan, maka tidak akan ada kehamilan, dan oleh karena itu, korpus luteum akan mengalami degenerasi (rusak) lalu menjadi korpus albikan (badan putih), dan selanjutnya siklus ovarium akan berulang dari awal. Sementara akibat dari rusaknya korpus luteum, pada endometrium akan mengalami peluruhan dan terjadi menstruasi.
SIKLUS ENDOMETRIUM (membahas mengenai perubahan-perubahan kondisi yang terjadi di organ endometrium)
FASE MENSTRUASI (hari 1-7)
Merupakan fase pengeluaran darah dan sisa luruhnya endometrium melalui vagina. Hari ke-1 menstruasi dihitung sebagai permulaan siklus baru dan dimulainya fase folikel pada ovarium. Saat menstruasi masih berlangsung, sel-sel lapisan basal (lapisan terdalam) membelah untuk memperbaiki endometrium di bawah pengaruh estrogen yang dihasilkan oleh folikel yang sedang tumbuh di dalam ovarium. Saat korpus luteum rusak akibat tidak adanya pembuahan, kadar hormon di ovarium akan menurun. Hal inilah yang menyebabkan pembuluh darah endometrium menyempit. Dan akibatnya, lapisan endometrium akan terdisintegrasi karena tidak memperoleh sirkulasi darah yang cukup. Pembuluh darah kecil di endometrium menyempit, melepaskan darah yang terbuang bersama jaringan dan cairan endometrium. Hasilnya adalah terjadi menstruasi.
FASE PROLIFERASI (hari 8-14)
Merupakan fase yang terjadi setelah akhir menstruasi hingga ovulasi. Hormon estrogen hasil dari perkembangan folikel di ovarium akan merangsang proliferasi (pertumbuhan & perbanyakan sel serta jaringan) endometrium untuk mulai menebal serta merangsang pertumbuhan kelenjar dan pembuluh darah pada endometrium .
FASE SEKRETORI/PROGESTASI (hari 15-28)
Merupakan fase yang terjadi setelah ovulasi atau ketika terbentuk korpus luteum di ovarium. Korpus luteum memproduksi progesteron dalam jumlah besar dan sedikit estrogen. Progesteron akan merangsang perkembangan endometrium lebih lanjut. Hal ini akan mengubah endometrium menjadi semakin tebal sekaligus kaya akan pembuluh darah dan kelenjar. Kelenjar-kelenjar ini menyekresikan cairan nutrien yang dapat mempertahankan embrio awal bahkan sebelum tertanam di dalam endometrium. Kondisi-kondisi tersebut dipersiapkan untuk mendukung kehidupan embrio jika terjadi pembuahan. Namun, apabila tidak terjadi pembuahan, endometrium akan meluruh dan terjadi menstruasi (dimulainya fase menstruasi).
HORMON (membahas mengenai pengaruh hormon terhadap kondisi yang terjadi pada organ)
Berikut merupakan fungsi utama dari hormon-hormon dalam siklus menstruasi. Cara kerja hormon akan dijelaskan lebih lanjut pada bagan cara kerja hormon di gambar 3.2 dan audio 3.1.
FSH (Folicle Stimulating Hormone)
Berperan dalam merangsang pertumbuhan folikel-folikel ovarium hingga matang.
LH (Luteinizing Hormone)
Berperan peran penting dalam proses ovulasi. Kadar LH yang tinggi akan merangsang dihasilkannya hormon prostaglandin yang dapat merobek folikel de Graaf atau folikel matang, dan terjadilah ovulasi.
Estrogen/estradiol
Berperan dalam merangsang sekresi hormon LH. Estrogen yang meningkat (akibat dari folikel yang semakin berkembang) akan meningkatkan produksi LH. Kadar LH yang tinggi akan menyebabkan folikel matang pecah dan terjadi ovulasi. Selain karena pengaruh dari perkembangan folikel, estrogen juga nantinya akan dihasilkan melalui pengaruh korpus luteum, namun dalam kadar yang sedikit.
Progesteron
Berperan dalam mempersiapkan dan mendukung kehamilan. Progesteron diproduksi dalam jumlah besar oleh korpus luteum. Progesteron dapat memicu penebalan endometrium dan membuat endometrium kaya akan pembuluh darah untuk mendukung kehidupan embrio apaila terjadi pembuahan. Tingginya hormon progesteron pada korpus luteum akan membuat proses menstruasi dan ovulasi terhenti pada saat seseorang sedang mengalami kehamilan. Oleh karena itu, progesteron juga dapat digunakan untuk menunda menstruasi.
Tahukah kamu?
Menstruasi seseorang bisa ditunda loh! 😱😱😱
IYAP hormon progesteron sering digunakan dalam bentuk obat seperti pil untuk menunda menstruasi (Sumber: Rahmadana dkk., 2023).
Gambar 3.2 Grafik siklus menstruasi
Gambar 3.3 Grafik siklus menstruasi
Sumber: Campbell (2021)
Untuk menambah pemahamanmu mengenai siklus menstruasi, tontonlah video berikut!
Video 3.1 Siklus menstruasi
Gambar 3.4 Cara kerja hormon dalam siklus menstruasi
Sumber: Pengembang (2025)
Untuk menguji pemahamanmu mengenai siklus menstruasi, jawablah pertanyaan berikut!
Jelaskan tahapan perkembangan folikel ovarium!
Wita memiliki siklus menstruasi selama 28 hari. Pada 23 Juli, ia mengalami menstruasi hari pertama. Dengan demikian, kapan perkiraan masa ovulasi Wita akan terjadi?
Apa peran hormon estrogen dalam proses ovulasi?
Mengapa selama masa kehamilan tidak terjadi menstruasi?
Bagaimana kondisi endometrium setelah ovulasi?