Amati gambar berikut dengan cermat !
Tahukah kalian?
Beberapa senyawa yang sering kita jumpai, seperti NaCl (natrium klorida) yang dikenal sebagai garam dapur, K₂SO₄ (kalium sulfat) yang sering digunakan sebagai pupuk, serta Pb(NO₃)₂ (timbal(II) nitrat) yang digunakan dalam proses pemurnian dan pemisahan emas dalam penambangan emas. Semuanya termasuk ke dalam senyawa ion. Senyawa ion terbentuk dari ikatan antara kation (ion bermuatan positif) dan anion (ion bermuatan negatif). Dalam penamaannya, terdapat aturan khusus yang harus diperhatikan, misalnya penggunaan angka Romawi pada beberapa kation logam yang dapat memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi. Mengapa aturan ini penting dan bagaimana penerapannya pada berbagai senyawa ion? Apa peran muatan ion dalam menentukan nama senyawa? Pertanyaan ini akan kita kaji lebih lanjut pada tahap identifikasi masalah. Pertanyaan ini akan kita bahas lebih lanjut pada materi tata nama senyawa poliatom..
Definisi Senyawa Poliatom
Senyawa poliatom adalah senyawa yang terdiri dari tiga unsur yang berbeda atau lebih yang terbentuk dari ion-ion poliatomik. Biasanya senyawa ini mengandung ion atau gugus atom tertentu yang memiliki muatan.
Aturan Tata Nama Senyawa Poliatom
Senyawa yang kationnya mempunyai satu biloks (logam umumnya golongan IA, IIA, dan Al) nama kationnya sesuai dengan unsurnya, kemudian diikuti nama anion poliatomnya.
Contoh :
2. Senyawa yang kationnya mempunyai biloks lebih dari satu, nama kationnya diikuti dengan biloks (ditulis angka romawi)
dan diikuti dengan anion poliatomiknya.
Contoh :