1.Darah
Darah merupakan media pengangkut yang membawa kebutuhan jaringan tubuh seperti oksigen, karbondioksida, nutrien, elektrolit, dan, hormon. Darah berfungsi untuk transportasi, pertahanan, dan regulasi. Darah termasuk jaringan ikat yang terdiri dari sel-sel (eritrosit, leukosit, dan trombosit) yang terendam pada cairan kompleks plasma. Berikut merupakan komponen utama penyusun darah.
a. Sel Darah Merah (Eritrosit)
Eritrosit merupakan sel terbanyak dalam darah yang mengandung senyawa berwarna merah yang disebut hemoglobin dengan ciri bentuk cakram bikonkaf tidak berinti. Hemoglobin merupakan zat didalamnya yang akan bertambah merah jika didalamnya banyak mengandung oksigen. Hemoglobin mengandung kira-kira 95% besi dan berfungsi membawa oksigen dengan cara mengikat oksigen menjadi oksihemoglobin dan diedarkan keseluruh tubuh untuk kebutuhan metabolisme.
b. Sel Darah Putih (Leukosit)
->Leukosit terdiri dari 2 kategori yaitu granulosit dan agranulosit.
1.) Granulosit, yaitu sel darah putih yang di dalam sitoplasmanya terdapat granula granula. Granula-granula ini mempunyai perbedaan kemampuan mengikat warna misalnya pada eosinofil mempunyai granula berwarna merah terang, basofil berwarna biru dan neutrofil berwarna ungu pucat.
2.) Agranulosit, merupakan bagian dari sel darah putih dimana mempunyai inti sel satu lobus dan sitoplasmanya tidak bergranula. Leukosit yang termasuk agranulosit adalah limfosit, dan monosit.
->Dalam keadaan normal leukosit yang dapat dijumpai menurut ukuran yang telah dibakukan adalah basofil, eosinofil, neutrofil, limfosit dan monosit.
1.) Neutrofil, hanya berada dalam sirkulasi sekitar 7 jam. Neutrofil adalah sel fagosit yang berespons terhadap rangsangan kemotaksis dengan bermigrasi ke lokasi-lokasi infeksi, inflamasi atau kematian sel.
2.) Eosinofil, mirip dengan neutrofil, kecuali granula sitoplasmanya lebih kasar dan lebih merah dan jarang terdapat lebih dari tiga lobus inti. Memilikiperan khusus dalam respon alergi, pertahanan terhadap parasit dan pembuangan fibrin yang terbentuk selama peradangan .
3.) Basofil, sel ini hanya kadang-kadang ditemukan dalam darah tepi normal. Basofil mempunyai banyak granula sitoplasma yang gelap yang menutupi inti dan mengandung heparin dan histamin. Sel-sel ini bertahan sekitar 4-5 hari dalam jaringan sebelum dihancurkan selama tindakan pertahanan atau sebagai akibat penuaan
4.) Monosit, biasanya lebih besar daripada leukosit darah tepi lainnya dan mempunyai inti sentral yang besar dan berbentuk lonjong atau melekuk dengan kromatin yang menggumpal. Monosit yang jika masuk ke dalam jaringan berubah menjadi makrofag memang pada awalnya dikenal dengan fungsi utamanya yaitu fagositosis.
5.) Limfosit, sel yang lebih kecil daripada granulosit dan memiliki nukleus bulat. Sebagian kecil diantaranya memiliki sedikit granul sitoplasma. Limfosit dalam sirkulasi kelihatan sangat mirip satu sama lain, tetapi terdiri dari tiga galur, yaitu sel B, sel T dan sel pembunuh alamiah.
c. Trombosit
Trombosit dihasilkan oleh sumsum tulang yang berdiferensiasi menjadi megakariosit. Trombosit pada tubuh berperan penting dalam pembentukan darah, mengontrol pendarahan, apabila terjadi cedera vaskuler trombosit berkumpul pada tempat tersebut. Sementara itu, fungsi utama trombosit yaitu membentuk sumbatan mekanis selama respon homeostasis normal terhadap luka vaskular. Selama proses ini, trombosit akan mengalami adhesi (perlekatan trombosit pada jaringan sub-endotel pada pembuluh darah yang terluka), pelepasan isi vesikel, dan agregasi (perlekatan antar sel trombosit) hingga terbentuk sumbat primer.
2. Jantung
Jantung merupakan organ berongga, berotot yang terletak di tengah thorax dan menempati rongga antara paru dan diafragma. Di dalam jantung terdapat cairan perikardium, yang berfungsi untuk mengurangi gesekan yang timbul akibat gerak jantung saat memompa. Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan, yaitu lapisan luar (perikardium), lapisan tengah (miokardium) yang merupakan lapisan berotot, dan lapisan dalam (endokardium). Organ jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu dua ruang berdinding tipis (atrium), dan dua ruang berdinding tebal (ventrikel).
a. Atrium
Atrium terdiri dari atrium kanan dan atrium kiri. Atrium kanan berfungsi sebagai tempat penampungan darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh. Darah selanjutnya mengalir melalui vena cava superior, vena cava inferior, serta sinus koronarius yang berasal dari jantung itu sendiri. Kemudian darah dipompa menuju ventrikel kanan hingga ke paru-paru. Atrium kiri berfungsi sebagai penerima darah yang kaya akan oksigen dari kedua paru melalui empat buah vena pulmonalis, lalu darah menuju ke ventrikel kiri, hingga ke seluruh tubuh melalui aorta.
b. Ventrikel
Permukaan dalam ventrikel memperlihatkan alur-alur otot yang disebut trabekula. Beberapa alur tampak menonjol yang disebut sebagai muskulus papilaris. Ujung muskulus papilaris terhubung dengan adanya tepi daun katup atrioventrikuler oleh serat-serat yang disebut korda tendinae.
1.) Ventrikel kanan, menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
2.) Ventrikel kiri, menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta.
Kedua ventrikel ini dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel. Untuk menghubungkan antara ruang satu dengan yang lain, jantung dilengkapi dengan katup-katup
3. Pembuluh DArah
a. Pembuluh nadi (arteri)
Arteri berfungsi membawa darah meninggalkan jantung. Arteri memiliki dinding yang tebal, kuat, dan bersifat elastis. Pembuluh arteri memiliki sebuah katup (valvula semilunaris) yang berada tepat di luar jantung. Letak pembuluh nadi biasanya di dalam tubuh, hannya beberapa yang terletak di dekat permukaan sehingga dapat dirasakan denyutnya
b. Pembuluh Balik (Vena)
Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke atrium jantung. Venalebih mudah dikenali dari pada nadi karena letaknya di daerah permukaan. Seperti halnya nadi, vena juga disusun oleh tiga lapisan, tetapi dinding pembuluh ini lebih tipis dan tidak elastis. Tekanan vena lebih lemah dibandingkan dengan pembuluh nadi dan di sepanjang vena terdapat katup yang menjaga agar darah tak kembali lagi ke sel atau jaringan
c. Kapiler
Kapiler (pembuluh rambut) merupakan pembuluh darah yang sangat halus, berdiameter sekitar 0,008 mm, serta berdinding sangat tipis sehingga memudahkan plasma darah dan zat makanan merembes ke jaringan antar sel. Dinding kapiler tersusun dari selapis endotelium. Kapiler menghubungkan antara arteri dengan venula. Area kapiler di seluruh tubuh sangat luas, diperkirakan sekitar 7.000 m2 pada orang dewasa. Bagian tubuh yang tidak memiliki kapiler, yaitu rambut, kuku, tulang rawan, dan kornea mata.