Pada sistem AC, terdiri dari beberapa komponen yang saling bekerja satu sama lainnya sehingga freon dapat bersirkulasi di dalam AC. Untuk rangkaian kelistrikan AC mobil sendiri dibagi menjadi dua yaitu rangkaian listrik blower dan termostat. Rangkaian listrik blower berfungsi mengontrol kecepatan dari komponen blower melalui saklar. Sedangkan untuk rangkaian listrik termostat berfungsi mengatur suhu di dalam kabin mobil. Pada rangkaian ini arus listrik arus listrik bisa disambungkan dan diputus secara otomatis.
Langkah kerja dari kelistrikan AC mobil antara lain:
a) Saat posisi kontak On
Saat kunci kontak ON maka arus listrik akan standby dibeberapa komponen sistem kelistrikan (sakelar blower, thermostat, dan terminal 30 relay magnetic clutch).
b) Saat Sakelar Blower Hidup
· Posisi sakelar blower ON keadaan rendah (LOW) :
Arus dari sakelar blower → terminal low sakelar blower → motor blower → massa. Sehingga mengakibatkan blower bekerja dengan kecepatan rendah.
· Posisi sakelar blower ON keadaan sedang (MEDIUM) :
Arus dari sakelar blower → terminal sakelar sedang blower → motor blower → massa. Sehingga mengakibatkan blower bekerja dengan kecepatan sedang.
· Posisi sakelar blower ON keadaan tinggi (HIGH) :
Arus dari sakelar blower → terminal high sakelar blower → motor blower → massa. Sehingga mengakibatkan blower bekerja dengan kecepatan tinggi.
c) Saat thermostat membuka
Saat kunci kontak ON dan saklar AC menyala mengakibatkan arus listrik akan standby di terminal 30 relay dan solenoid atau thermostat. Kondisi saat thermostat mengetahui temperatur ruangan yang tidak sesuai dengan spesifikasi maka thermostat akan membuka. Saat pembukaan thermostat (solenoid) maka arus listrik akan dilanjutkan ke terminal 86 relay → kumparan relay → terminal 85 relay → sakelar AC → massa. Sehingga mengakibatkan relay akan aktif dan terminal 30 dan 87 relay akan tersambung. Kemudian arus yang standby di terminal 30 relay akan mengalir ke terminal 87 relay → magnetic clutch dan extra fan → massa. Sehingga mengakibatkan extra fan berputar dan magnetic clutch akan menyambungkan putaran mesin ke kompressor yang mengakibatkan freon akan bersirkulasi dalam sistem. Freon yang bersirkulasi akan meresap panas udara yang nanti akan dihembuskan blower. Hal ini mengakibatkan udara yang masuk ke ruangan kabin jadi sejuk.