Teori atom Dalton didasarkan pada anggapan:
Semua benda tersusun atas atom
Atom-atom tidak dapat dibagi maupun dipecah menjadi bagian lain
Atom-atom tidak dapat dicipta maupun dihancurkan
Atom-atom dari unsur tertentu adalah indentik satu terhadap lainnya dalam ukuran, massa, dan sifat-sifat yang lain, namun mereka berbeda dari atom-atom dari unsur-unsur yang lain.
Perubahan kimia merupakan penyatuan atau pemisahan dari atom-atom yang tak dapat dibagi, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Meningkatkan rasa minat terhadap penelitian model atom berikutnya.
Mampu menjelaskan Hukum Kekelalan Massa, Hukum Perbandingan Tetap, dan Hukum Perbandingan Berganda
Poin Kunci :
Atom merupakan partikel terkecil berbentuk bulat yang tidak bermuatan dan dapat melakukan penggabungan kimia.
Tidak dapat menjelaskan tentang bagaimana cara atom-atom saling berikatan.
Tidak dapat menjelaskan hubungan antara larutan senyawa dengan daya hantar arus listrik, karena atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak bisa dibagi lagi.
Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi.
Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan atom unsur yang lain.
Belum melibatkan partikel subatomik antaralain proton, elektron, dan neutron.
Thomson mengemukakan tentang atom sebagai berikut:
Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif.
Tersebar elektron yang bermuatan negatif secara rata di dalam atom.
Jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif, sehingga atom bersifat netral.
Membuktikan bahwa atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Hal itu karena Thomson menemukan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom.
Membuktikan bahwa atom bersifat netral yang tersusun dari partikel-partikel yang bermuatan positif dan negatif.
Membuktikan bahwa adanya elektron dalam semua unsur.
Membuktikan bahwa adanya elektron dalam semua unsur.
Melibatkan partikel subatomik berupa elektron.
Tidak dapat menjelaskan tentang susunan muatan positif.
Tidak dapat menjelaskan tentang inti atom.
Poin Kunci :
Atom merupakan suatu bola pejal bermuatan positif dan memiliki electron bermuatan negatif yang tersebar secara merata di dalam atom. Sehingga, teori atom Thomson sering disebut dengan teori roti kismis, mengibaratkan roti adalah atom yang bermuatan positif dan kismis adalah elektron yang menyebar secara merata pada atom.
Rutherford mengemukakan tentang atom sebagai berikut:
Elektron yang bermuatan negatif bergerak mengelilingi inti atom yang bermuatan positif dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Atom mempunyai inti atom (bermuatan positif) yang menjadi pusat massa atom.
Penyebaran partikel alfa tidak dipengaruhi oleh awan elektron.
Sebagian besar dari atom merupakan permukaan yang hampa atau kosong.
Sebagian kecil partikel alfa yang lewat akan dibelokkan dan sedikit sekali pantulkan.
Sebagian besar lainnya tidak mengalami pembelokkan/hambatan.
Dapat menggambarkan dan menjelaskan bentuk lintasan elektron yang mengelilingi inti atom, sehingga mudah dipahami.
Dapat menyimpulkan bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti atom yang dimana satu sama lain terpisah oleh ruang hampa.
Dapat menjelaskan pergerakan elektron disekitar inti atom
Tidak mampu menjelaskan mengapa elektron tidak pernah jatuh ke dalam inti atom sesuai dengan teori fisika klasik.
Tidak mampu menjelaskan tentang spektrum garis pada atom hidrogen (H).
Tidak mampu menjelaskan letak elektron dan cara rotasinya terhadap inti atom.
Elektron yang bergerak akan memancarkan energi, sehingga energi atom menjadi tidak stabil.
Poin Kunci :
Atom terdiri atas inti atom yang berukuran sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi elektron yang bergerak pada lintasannya.
Bohr mengemukakan tentang atom sebagai berikut:
Elektron dalam atom bergerak melalui lintasan yang merupakan tingkat energi tertentu, dengan demikian elektron juga mempunyai energi tertentu.
Selama bergerak dalam lintasannya elektron tidak memancarkan energi disebut keadaan stationer atau dasar.
Elektron dalam atom dapat menyerap energi dan pindah ke lintasan/tingkat energi yang lebih tinggi (disebut eksitasi atau promosi).
Dapat memperbaiki kelemahan dari teori atom Rutherford.
Dapat membuktikan adanya lintasan elektron untuk atom hidrogen.
Dapat menjelaskan spektrum atom hidrogen secara akurat.
Poin Kunci :
Atom terdiri dari inti atom yang mengantung proton dan neutron, sedangkan elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit electron atau tingkat energi elektron.
Tidak dapat menjelaskan spektrum warna dari atom-atom yang mempunyai banyak elektron atau yang lebih kompleks.
Tidak dapat menjelaskan adanya garis-garis halus dalam spektrum hidrogen (efek Zeeman) karena Bohr menganggap elektron sebagai partikel.
Model atom Bohr memiliki nilai momentum sudut lintasan ground state yang salah.
Tidak bisa mengetahui intensitas relatif garis spektra.
Tidak bisa menjelaskan struktur garis spektra yang baik.
Tidak dapat menjelaskan atom selain atom hidrogen.
Teori Atom Mekanika Kuantum didasarkan pada dualisme sifat elektron, yaitu sebagai gelombang dan sebagai partikel.
Menurut de Broglie, cahaya dapat berperilaku sebagai materi dan berperilaku sebagai gelombang (dikenal dengan istilah dualisme gelombang partikel). Menurut Heisenberg, tidak mungkin menentukan kecepatan dan posisi elektron secara bersamaan, tetapi yang dapat ditentukan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti.
Erwin Schrodinger mengajukan teori yang disebut teori atom mekanika kuantum ”Kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti yang dapat ditentukan adalah kemungkinan menemukan elektron sebagai fungsi jarak dari inti atom”.
Daerah dengan kemungkinan terbesar ditemukan elektron disebut orbital. Orbital digambarkan berupa awan, yang tebal tipisnya menyatakan besar kecilnya kemungkinan ditemukan elektron di daerah tersebut. Kemudian Werner Heisenberg mengemukakan bahwa metode eksperimen yang digunakan untuk menemukan posisi atau momentum suatu partikel seperti elektron dapat menyebabkan perubahan, baik pada posisi, momentum atau keduanya.
Teori Schrodinger dan prinsip ketidakpastian Heisenberg melahirkan model atom mekanika kuantum sebagai berikut:
Posisi elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti.
Atom mempunyai kulit elektron.
Setiap kulit elektron memiliki subkulit elektron.
Setiap subkulit elektron memiliki sub-sub kulit elektron