Virus berkembangbiak dengan cara replikasi (perbanyakan diri) dalam sel inang. Energi dan bahan untuk sintesis virus berasal dari sel inang. Asam nukleat virus yang membawa informasi genetik untuk menyandikan semua makromolekul pembentuk virus di dalam sel inang sehingga virus baru yang terbentuk memiliki sifat yang sama dengan virus induk. Replikasi virus terbagi menjadi dua siklus yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.
Siklus Litik
Siklus Lisogenik
Siklus litik terjadi apabila pertahanan sel inang lebih lemah dibandingkan daya infeksi virus sehingga tahapan siklus bisa berlangsung secara cepat. Virus yang mampu bereproduksi dengan siklus litik disebut virus virulen. Pada siklus litik, sel inang akan pecah dan mati serta terbentuk virion-virion baru.
Siklus Lisogenik terjadi jika sel inang memiliki pertahanan yang lebih baik dibandingkan daya infeksi virus sehingga sel inang tidak segera pecah, bahkan dapat bereproduksi secara normal (membelah diri).
Pada siklus lisogenik terjadi peristiwa berikut
Tidak terbentuk virion baru
Sel inang mengandung profag (gabungan DNA virus dengan kromosom sel inang)
Sel inang tidak rusak atau tidak mati, bahkan dapat membelah diri.
Perbedaan Siklus Litik dan Siklus Lisogenik
Sumber : IDNtimes.com
Tobacco mosaik virus (TMV) adalah virus yang menyebabkan penyakit pada tanaman tembakau dan tumbuhan anggota suku terong terongan (solanaceae) lain. Gejala penyakit mosaik adalah klorotik disekitar tulang daun, semakin lama daun menjadi nerwarna belang (mosaik) daun yang berwarna hijau akan lebih tua warnanya dan pertumbuhan daun terhambat (ukuran menjadi lebih kecil) Pada daun terjadi bercak - bercak hijau muda atau kuning yang tidak teratur.
Penyakit tungro merupakan penyakit padi yang disebabkan oleh dua jenis virus yaitu virus yang berbentuk batang atau virus batang tungro padi Rice tungro bacilliform virus (RTBV), dan virus berbentuk bulat atau virus bulat tungro padi Rice tungro spherical virus (RTSV). Kedua virus tersebut ditularkan oleh beberapa spesies wereng hijau dan wereng daun lainnya. Tanaman padi yang terinfeksi virus-virus tungro umumnya tampak kerdil dan daun berwarna kuning terutama pada daun muda.
Sumber : CVpraditaparamita.com
Sumber : Freepik.com
Begomovirus merupakan sekelompok virus tanaman yang telah muncul dalam beberapa dekade terakhir sebagai ancaman serius terhadap produksi banyak tanaman sayuran, akar dan serat di daerah tropis, subtropis dan daerah beriklim sedang di dunia. Begomovirus banyak menyerang tanaman seperti tomat dan cabai.
Sumber : Freepik.com
Virus yang dikenal sebagai flu burung, merupakan virus yang menyebar dari burung ke manusia, dan dapat menyebabkan penyakit parah hingga kematian. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1996 di wilayah barat daya Cina dan sejak saat itu menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia. Sumber penyebaran virus ini pada manusia berasal dari burung yang terinfeksi, terutama unggas seperti ayam, bebek, dan angsa. Virus ini diklasifikasikan sebagai virus influenza tipe A, yang dapat mengalami mutasi dan bermutasi secara terus-menerus, sehingga menimbulkan risiko penyebaran yang lebih besar pada manusia. Virus ini juga dikenal sebagai virus flu burung yang memiliki sifat patogen, hal ini dapat menyebabkan kematian pada unggas dalam waktu yang relatif cepat.
Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit menular akut, menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh Lyssavirus. Virus rabies bisa menular melalui air liur, gigitan atau cakaran dan jilatan pada kulit yang luka oleh hewan yang terinfeksi rabies, hewan yang berisiko tinggi tinggi untuk menularkan rabies umumnya adalah hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin rabies.
Sumber : Freepik.com
Sumber : Medion.co.id
Penyakit Newcastle yang mematikan, yang sebelumnya dikenal sebagai penyakit Newcastle eksotik, adalah penyakit virus yang menular dan fatal yang mempengaruhi sistem pernapasan, saraf, dan pencernaan burung dan unggas. Penyakit ini sangat ganas sehingga banyak burung dan unggas yang mati tanpa menunjukkan tanda-tanda klinis.
Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit virus yang parah dan sangat menular pada hewan ternak yang memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Penyakit ini menyerang sapi, babi, domba, kambing, dan ruminansia berkuku belah lainnya. Penyakit ini merupakan penyakit hewan lintas batas (TAD) yang sangat mempengaruhi produksi ternak dan mengganggu perdagangan hewan dan produk hewan secara regional dan internasional. Penyakit ini diperkirakan beredar di 77% populasi ternak global, di Afrika, Timur Tengah dan Asia, serta di wilayah terbatas di Amerika Selatan.
Sumber : MSDVetmanual.com
Sumber : Freepik.com
Penyakit virus Ebola (EVD atau Ebola) adalah penyakit langka namun parah pada manusia seringkali berakibat fatal. Ebola masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit atau ketika menyentuh mata, hidung atau mulut. Ebola pertama kali muncul pada tahun 1976 dalam 2 wabah yang terjadi bersamaan, satu di Nzara, Sudan Selatan, dan lainnya di Yambuku, Republik Demokratik Kongo. Yang terakhir ini terjadi di sebuah desa dekat Sungai Ebola, yang menjadi asal muasal nama penyakit ini.
Rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Kebanyakan orang yang tertular rubella biasanya menderita penyakit ringan, dengan gejala berupa demam ringan, sakit tenggorokan, dan ruam yang dimulai di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Rubella dapat menyebabkan keguguran atau cacat lahir yang serius pada bayi yang sedang berkembang jika seorang wanita tertular saat dia hamil. Perlindungan terbaik terhadap rubella adalah vaksin MMR (measles-mumps-rubella).
Sumber : KompasHealth.com
Sumber : Freepik.com
Human immunodeficiency virus (HIV) adalah infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah tahap paling lanjut dari penyakit ini.
HIV menargetkan sel darah putih tubuh, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat Anda lebih mudah terserang penyakit seperti tuberkulosis, infeksi, dan beberapa jenis kanker.
HIV menyebar dari cairan tubuh orang yang terinfeksi, termasuk darah, air susu ibu, air mani, dan cairan vagina. HIV tidak menyebar melalui ciuman, pelukan, atau berbagi makanan. HIV juga dapat menyebar dari seorang ibu ke bayinya.
Virus dapat direkayasa dengan disisipi gen yang menguntungkan, sehingga virus dapat menjadi pembawa/vektor
Bakteri yang disisipi virus akan membentuk profage yang bersifat tidak ganas, sehingga sifat patogen menjadi lemah.
Vaksin adalah antigen (virus) yang telah lemah atau hilang patogenitasnya dan dapat merangsang ingatan imunologis dan pembentukan antibodi dan interferon tubuh secara alami