Fungsi badan golgi, yaitu sebagai berikut.
Berperan dalam proses sekresi.
Membuat makromolekul, seperti polisakarida dan asam hialuronat (zat lengket pada sel-sel hewan).
Membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim pemecah selubung sel telur.
Membentuk membran plasma dari vesikula-vesikula yang dilepaskan.
Membentuk dinding sel pada tumbuhan.
Gambar tersebut merupakan badan golgi di bawah mikroskop transmisi elektron (Urry, dkk., 2020)
Badan golgi terdiri atas tumpukan kantong membran pipih sisterna dan vesikula-vesikula. Badan golgi berperan sebagai pusat reproduksi, pergudangan, pernyortiran, dan pengiriman produk sel. Badan golgi pada tumbuhan disebut diktiosom.
Lisosom merupakan organel kecil berdiameter 0,1 mikrometer dan berbentuk seperti kantong (vesikel) yang diselubungi membran tunggal. Lisosom berisi enzim hidrolitik yang mencerna makromolekul. Lisosom dibuat di RE kasar, kemudia ditransfer dan diproses lebih lanjut lagi di badan golgi.
Gambar tersebut menunjukkan sel makrofag (sejenis sel darah putih) dari tikus (Urry, dkk., 2020), dimana lisosom tampak sangat gelap karena pewarna yang bereaksi dengan salah satu produk pencernaan dalam lisosom (mikroskop transmisi elektron). Makrofag menelan dan menghancurkan bakteri dan virus menggunakan lisosom.
Fungsi lisosom, yaitu sebagai berikut.
Berperan pada pencernaan intrasel.
Berperan pada proses fagositosis (menelan dan mencerna partikel yang lebih kecil, contohnya Amoeba. Pada manusia, sel makrofag memfagositosis bakteri atau kuman penyakit lainnya.
Autofag, menelan dan mendaur ulang organel yang rusak.
Autolisis, perusakan sel sendiri dengan cara membebaskan semua isi lisosom. Autolisis terjadi pada peristiwa hilangnya ekor katak saat metamorfosis.
Gambar perkosisom tersebut terdapat dalam sel (TEM) yang bersumber dari Urry, dkk. (2020).
Peroksisom berbentuk agak bulat dan sering memiliki inti berbentuk seperti granula atau kristal yang diduga merupakan kumpulan rapat molekul-molekul enzim. Peroksisom ini terdapat dalam sel daun. Perhatikan kedekatan peroksisom dengan dua kloroplas dan satu mltokondrla Organel-organel ini bekerja sama dengan peroksisom dalam beberapa fungsi metabolik tertentu.
Peroksisom merupakan organel yang menyerupai kantong berbentuk agak bulat, mengandung butiran kristal, dan diselubungi membran tunggal. Peroksisom terbentuk dan tumbuh melalui penggabungan protein dan lipid di dalam sitosol, serta membelah setelah mencapai ukuran tertentu untuk memperbanyak diri. Peroksisom mengandung enzim oksidase dan enzim katalase.
Fungsi peroksisom, yaitu sebagai berikut.
Penghasil enzim oksidase dan katalase.
Memecah asam lemak menjadi molekul kecil sebagai bahan bakar untuk respirasi sel.
Di dalam sel hati, peroksisom menetralisir racun alkohol dan senyawa berbahaya lainnya.
Jaringan mitokondria pada Euglena (Urry, dkk., 2020)
LM menunjukkan satu protista (Euglena gracilis) dengan perbesaran yang jauh lebih rendah dibandingkan TEM. Mitokondria membentuk jaringan tubular bercabang; matriks mitokondria berwarna hijau. DNA inti berwarna merah; molekul DNA mitokondria tampak sebagai bintik kuning cerah.
Mitokondria merupakan organel berbentuk silinder dengan panjang 1-10 mikrometer, dan diselubungi dua membran (membran luar dan dalam). Membran dalam mitokondria berlekuk-lekuk, disebut krista. Mitokondria disebut organel semiotonom karena memiliki DNA yang dapat mengatur sintesis protein yang dilakukan oleh ribosom di dalam organel tersebut. Mitokondria berperan dalam respirasi sel atau metabolisme energi di dalam sel yang dapat menghasilkan ATP.
Plastida adalah organel penyimpan materi yang diselubungi oleh membran ganda. Antara membran dalam dan membran luar, dipisahkan oleh ruangan sempit intermembran. Plastida hanya terdapat pada sel tumbuhan dan alga (ganggang).
Kloroplas, tempat fotosintesis (Urry, dkk., 2020)
Banyak tumbuhan memiliki kloroplas berbentuk lensa, seperti yang ditunjukkan pada mikroskop elektron transmisi-TEM di atas. Kloroplas memiliki tiga kompartemen: ruang antar membran, stroma, dan ruang tilakoid
Plastida dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.
Leukoplas
Berwarna putih atau tidak berwarna. Terdapat pada sel-sel akar, umbi, dan biji. Berdasarkan jenis materi yang disimpan, dibedakan menjadi amiloplas (menyimpan amilum), elaioplas (menyimpan minyak), dan proteoplas (menyimpan protein).
Kromoplas
Mengandung pigmen fikoeritrin (merah), fikosianin (biru), fikosantin (cokelat), atau karoten (kuning). Terdapat pada sel bunga dan buah-buahan yang matang.
Kloroplas
Mengandung pigmen hijau (klorofil). Terdapat pada sel-sel yang melakukan fotosintesis, seperti sel daun dan ganggang hijau. Merupakan organel semiotonom. Memiliki kantong-kantong pipih (tilakoid). Tilakoid yang bertumpuk-tumpuk disebut grana. Di luar tilakoid terdapat cairan (stroma).
Vakuola sel tumbuhan di bawah mikroskop transmisi elektron (Urry, dkk., 2020).
Vakuola sentral biasanya merupakan kompartemen terbesar dalam sel tumbuhan. Sisa sitoplasma sering terbatas pada zona sempit antara membran vakuola dan membran plasma (mikroskop transmisi elektron-TEM).
Vakuola adalah organel berbentuk vesikula besar yang berisi cairan dan diselubungi membran tunggal. Vakuola terbentuk oleh pelipatan membran sel ke arah dalam. Vakuola yang terdapat pada organisme bersel satu (misalnya Amoeba dan Paramecium) dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.
Vakuola makanan
Dibentuk saat fagositosis dan berfungsi untuk mencerna serta mengerdarkan hasil pencernaan ke seluruh bagian sel.
Vakuola kontraktil
Berfungsi sebagai pengatur tekanan osmosis sel dengan cara memompa air yang berlebihan ke luar sel.
Vakuola pada sel tumbuhan berfungsi sebagai berikut.
Menyimpan gas, senyawa-senyawa organik dan ion anorganik.
Tempat menyimpan pigmen daun, buah, dan bunga.
Menyimpan senyawa beracun atau aroma tidak sedap (proteksi).
Menyerap air sehingga sel menjadi lebih besar.
Tempat pembuangan akumulasi produk sampingan hasil metabolisme yang berbahaya.
Sentrosom merupakan organel tempat tumbuhnya mikrotubul yang terletak di dekat nukleus. Di dalam sentrosom, terdapat satu pasang sentriol, tetapi sentrosom pada tumbuhan tidak memiliki sentriol. Sentriol dapat bereplikasi dan membentuk benang-benang spindel yang akan mengikat dan menarik kromatid ke arah kutub yang berlawanan pada anafase saat pembelahan sel secara mitosis maupun meiosis.
Sentrosom yang mengandung sepasang sentriol (Urry, dkk., 2020).
Sebagian besar sel hewan memiliki sentrosom, wilayah di dekat nukleus tempat mikrotubulus sel tersebut bermula. Dalam sentrosom terdapat sepasang sentriol, masing-masing berdiameter sekitar 250 nm. Kedua sentriol tegak lurus satu sama lain, dan masing-masing tersusun atas sembilan set triplet (kumpulan tiga-tiga) mikrotubulus (TEM).
Sitoskeleton merupakan kerangka sel yang kuat dan lentur, berupa jalinan serabut yang tersebar di seluruh sitoplasma. Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong dan mempertahankan bentuk sel, serta berperan sebagai tempat tertambatnya beberapa organel sel. Berdasarkan ukurannya, sitoskeleton dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
Struktur Sitoskeleton: (a) mikrotubula, (b) mikrofilamen, dan (c) filamen intermediet (openstax.org/anatomy-and-physiology)
Mikrotubula
Berbentuk seperti batang lurus yang berongga, berdiameter 25 nm dan panjang 200 nm-25 mikrometer. Terbentuk dari protein globular tubulin.
Filamen intermediet
Disebut juga filamen antara, merupakan serabut protein dengan diameter 8-12 nm yang menggulung seperti kabel dan lebih tebal dari mikrofilamen. Filamen intermediet tersusun dari subunit protein yang disebut keratin, dan bersifat lebih permanen.
Filamen aktin
Disebut juga mikrofilamen, berbentuk padat dengan diameter 7 nm dan terdiri atas rantai ganda dari subunit aktin yang terlilit. Aktin merupakan suatu protein globular.
Memiliki ketebalan 0,1 mikrometer hingga beberapa mikrometer. Dinding sel terdapat pada sel tumbuhan, jamur, dan alga (ganggang). Pada dinding sel terdapat noktah atau bagian dinding yang tidak menebal, sehingga memungkinkan terjadinya hubungan antarplasma yang berbentuk juluran (plasmodesmata).
Fungsi dinding sel, yaitu sebagai berikut.
Melindungi sel.
Mempertahankan bentuk sel.
Mencegah penyerapan air yang berlebihan.
Struktur sel akar bawang merah (Allium mitose) (wikimedia.common.org/ Martin Bahmann)
Sel hewan dan sel tumbuhan merupakan sel eukariotik, tetapi keduanya memiliki perbedaan struktur maupun fungsinya. Umumnya, sel tumbuhan berukuran lebih besar (1-100 mikrometer) dibandingkan sel hewan ((10-30 mikrometer).
Sel Hewan
Ciri sel hewan: tidak memiliki dinding sel dan plastida, vakuola jumlahnya sedikit dan berukuran kecil, memiliki sentriol.
Sel Tumbuhan
Ciri sel tumbuhan: memiliki dinding sel dan plastida (leukoplas, kromoplas, dan kloroplas), vakuola jumlahnya banyak dan berukuran besar, tidak memiliki sentriol.
Gambar di atas menunjukkan organel utama dan komponen sel lainnya dari sel hewan dan tumbuhan (Clark, dkk., 2023)