Pemilihan tipe data yang sesuai sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja basis data. Beberapa contoh penerapan :
INT digunakan untuk ID unik seperti NIM Mahasiswa.
VARCHAR digunakan untuk menyimpan nama mahasiswa atau mata kuliah.
DATE digunakan untuk menyimpan tanggal lahir atau jadwal kuliah.
BLOB digunakan untuk menyimpan gambar atau dokumen dalam basis data.
Berikut adalah contoh pembuatan tabel dalam SQL:
CREATE TABLE Mahasiswa (
NIM INT PRIMARY KEY,
Nama VARCHAR(50),
Tanggal_Lahir DATE,
Alamat TEXT
);
CREATE TABLE MataKuliah (
Kode_MK VARCHAR(10) PRIMARY KEY,
Nama_MK VARCHAR(50),
SKS INT
);
Berikut adalah contoh entitas dan atribut yang digunakan dalam sistem akademik:
Entitas Mahasiswa: NIM, Nama, Tanggal Lahir, Alamat
Entitas Mata Kuliah: Kode Mata Kuliah, Nama Mata Kuliah, SKS
Entitas Dosen: NIP, Nama, Bidang Keahlian
Hubungan antara entitas dalam basis data bisa berupa:
One-to-One (1:1) → Satu siswa hanya memiliki satu kartu perpustakaan.
One-to-Many (1:M) → Satu dosen mengajar banyak mata kuliah.
Many-to-Many (M:M) → Banyak mahasiswa dapat mengambil banyak mata kuliah.
Tipe data menentukan cara penyimpanan dan pemrosesan data dalam basis data.
Pemilihan tipe data yang tepat membantu dalam pengelolaan data yang efisien.
Hubungan antar entitas menentukan bagaimana data terstruktur dalam sistem database.
Implementasi tipe data dan entitas dalam basis data dapat dilakukan dengan SQL.