Lambang negara India setelah merdeka dari belenggu penjajahan Inggris terinspirasi Pilar Singa Ashoka yang kini disimpan di Museum Sarnath di dekat Varanasi, India. Maharaja Ashoka mendirikan Pilar Singa Ashoka di Sarnath sekitar tahun 250 Sebelum Masehi untuk mengenang titik tempat Buddha Gautama pertama kali mengajarkan Dharma. Di puncak tiang pilar berdiri saling membelakangi empat singa melambangkan kekuatan, keberanian, harga diri, dan keyakinan di atas landasan melingkar berukir empat satwa yang menjaga empat arah mata angin: singa di utara, gajah di timur, kuda di selatan, dan lembu di barat. Landasan berbentuk teratai mekar melambangkan hulu sumber air kehidupan dan inspirasi kreatif. Berhias semboyan Satyameva Jayate dalam aksara Devanagari yang bermakna “Hanya Kebenaran yang Berjaya”. Rakyat India yang mayoritas Hindu sepakat menobatkan Pilar Singa Ashoka sebagai lambang nasional Republik India, resmi sejak 26 Januari 1950. Hakikat makna lambing India merupakan ungkapan kerukunan umat beragama di India yang sangat didambakan oleh Bapak Bangsa India yaitu Mahatma Gandhi. Maka, Mahatma Gandhi sangat berduka ketika kemudian India terbelah tiga karena alasan agama menjadi India, Pakistan, dan Bangladesh.