Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso jadi salah satu dokumenter Netflix yang viral di Indonesia. Bagaimana tidak, dokumenter ini kembali mengingatkan masyarakat dengan kasus pembunuhan high profile Mirna Salihin yang diduga tewas setelah menenggak es kopi Vietnam yang dicampur sianida.
Mengangkat isu lingkungan, dokumenter ini berbicara tentang masalah sampah plastik yang menggunung di Indonesia. Ceritanya dibuka dengan eksperimen sederhana dari sampah plastik. Lalu, berlanjut pada perjalanan Gede Robi.
Dokumenter ini mungkin akan membuat banyak orang emosional, apalagi jika menontonnya setengah-setengah. Diarahkan oleh Mahatma Putra, Atas Nama Daun adalah dokumenter yang mengeksplor tanaman ganja. Pasalnya, beberapa tahun belakangan, masyarakat sempat dihebohkan dengan wacana pelegalisiran ganja di Indonesia. Pro dan kontra pun bermunculan.
Di Yogyakarta, ada sebuah forum pencarian jodoh yang telah dilakukan turun temurun. Golek Garwo adalah ajang pencarian jodoh yang biasa diselenggarakan setiap satu kali dalam satu bulan di kota tersebut.
Banda The Dark Forgotten Trail adalah sebuah dokumenter yang diarahkan oleh Jay Subyakto dan diproduksi oleh Lifelike Pictures. Film ini merinci keberagaman dan kemewahan sumber daya alam Indonesia, sasaran utama para penjajah Eropa.
Heaven for Insanity adalah film dokumenter yang mengambil kisah tentang Watmo, pria penderita Skizofernia. Karena dianggap memilki gangguan jiwa, Ketua RT di sekitar tempat tingggat Watmo pun menyarankan agar pria tersebut dibawa ke lembaga kejiwaan di pinggiran jakarta.
Film yang satu ini cukup sensasional ketika pertama kali diputar, sebab Jagal atau The Act of Killing menceritakan kisah pembantaian anti-PKI pada tahun 1965 – 1966. Film yang menyoroti pelaku pembantaian ini menampilkan Anwar Congo sebagai tokoh utama pendiri organisasi paramiliter sayap kanan Pemuda Pancasila (PP) pada masa itu.
Disutradarai oleh Yuda Kurniawan, Nyanyian Akar Rumput menelisik sebuah kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang terlupakan. Ia menceritakan tentang perjuangan Fajar Merah, putra dari penyair dan aktivis Wiji Thukul. Pemuda ini memiliki impian mulia, ingin menghidupkan kembali karya-karya ayahnya yang hilang sejak era orde baru.
Melakukan syutingnya di Indramayu dan Taiwan, dokumenter ini mengisahkan kehidupan para Tenaga Kerja Luar Negeri. Di Indramayu, ratusan perempuan seperti Sukma, Meri, Muji, dan Tari dilatih oleh Badan Latihan Tenaga Kerja Luar Negeri untuk bekerja di Taiwan, Hongkong, dan Singapura.
Film ini membawa penonton mengenal para anggota grup band Seventeen, bagaimana mereka terbentuk, hingga detik-detik terjadinya Tsunami Selat Sunda tahun 2018 yang membuat beberapa personil band ini kehilangan nyawa.
Film ini dibintangi oleh Soraya Cassandra, Marselus Hasan, Agustinus Pius Inam hingga Almina Kacili yang memiliki latar belakang berbeda. Film dokumenter ini memperlihatkan keindahan dari keyakinan dan kebudayaan di tujuh provinsi Indonesia.
Film berjudul Senyap atau The Lock of Silence ini mengambil kisah dari sisi dari korban penganiayaan yang dianggap sebagai simpatisan PKI pada tahun 1965 – 1966. Film ini menampilkan kisah salah satu korban bernama Adi, penyitas dan keluarga yang dituduh bagian dari PKI.