Pengerjaan kedua kami memutuskan untuk melapis bagian dalam tote bag dengan karung tapi setelah mencuci tote bag ternyata bahan (karung) tersebut terlepas dari bagian dalam tote bag dan tidak terlalu efektif, kami memutuskan untuk tidak menggunakan lapisan dalam untuk tote bag sama sekali. Kami tetap tidak putus asa dan mencoba hal lain yang bisa ditambahkan ke tote bag kami. Eksperimen ini memakan waktu selama 2-3 minggu.
Setelah banyaknya diskusi ternyata kami kurang puas dengan hasil dari totebag yang kami buat. Menurut kami strap yang dahulu memakan waktu pengerjaan yang banyak dan lebih mudah untuk mengganti bentuk strap daripada harus menjahit sepotong demi sepotong. Jadi kami memutuskan akan mengganti bentuk totebag kami menjadi lebih simple dengan mengganti bentuk strap/pegangan totebag, yang tadinya strap dijahit ke totebag menjadi strap yang sudah tersambung ke totebag.
Kelompok kami juga mengikuti meeting presisi yang dimana kakak kakak anggota program presisi membantu kami menyelesaikan beberapa kendala serta memberi kritik saran yang membantu. Disitu kami diberi banyak inspirasi, seperti membuat model totebag laindengan menggunakan karung sebagai media bahan utamanya
selanjutnya, kami mencoba untuk rekreasi ide tersebut, tetapi karena prosesnya butuh tenaga kerja yang banyak dan memakan waktu yang lama sehingga proyek utama kami terhambat akhirnya kami memutuskan untuk memberhentikan pengerjaan ide ini.
disela sela pengerjaan proyek totebag, kami sempat memalukan banyak kegiatan lain sekaligus dengan kegiatan sehari hari seperti sekolah, eskul, organisasi, dan lain lain kami sempat merasakan burnt out karena banyaknya jadwal kegiatan yang bertabrakan dalam sebulan full jadi kami memutuskan untuk memperbanyak waktu istirahat dan mencoba mengatur waktu. Pada saat itu proyek kami hampir tidak berkembang ataupun beerjalan saking kurangnya waktu untuk mengerjakan proyek ini.
Dikarenakan waktu sekolah yang dijadwalkan dari pagi sampai siang dan kegiatan lain, kami memutuskan mengerjakan proyek kami pada sore sampai malam di salah satu rumah dari anggota kelompok kami. Kami merasa sangat lelah karena melakukan proses yang sama ulang dan ulang lagi dan seperti tidak menemukan titik cahaya lagi.
Ditambah dengan adanya konflik dengan guru pembimbing kami tentang kegiatan kami yang lain sehingga kami tidak berkomunikasi dengan baik. Kami juga tidak punya tempat untuk meminta saran ataupun berkonsultasi. Kami benar-benar putus asa dan ingin menyerah, tapi kami berusaha mencari jalan keluar bersama-sama secara perlahan.
Setelah berusaha dengan sekuat tenaga, kami memutuskan untuk beristirahat selama sebulan untuk fokus beristirahat dan memperbaiki beberapa hal dalam proyek kami, baik produk ataupun diri kami sendiri.
Pada saat kami mengambil istirahat, kami mencari inspirasi untuk ditambahkan ke tote bag kami sembari mengikuti kegiatan lain. Kami juga sering berkumpul saat waktu istirahat untuk mendiskusikan langkah pembuatan tote bag selanjutnya. Walaupun dalam keadaan beristirahat kami masih mencoba untuk melanjutkan proyek tote bag kami.
Setelah beristirahat selama hampir 1 bulan kami berkonsultasi dengan salah satu kakak-kakak pembimbing dari kegiatan presisi ini kita panggil saja kak Aqilah, kami akhirnya menemukan titik terang dan akan mencoba me-rekreasi ide kami menjadi sebuah eksperimen. Ide yang kami dapatkan adalah menyablon tote bag kami. Darimana kami mendapatkan ide untuk menyablon tote bag kami?
Pada awalnya kami sedang berdiskusi bersama Kak Aqilah dan saya sadar bahwa tote bag kami terlalu polos dan berkesan membosankan jika dipandang terus menerus, lalu Kak Aqilah menyarankan untuk menambahkan hiasan pada tote bag kami, awalnya kami hanya kepikiran untuk menambah pita atau dekorasi lain tetapi kami teringat tentang ide awal kami membuat baju bersablon dan setelah banyaknya penentuan akhirnya kami semua setuju untuk menyablon tote bag kami.