Peserta didik juga mampu memahami terjadinya perubahan sosial pada kelompok atau komunitas di tengah arus globalisasi dan mampu memberikan solusi terhadap dampak globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Peserta didik juga mampu merancang strategi, melakukan dan mengevaluasi kegiatan/projek pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal.
Peserta didik mampu mengamati fenomena sosial di Indonesia dan/atau dunia, serta membuat pertanyaan untuk menggali informasi secara mendalam tentang fenomena sosial yang terjadi. Selain itu, peserta didik mampu mengumpulkan informasi dari sumber primer dan sekunder, melakukan observasi partisipatif dan mendokumentasikan, menganalisis dan menguji keabsahan data, serta menarik simpulan dari informasi yang diperoleh. Kemudian, peserta didik mengomunikasikannya dalam bentuk grafik, infografis, dan/atau tabel. Peserta didik mampu merefleksikan hasil informasi, hasil observasi dan hasil dokumentasi yang diperoleh untuk ekspektasi di masa depan, serta merencanakan penelitian sosial lanjutan pada masyarakat yang lebih luas.
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, dinamika sosial, interaksi sosial, dan segala akibat yang ditimbulkannya. Sosiologi penting untuk dipelajari sebagai bekal pengetahuan, bersikap, dan berperilaku dalam kehidupan. Tumbuhnya kesadaran akan identitas diri dalam hubungan dengan kelompok sosial dalam konteks lingkungan masyarakat penting dikembangkan. Demikian pula, kepedulian terhadap masalah-masalah sosial termasuk memahami konflik sosial yang terjadi di masyarakat. Kemampuan peserta didik sebagaimana ditunjukkan dalam keterampilan sosialnya dalam menjalin kerjasama, melakukan tindakan kolektif memecahkan masalah- masalah sosial-budaya, dan membangun kehidupan sosial sangat diharapkan.