Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan pendidikan ke luar negeri adalah membuat rencana yang jelas. Rencana studi ke luar negeri sebaiknya disusun sejak kelas 10 atau kelas 11 sehingga kita punya cukup waktu untuk melakukan riset, menyiapkan persyaratan dan mengantisipasi setiap kemungkinan yang terjadi. Rencana studi ke luar negeri sebaiknya mencakup beberapa aspek berikut:
Kita harus menentukan dulu jurusan dan universitas yang ingin kita tuju karena hal ini akan menentukan langkah selanjutnya. Setiap universitas pasti punya jurusan yang berbeda-beda, dengan kurikulum, kegiatan pembelajaran, dan hasil yang berbeda pula. Selain itu, masing negara juga memiliki kebijakan dan syarat yang berbeda sehingga tidak bisa disamaratakan.
Setelah menentukan jurusan apa yang ingin kita masuki, kita bisa mulai melakukan riset melalui search engine (misalnya google search) dengan memasukkan keyword jurusan dan negara atau jurusan dan universitas untuk mengetahui apakah jurusan itu memang tersedia. Setelah muncul hasil dari google search, disarankan untuk memilih website resmi universitas agar informasinya lebih up to date.
Cara lain yang bisa kita gunakan adalah dengan mengakses website lembaga rangking pendidikan internasional misalnya QS University Rangking atau Times Higher Education dan menggunakan fitur-fitur yang ada untuk menemukan jurusan pilihan kita dengan rangking dunia yang tinggi. Rangkin ini bisa dianggap mencerminkan kualitas pendidikan di universitas tersebut.
Setelah menemukan jurusan dan universitas yang kita inginkan, periksalah persyaratan atau requirement yang diperlukan untuk mendaftar. Sebagai calon mahasiswa internasional dari Indonesia, kita perlu menyadari bahwa tidak semua negara mengakui atau menerima ijazah SMA dari Indonesia. Oleh karena itu periksa apakah ada persyaratan khusus untuk calon mahasiswa dari Indonesia atau secara umum untuk mahasiswa internasional.
Pada umumnya, mahasiswa internasional perlu menunjukkan kualitas pendidikan atau akademik yang dimiliki melalui hasil ujian internasional misalnya GCSE/IGCSE, AS/A Level atau SAT. Ada pula universitas yang mensyaratkan calon mahasiswa internasional untuk mengikuti ujian masuk khusus.
Persyaratan bahasa berkaitan erat dengan negara dan program atau jurusan yang kita ikuti. Sebagai contoh, jika anda ingin belajar tentang robot ke Jepang, maka anda perlu memeriksa apakah mata kuliah di jurusan tersebut disampaikan dalam Bahasa Jepang (biasanya kelas reguler) atau dalam Bahasa Inggris (biasanya kelas internasional). Untuk mendaftar ke jurusan yang mata kuliahnya disampaikan dalam Bahasa Jepang, maka kita perlu mempersiapkan sertifikat kemampuan Bahasa Jepang (JLPT). Begitupula untuk jursan yang mata kuliahnya disampaikan dalam Bahasa Inggris, maka sertifikat kemampuan Bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL perlu kita persiapkan.
Tersedia atau tidaknya beasiswa menjadi salah satu faktor penting bagi sebagian calon mahasiswa. Jika kalian merasa membutuhkan beasiswa untuk dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri, maka pastikan kalian mencari informasi selengkap-lengkapnya tentang beasiswa yang tersedia di negara, universitas atau jurusan yang kalian inginkan.
Secara umum, ada tiga jenis beasiswa, yaitu: beasiswa dari negara/departemen pendidikan, beasiswa dari organisasi internasional, dan beasiswa dari jurusan atau universitas. Setiap beasiswa memiliki besaran dan cakupan pembiayaan yang berbeda. Untuk mendapatkan beasiswa tidaklah mudah. Terdapat banyak dokumen yang harus dipersiapkan dan tahapan yang harus dilalui. Informasi mengenai beasiswa dapat diperoleh langsung dari kampus, agen pendidikan, lembaga persiapan beasiswa, kementerian atau organisasi. Berikut adalah database beasiswa yang dihimpun oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di luar negeri (bit.ly/SDCFelariPPID).
Berkaitan dengan pembahasan mengenai beasiswa di atas, kita juga perlu mempersiapkan rekam jejak akademik dan non akademik, prestasi, dan kegiatan penunjang lainnya seperti volunteering dalam bentuk portofolio. Hal ini penting mengingat pihak pemberi beasiswa atau universitas yang menyeleksi kita ingin mendapatkan kandidat terbaik yang sesuai dengan visi dan misi mereka.
Agar mendapatkan gambaran proses pendaftaran kuliah ke luar negeri silahkan masukkan tanggal dari poin-poin di bawah ini ke google calendar kalian.
Deadline penyerahan berkas pendaftaran ke jurusan yg dituju.
Deadline penyerahan berkas pendaftaran beasiswa ke penyedia beasiwa.
Tanggal rilis hasil SAT : 14 hari / 2 minggu setelah tes .
Tes SAT dilaksanakan di bulan Agustus, Oktober, Desember, Maret dan Mei. Deadline pendaftaran 1 bulan sebelum nya.
Tanggal rilis hasil TOEFL/IELTS: 14 hari / 2 minggu setelah tes .
Tanggal rilis hasil tes GCSE/IGCSE, AS/A Level paling cepat 2 bulan setelah tes.
Tes Cambridge GCSE/IGCSE, AS/A Level dilaksanakan 2 kali setahun (Mei/Juni atau Oktober/November). Deadline pendaftaran 2 bulan sebelum nya .
Persiapan GCSE/IGCSE, AS/A Level paling tidak 2 bulan secara intensif.
Tanggal rilis hasil TOEFL/IELTS: 14 hari / 2 minggu setelah tes.
Tes TOEFL/IELTS dilaksanakan 1 atau 2 kali setiap bulan. Deadline pendaftaran 1 minggu sebelum nya.
Persiapan TOEFL/IELTS paling tidak 1 bulan secara intensif.
Persiapan portofolio akademik dan sosial sebaiknya sudah dimulai sejak kelas 10 dengan mengikuti berbagai kompetisi, science, project olympiad, dan kegiatan volunteering baik di dalam maupun luar negeri.
Siswa SMP SMA Semesta yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai SAT, IGCSE, AS/A Level, serta TOEFL/IELTS dapat menghubungi Pak Himni.
Tanggal ujian SAT, TOEFL dan IELTS bisa di lihat di gambar berikut atau bisa menghubungi Career Planner SMA Semesta.
Lokasi tes di Semarang: SMA Semesta
Lokasi tes di Semarang: Alfalink
Lokasi tes di Semarang: IDP