Banten memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat beragam, berkat lokasinya yang memiliki berbagai ekosistem, mulai dari pesisir pantai hingga pegunungan. Halaman ini berisi tentang ragam flora dan fauna di Banten.
Kecombrang, kantan, atau honje adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran
Kedoya merupakan nama flora dari suku duku-dukuan atau "Meliaceae ". Sepintas buah ini mirip Lengkeng. Namun buah Kedoya tak punya daging melainkan hanya ada biji saja sehingga tak bisa dikonsumsi langsung layaknya buah pada umumnya.
Badak Jawa, dikenal juga sebagai badak Sunda atau badak bercula satu kecil, adalah anggota terancam kritis dari genus Rhinoceros, dari keluarga badak, Rhinocerotidae, dan salah satu dari lima spesies badak yang masih ada di kawasan Asia Selatan dan Afrika.
Owa jawa adalah sejenis primata anggota suku Hylobatidae. Dengan populasi tersisa antara 1.000 – 2.500 ekor saja, kera ini adalah spesies owa yang paling langka di dunia. Owa jawa menyebar terbatas di pulau Jawa bagian barat.
Kokoleceran adalah sejenis pohon besar yang termasuk ke dalam suku Dipterocarpaceae. Pohon langka ini adalah maskot provinsi Banten, yang merupakan salah satu tanaman endemik Banten dan dipercaya hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon.
Taman Nasional Ujung Kulon terletak di Semenanjung Ujung Kulon, bagian paling barat di Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan taman nasional ini pada mulanya meliputi wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang dan Pulau Panaitan. Berikut ini adalah video tentang taman nasional Ujung Kulon, Banten.