Konsep tradisional Segitiga Api (Fire Triangle) secara visual menggambarkan tiga elemen utama yang memungkinkan terjadinya kebakaran, yaitu Bahan Bakar (Fuel), Panas (Heat), dan Oksigen. Segitiga ini digunakan untuk menunjukkan faktor-faktor yang diperlukan agar api dapat menyala. Jika salah satu elemen dalam segitiga ini tidak ada, maka api tidak akan bisa terbentuk.
Bahan bakar (fuel) merujuk pada segala material yang dapat terbakar dan mengalami proses oksidasi dalam pembakaran. Secara teknis, bahan bakar memiliki bentuk fisik yang dapat disentuh, dirasakan, atau diukur. Berdasarkan wujudnya, bahan bakar dikategorikan ke dalam tiga golongan utama:
Solid (Padat)
Liquid (Cair)
Gas
Setiap jenis bahan bakar memiliki karakteristik unik dalam reaksi pembakarannya, yang mempengaruhi cara penanganan dan pencegahan kebakaran.
Heat/panas adalah salah satu bentuk energi.
Potential energy — Energi yang dimiliki oleh suatu benda yang mungkin akan dilepaskan di masa mendatang
Kinetic energy — Energi yang dimiliki oleh suatu benda bergerak
Diperlukan untuk proses pembakaran Minimum 15%
Oksidator utama dalam kebanyakan kebakaran adalah oksigen.
Udara terdiri dari sekitar 21 persen oksigen; karena itu; udara biasanya merupakan sarana oksigen untuk bereaksi dengan bahan bakar dan mendukung pembakaran.
Pada suhu lingkungan normal (70 ° F atau 21 ° C), bahan dapat menyala dan terbakar pada konsentrasi oksigen serendah 15 persen.