Surabaya, 25 Juli 2026 – Universitas Kristen Petra, melalui Continuing Education Centre (CEC), bekerja sama dengan MAB Consulting, MAB Advisory, HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan, Wijaya Santosa Notary Office, dan Practice Legal Center, sukses menyelenggarakan seminar bertajuk "RUPS Tahunan 2026: Terlambat? Siapkan Bisnis Anda, Hindari Konsekuensi!" di Petra Business School, Surabaya. Kegiatan ini menjadi forum edukatif yang mempertemukan para pemilik usaha, direksi, komisaris, manajer keuangan, praktisi hukum, akuntan, auditor, konsultan pajak, serta profesional bisnis untuk memahami kesiapan perusahaan dalam menghadapi kewajiban Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pasca terbitnya Permenkum Nomor 49 Tahun 2025.
Mengusung tema mengenai kesiapan perusahaan dalam menjalankan tata kelola yang baik, seminar ini membahas keterkaitan antara aspek hukum, laporan keuangan, audit, perpajakan, sistem akuntansi, hingga perlindungan data pribadi. Melalui pendekatan multidisiplin, peserta diajak memahami bahwa RUPS Tahunan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian penting dari penerapan good corporate governance yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan bisnis.
Acara menghadirkan enam narasumber dari berbagai bidang profesional. Wahyudi Suyanto, S.H., M.Hum membahas kewajiban hukum perseroan terkait penyelenggaraan RUPS Tahunan, penyusunan laporan tahunan, peran notaris, hingga konsekuensi hukum apabila perusahaan tidak memenuhi ketentuan administrasi korporasi sesuai regulasi terbaru. Sementara itu, Yulianti Sugiarta, CPA menjelaskan pentingnya penyusunan laporan keuangan yang andal dan siap diaudit sebagai dasar pengambilan keputusan dalam RUPS, sekaligus mengulas berbagai risiko yang dapat muncul akibat lemahnya sistem pembukuan perusahaan.
Pada sesi perpajakan, Kevin Wibowo, S.E., S.H., BKP., CLI., CFra menguraikan pentingnya rekonsiliasi antara laporan keuangan komersial dengan kewajiban perpajakan perusahaan, termasuk pengelolaan SPT Tahunan Badan, PPN, PPh, serta identifikasi risiko perpajakan yang sering dihadapi perusahaan. Selanjutnya, Raditya Fardiansyah, A.Md., S.M., CFP. membahas implementasi System Management Accounting sebagai solusi untuk menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat, terdokumentasi, dan mendukung proses audit maupun penyelenggaraan RUPS secara efektif.
Sebagai pelengkap pembahasan, Dr. Susanti, S.H., M.Kn., M.M., CLI. memaparkan aspek legal korporasi dari perspektif kenotariatan, sedangkan Lita Hendranata, B.Sc., CPA memberikan wawasan mengenai pentingnya tata kelola perlindungan data pribadi serta penerapan praktik bisnis yang akuntabel untuk mendukung keberlangsungan perusahaan di tengah meningkatnya tuntutan kepatuhan dan transparansi.
Seminar ini juga mengangkat lima pokok pembahasan utama, yaitu segmen hukum, akuntansi dan audit, perpajakan, system management accounting, serta manajemen risiko dan perlindungan data pribadi. Kelima topik tersebut disusun secara terintegrasi agar peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai proses penyelenggaraan RUPS Tahunan, mulai dari persiapan dokumen hukum hingga implementasi sistem yang mendukung tata kelola perusahaan secara berkelanjutan.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti sesi diskusi panel dan mini clinic yang memungkinkan mereka berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai permasalahan nyata yang dihadapi perusahaan masing-masing. Melalui sesi ini, peserta memperoleh berbagai rekomendasi praktis, termasuk checklist kesiapan RUPS Tahunan, audit readiness, rekonsiliasi perpajakan, kesiapan sistem akuntansi, serta action plan yang dapat diterapkan dalam 30, 60, hingga 90 hari setelah kegiatan berlangsung.
Penyelenggaraan seminar ini merupakan bagian dari komitmen Continuing Education Centre Universitas Kristen Petra dalam menghadirkan program pengembangan kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Kolaborasi antara institusi pendidikan, kantor akuntan publik, konsultan bisnis, praktisi hukum, dan profesional perpajakan diharapkan mampu memperkuat literasi tata kelola perusahaan sekaligus membantu pelaku usaha menghadapi perubahan regulasi yang semakin dinamis.
Melalui terselenggaranya RUPS Tahunan 2026: Terlambat? Siapkan Bisnis Anda, Hindari Konsekuensi!, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman komprehensif mengenai kewajiban penyelenggaraan RUPS Tahunan pasca Permenkum Nomor 49 Tahun 2025, tetapi juga mendapatkan solusi praktis untuk meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan melalui sinergi aspek hukum, keuangan, perpajakan, sistem akuntansi, dan perlindungan data pribadi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan para praktisi profesional memiliki peran penting dalam membangun ekosistem bisnis yang patuh regulasi, akuntabel, dan berkelanjutan.
Surabaya, 22 Juni 2026 – Continuing Education Centre (CEC) Universitas Kristen Petra kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas institusi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Program Penyusunan Financial Sustainability Report untuk Perguruan Tinggi yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di Kampus Universitas Kristen Petra, Surabaya.
Program ini diikuti oleh perwakilan dari Universitas Kristen Artha Wacana dan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Kegiatan dilaksanakan setiap hari pukul 10.00–15.00 WIB dan akan dilanjutkan dengan tiga sesi coaching online untuk mendampingi peserta dalam menyusun laporan keberlanjutan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing perguruan tinggi.
Pelatihan menghadirkan Dr. Saarce Elsye Hatane, S.E., MBA., CA., Ak., CMA, dosen Program Studi Akuntansi Bisnis Universitas Kristen Petra yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan I School of Business Universitas Kristen Petra. Dengan pengalaman akademik dan profesional yang luas di bidang akuntansi, tata kelola, dan pelaporan keberlanjutan, Dr. Saarce membagikan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang berkelanjutan bagi perguruan tinggi di tengah dinamika dan tantangan dunia pendidikan saat ini..
Selama pelatihan, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar financial sustainability, identifikasi indikator keberlanjutan keuangan perguruan tinggi, teknik analisis data keuangan, hingga penyusunan laporan yang dapat digunakan sebagai instrumen pengambilan keputusan strategis. Sesi diskusi dan praktik yang interaktif juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengkaji kondisi institusi masing-masing serta menyusun langkah-langkah perbaikan yang relevan.
Tidak hanya berfokus pada aspek pembelajaran di kelas, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal lebih dekat lingkungan Universitas Kristen Petra. Pada hari pertama pelaksanaan program, peserta diajak mengikuti campus tour yang mencakup kunjungan ke Gedung T, Gedung W, Gedung P, dan Gedung Q. Melalui kunjungan ini, peserta dapat melihat berbagai fasilitas akademik, laboratorium, ruang pembelajaran, serta sarana penunjang yang mendukung proses pendidikan dan pengembangan mahasiswa di UK Petra.
Program Penyusunan Financial Sustainability Report ini merupakan salah satu bentuk kontribusi CEC UK Petra dalam mendukung peningkatan kapasitas institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui kombinasi pelatihan intensif dan coaching lanjutan, peserta diharapkan mampu menghasilkan laporan keberlanjutan keuangan yang komprehensif, sekaligus merumuskan strategi untuk memperkuat daya tahan dan keberlanjutan institusi dalam jangka panjang.
Sebagai pusat pengembangan kompetensi profesional dan institusional, Continuing Education Centre Universitas Kristen Petra akan terus menghadirkan program-program pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berdampak bagi dunia pendidikan, industri, maupun masyarakat luas.
Surabaya, 12 Januari 2026 – Continuing Education Centre (CEC) Universitas Kristen Petra melakukan kunjungan ke Rumah BUMN Jawa Timur 1 dalam rangka menjajaki peluang kerja sama strategis untuk menghadirkan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Pertemuan ini secara khusus membahas potensi kolaborasi dalam penyelenggaraan Urban Iftar Fair, sebuah kegiatan yang dirancang untuk menggabungkan semangat kebersamaan Ramadhan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM.
Dalam kunjungan tersebut, CEC UK Petra diwakili oleh Ibu Diah dan Bapak Ardi, yang disambut langsung oleh Ibu Selma Lady, CEO Rumah BUMN Jawa Timur 1. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif, dengan berbagai diskusi mengenai peluang sinergi antara dunia pendidikan, komunitas, serta pelaku usaha binaan Rumah BUMN.
Urban Iftar Fair direncanakan menjadi sebuah acara yang tidak hanya menghadirkan bazar kuliner dan produk UMKM, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperoleh pengalaman edukatif melalui berbagai kegiatan pendukung, seperti workshop, talkshow inspiratif, serta aktivitas pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan kewirausahaan saat ini.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan Rumah BUMN memiliki potensi besar untuk menciptakan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Urban Iftar Fair, diharapkan para pelaku UMKM dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produk mereka, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.
Selain membahas konsep acara, pertemuan juga menjadi momentum untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kerja sama lainnya yang dapat mendukung pengembangan kompetensi masyarakat dan pemberdayaan komunitas. CEC UK Petra dan Rumah BUMN Jawa Timur 1 memiliki visi yang sejalan dalam menciptakan program-program yang berdampak, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kunjungan ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun kemitraan yang lebih erat antara Continuing Education Centre UK Petra dan Rumah BUMN Jawa Timur 1. Diharapkan hasil diskusi yang telah dilakukan dapat segera ditindaklanjuti melalui perencanaan yang matang sehingga Urban Iftar Fair dapat menjadi agenda kolaboratif yang sukses dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, CEC UK Petra terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan kompetensi, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Surabaya, 9 Mei 2025 – Universitas Kristen Petra, melalui School of Business and Management dan Continuing Education Centre (CEC), bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) serta Perkumpulan Tax Center dan Akademisi Pajak Seluruh Indonesia (PERTAPSI) sukses menyelenggarakan talkshow bertajuk “Indonesian Tax Outlook 2025: Menangkap Peluang di Tengah Gelombang Pajak Global dan Ketidakpastian Finansial.” Kegiatan yang berlangsung di Petra Business School, Fairway Nine Mall, Surabaya ini menjadi forum strategis bagi akademisi, praktisi, konsultan pajak, pelaku usaha, dan mahasiswa untuk memahami arah kebijakan perpajakan dan ekonomi pada tahun 2025.
Mengusung tema yang relevan dengan kondisi global saat ini, acara ini membahas bagaimana Indonesia dapat merespons berbagai perubahan kebijakan pajak internasional, dinamika ekonomi dunia, serta ketidakpastian finansial yang berpotensi mempengaruhi dunia usaha dan investasi. Peserta mendapatkan wawasan komprehensif mengenai tantangan yang akan dihadapi sekaligus peluang yang dapat dimanfaatkan di tengah perubahan tersebut.
Acara menghadirkan Prof. Dr. Poltak Maruli John Liberty Hutagaol, S.E., Ak., M.Acc, M.Ec (Hons), CA. sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan perkembangan kebijakan perpajakan global serta implikasinya terhadap sistem perpajakan nasional. Sebagai akademisi dan praktisi yang berpengalaman di bidang perpajakan, beliau menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan organisasi dalam menghadapi transformasi regulasi yang semakin kompleks.
Selain itu, Prof. Dr. Sautma Ronni Basana, S.E., M.E., CFP., Head of Business Management Career Universitas Kristen Petra, turut memberikan pandangannya mengenai kondisi ekonomi global dan dampaknya terhadap dunia bisnis. Melalui paparannya, peserta diajak untuk melihat berbagai peluang strategis yang masih dapat dikembangkan meskipun kondisi ekonomi dunia diwarnai oleh berbagai ketidakpastian.
Diskusi berlangsung semakin menarik dengan dipandu oleh M. Mas’ud, Ak., BKP., CFP., CTA., Tax Practitioner, Tax Consultant, dan Tax Risk Officer, yang bertindak sebagai moderator. Sesi tanya jawab yang interaktif memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai isu-isu perpajakan, investasi, dan strategi bisnis yang relevan dengan perkembangan terkini.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Universitas Kristen Petra bersama para mitra strategisnya dalam menghadirkan program pengembangan kompetensi yang berkualitas bagi masyarakat profesional. Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi profesi, dan komunitas akademisi perpajakan, acara ini diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi perpajakan dan ekonomi yang lebih baik di Indonesia.
Dengan terselenggaranya Indonesian Tax Outlook 2025, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai arah kebijakan perpajakan dan ekonomi global, tetapi juga memperluas jejaring profesional yang dapat mendukung pengembangan karier dan organisasi di masa mendatang. Acara ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara dunia akademik, profesi, dan industri dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.