DAFTAR SEGERA! Dibuka Pendaftaran Kelas Maret 2022
Magang di Jepang Bidang Pertanian
Magang di Jepang Bidang Pertanian sangat terbuka peluangnya. Pasalnya dengan menurunnya tingkat kelahiran di jepang menyisakan berbagai masalah. Salah satunya menurunnya jumlah pekerja muda. Kekurangannya tenaga kerja ini mau tidak mau berdampak pada terbengkalainya lahan-lahan pertanian di Jepang. Generasi muda jepang yang tersisa yang mempunyai minat di pertanian yang notabene bekerja di tempat yang panas sangat kecil.
Industri pertanian Jepang telah didominasi oleh petani kecil dan menengah selama bertahun-tahun, tetapi strukturnya berubah dengan cepat. Banyak petani ukuran kecil dan menengah telah pensiun. Sebagian besar petani dikelola oleh keluarga, namun ketika anak mereka tidak menginginkan meneruskan pekerjaan petani maka lahan pertanian itu akan kosong karena tidak ada yang mengurusi. Bahkan pemakaian teknologi seperti drone dan lain lain untuk membantu pekerjaan di lahan pertanian masih kurang untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya manusia.
Kesempatan Belajar dan Bekerja
Keseharian Pekerjaan Peserta Magang Jepang Bidang Pertanian
Jepang memiliki 4 musim berbeda dalam setiap tahunnya. Padahal tanaman pertanian hanya dapat tumbuh padda suhu yang cukup hangat. Karena itu para peserta magang akan sibuk pada periode bulan April sampai Oktober. Karena di Periode itu suhu udara cukup untuk pertumbuhan tanaman.
Peserta magang akan mempersiapkan lahan, menanam, merawat, kemudian memanennya di periode itu. Tapi perusahaan pertanian di jepang yang memiliki fasilitas “house” yaitu pelindung plastik di area pertaniannya dapat berproduksi sepanjang tahun. Karena house itu akan melindungi suhu area pertanian. Sehingga peserta magang tidak perlu kuwatir tentang sepinya pekerjaan, karena setahun penuh peserta magang dapat beraktifitas bekerja sambil belajar.