Bagi sebagian siswa, pelajaran sains sering terasa sulit. Rumus yang rumit, istilah yang asing, hingga percobaan yang tampak menantang kadang membuat mereka enggan mencoba. Padahal, sains sebenarnya dekat dengan kehidupan kita — dari air yang kita minum, listrik yang menerangi rumah, sampai makanan yang kita santap setiap hari.
Nah, di MTs Informatika MIMHa Bandung, ada cara unik untuk membuat sains terasa lebih hidup dan menyenangkan, yaitu melalui kegiatan Sains Club.
Ekstrakurikuler ini jadi wadah bagi siswa yang ingin menjelajahi dunia sains dengan cara yang santai, seru, dan penuh praktik nyata.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya duduk mendengarkan teori, tapi juga aktif melakukan berbagai eksperimen langsung di laboratorium. Beberapa kegiatan menarik yang biasa dilakukan antara lain:
Kimia Dasar: mengenal larutan asam dan basa, membuat indikator alami dari bahan dapur, hingga melihat reaksi perubahan warna yang menakjubkan.
Biologi Praktis: belajar mengamati jaringan tumbuhan dengan mikroskop, mengenal sistem organ tubuh, dan memahami bagaimana makhluk hidup bekerja.
Fisika Menyenangkan: bermain dengan cahaya, merangkai listrik sederhana, serta bereksperimen dengan gaya dan gerak dalam kehidupan sehari-hari.
Proyek Mini Riset: siswa diajak melakukan penelitian kecil seperti membuat pupuk organik cair, menguji kualitas air, atau menciptakan alat sederhana yang bermanfaat.
Dalam setiap kegiatan, suasana laboratorium selalu ramai dengan tawa dan semangat.
Siswa mengenakan jas lab putih, memegang tabung reaksi, mencatat hasil percobaan, bahkan mempresentasikan temuan mereka di depan teman-teman.
Belajar pun terasa seperti petualangan — seru, kolaboratif, dan penuh rasa ingin tahu.
Dengan pendekatan ini, sains tak lagi dianggap menakutkan. Sebaliknya, siswa jadi lebih percaya diri dan memahami bahwa setiap eksperimen adalah kesempatan untuk menemukan hal baru.
Keistimewaan Sains Club di MIMHa tidak hanya pada eksperimennya, tetapi juga pada cara pandangnya.
Setiap fenomena alam dipelajari sebagai tanda-tanda kebesaran Allah ﷻ.
Mulai dari reaksi kimia hingga keteraturan sistem tubuh manusia, semuanya mengingatkan kita betapa sempurnanya ciptaan Allah.
Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk berpikir kritis dan ilmiah, sekaligus menumbuhkan akhlak mulia serta rasa syukur.
Mereka tidak hanya tumbuh sebagai calon ilmuwan muda yang cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman dan karakter.
Dengan adanya Sains Club, MTs Informatika MIMHa Bandung berkomitmen melahirkan generasi yang mencintai sains, kreatif dalam berpikir, serta berjiwa Islami dalam setiap langkahnya.
Di zaman serba digital seperti sekarang, hampir semua remaja sudah terbiasa dengan gadget. Setiap hari mereka berinteraksi dengan smartphone, entah untuk bermain gim, mengerjakan tugas, atau sekadar menjelajah media sosial. Tapi, di MTs Informatika MIMHa Bandung, siswa diajak melangkah lebih jauh - bukan hanya menjadi pengguna teknologi, melainkan juga pencipta dan pengembangnya.
Pelajaran Teknologi Informasi (IT) di kelas 8 bukan sekadar tentang mengetik di komputer. Siswa dikenalkan pada berbagai keterampilan yang dekat dengan dunia nyata, seperti:
Microsoft Office Lanjutan - Belajar membuat tabel data di Excel, menyusun presentasi interaktif, dan memahami fitur kolaborasi online yang sering dipakai di dunia kerja.
Desain Grafis Dasar –-Membuat poster, brosur, dan infografis sederhana dengan aplikasi desain. Dari sini, kreativitas dan kepekaan visual siswa mulai terasah.
Pemrograman Dasar - Mengenal dunia coding lewat Scratch atau Python pemula. Siswa diajak berpikir logis dan memecahkan masalah dengan cara yang menyenangkan.
Etika Digital & Literasi Media - Belajar menjadi pengguna internet yang bijak, paham keamanan data, serta tidak meninggalkan jejak digital yang merugikan.
Kegiatan IT di MTs Informatika MIMHa berlangsung aktif dan menyenangkan. Guru tidak hanya menerangkan teori, tapi langsung mengajak siswa praktik di laboratorium komputer.
Dengan metode learning by doing, siswa bebas mencoba, bereksperimen, dan berani berbuat salah. Justru dari kesalahan itulah muncul pemahaman baru dan rasa percaya diri.
Suasana kelas yang kondusif dan fasilitas komputer yang lengkap membuat siswa betah belajar. Mereka bisa fokus berkreasi dan mengeksplorasi dunia teknologi dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
Yang membuat pembelajaran IT di MIMHa berbeda adalah sentuhan nilai-nilai Islami. Siswa tidak hanya diajarkan cara menggunakan teknologi, tetapi juga untuk apa teknologi itu digunakan.
Mereka belajar bahwa teknologi adalah alat untuk kebaikan, bukan sekadar hiburan atau gaya hidup. Adab dan akhlak selalu menjadi dasar dalam setiap aktivitas digital.
Lewat pembelajaran IT yang terarah ini, MTs Informatika MIMHa berupaya menyiapkan generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tapi juga berkarakter kuat.
Siswa diajak memahami bahwa menjadi “pintar IT” saja tidak cukup — harus diimbangi dengan tanggung jawab, etika, dan niat yang baik dalam berkarya.
Dengan semangat itu, MIMHa berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tapi juga mampu menciptakan perubahan di dalamnya - dengan ilmu, iman, dan akhlak sebagai fondasinya.
Bagi sebagian siswa, pelajaran sains sering terasa sulit — penuh dengan istilah asing dan rumus yang membuat kening berkerut. Begitu juga pelajaran sosial yang kadang dianggap hanya soal hafalan. Namun, di MI Miftahul Huda Bandung, pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dibuat berbeda. Di sini, sains dan sosial dipelajari dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan, seru, dan mudah dipahami.
Di kelas 5 MI Miftahul Huda, suasana belajar IPAS dibuat hidup dan menarik. Guru tidak hanya membacakan teori dari buku, tapi juga memanfaatkan media modern seperti layar TV untuk menampilkan gambar, animasi, atau video pembelajaran. Dengan bantuan visual, siswa bisa melihat langsung contoh nyata dari materi yang sedang dibahas.
Sebagai contoh, pada tema “Bunyi dan Sifatnya”, siswa tidak hanya membaca penjelasan di buku. Mereka diajak menonton cuplikan video tentang bagaimana bunyi bisa merambat melalui udara, air, atau benda padat. Cara ini membuat siswa lebih mudah memahami konsep yang tadinya terasa abstrak.
Kegiatan belajar di kelas berlangsung aktif dan menyenangkan. Siswa berani bertanya, menjawab, bahkan berdiskusi dengan teman-temannya. Guru berperan sebagai pembimbing yang mendorong siswa untuk berpikir, bukan sekadar mendengar.
Suasana seperti ini membuat siswa merasa lebih percaya diri. Mereka tidak takut salah, justru semangat untuk mencoba. Interaksi dua arah antara guru dan siswa membantu menumbuhkan rasa ingin tahu dan melatih kemampuan berpikir kritis sejak dini.
Pelajaran IPAS di kelas 5 tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga menghubungkan ilmu dengan kehidupan nyata. Beberapa tema yang dipelajari antara lain:
Bunyi dan Cahaya – mengenal sifat bunyi dan cahaya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ekosistem dan Lingkungan – memahami keseimbangan alam dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Sumber Daya Alam – belajar bagaimana manusia memanfaatkannya secara bijak.
Kehidupan Sosial dan Budaya – mengenal keberagaman masyarakat dan pentingnya sikap saling menghargai.
Dengan pendekatan seperti ini, siswa tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga mengerti maknanya. Misalnya, saat belajar tentang bunyi, mereka bisa mengaitkan dengan alat musik, komunikasi, hingga kehidupan sehari-hari di rumah.
Lebih dari sekadar pelajaran sekolah, IPAS di MI Miftahul Huda juga mengajak siswa melihat kebesaran Allah ﷻ melalui ilmu pengetahuan. Saat memahami bagaimana bunyi merambat, misalnya, siswa diajak merenungkan betapa luar biasanya ciptaan Allah yang memberikan manusia pendengaran untuk saling berkomunikasi.
Dengan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan penuh makna ini, siswa kelas 5 MI Miftahul Huda tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pengalaman belajar yang berkesan. Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas, kritis, berakhlak, dan selalu bersyukur atas setiap nikmat ilmu yang diberikan Allah.