Jadi Pintar Digital, Bukan Sekadar Viral
Cerdas Bermedia, Bijak di Dunia Digital
Selamat datang di "Cerdas Digital"
Sebuah ruang belajar digital yang dirancang khusus untuk membantu kamu memahami, menguasai, dan menerapkan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Di era serba teknologi ini, kemampuan menggunakan perangkat digital saja tidak cukup. Kita juga harus mampu menilai informasi yang beredar, menjaga etika saat berinteraksi di dunia maya, melindungi data pribadi, serta menghasilkan konten yang bermanfaat dan positif. Itulah yang disebut literasi digital kemampuan berpikir kritis, beretika, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Situs ini menghadirkan berbagai materi bacaan, infografis, kuis, dan aktivitas interaktif yang akan membimbingmu memahami dunia digital secara lebih mendalam. Mulai dari mengenali hoaks, memahami etika media sosial, hingga menciptakan jejak digital yang baik semuanya disusun dengan bahasa yang ringan, mudah dipahami, dan relevan dengan keseharianmu.
Kami percaya, membangun generasi yang cerdas digital berarti membekali mereka dengan kemampuan untuk berpikir kritis, berkomunikasi dengan empati, dan berperilaku bijak di ruang digital. Mari mulai perjalananmu menjadi warga digital yang cerdas, sadar, dan siap menghadapi tantangan zaman!
🎥 Tonton video ini untuk tahu kenapa literasi digital sangat penting di zaman sekarang!
Bijaklah dalam menggunakan media sosial
Bahaya HOAX di internet
Berdasarkan laporan terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada awal tahun 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221.563.479 jiwa dari total populasi 278.696.200 jiwa. Hal ini menunjukkan tingkat penetrasi internet sebesar 79,5%, meningkat sekitar 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya
Generasi Z (usia 12–27 tahun) merupakan kelompok usia dengan tingkat penetrasi internet tertinggi, mencapai 87,02% .
Berikut adalah data jumlah konten hoaks yang tersebar di Indonesia dari tahun 2018 hingga 2024, berdasarkan informasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi):
Total konten hoaks yang ditangani oleh Kominfo dari Agustus 2018 hingga Desember 2023 adalah 12.547 konten.
Selama periode tersebut, kategori hoaks yang paling banyak ditemukan adalah:
Kesehatan: 2.357 konten, terutama terkait pandemi COVID-19.
Penipuan: 2.210 konten, mencakup rekrutmen palsu, phishing, dan penipuan bantuan sosial.
Pemerintahan: 2.210 konten, termasuk akun palsu lembaga dan pejabat pemerintah.
Politik: 1.628 konten, berkaitan dengan partai politik, kandidat, dan proses pemilu.
Data menunjukkan bahwa jumlah konten hoaks cenderung menurun dari tahun 2019 hingga 2021, namun mengalami sedikit peningkatan pada tahun 2022 dan 2023. Pada tahun 2024, jumlah konten hoaks yang teridentifikasi meningkat menjadi 1.923 konten.
Jelajahi halaman-halaman kami untuk mempelajari:
🔍 Melawan Hoaks dan Misinformasi
"Sebagai pendidik, saya percaya bahwa mengajarkan literasi digital sama pentingnya dengan membaca dan menulis. Melalui situs ini, saya mengajak kita semua untuk belajar menjadi warga digital yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab." - Benedikto Simanjuntak
🗣️ Najwa Shihab – Jurnalis & Aktivis Pendidikan
“Media sosial bisa menjadi alat untuk menyebarkan kebaikan, tapi juga bisa jadi senjata yang melukai. Literasi digital bukan pilihan, tapi keharusan agar kita tidak hanya cerdas secara teknologi, tapi juga bijak secara etika.”
🗣️ Joko Widodo (Presiden RI Ke - 7)
“Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat dalam memanfaatkannya secara positif. Literasi digital adalah fondasi agar masyarakat tidak mudah terhasut hoaks dan ujaran kebencian.”
🗣️ Michelle Obama – Mantan Ibu Negara Amerika Serikat
“Jika kamu tidak akan mengatakannya di dunia nyata, jangan katakan itu di internet.”