Dieny Aulia ~ Kaspul ~ Maulana Khalid Riefani
Protista mirip jamur BUKAN merupakan jamur sejati karena memiliki susunan sel, cara reproduksi, dan siklus hidup yang berbeda dari jamur. Akan tetapi, kelompok protista jenis ini memiliki bentuk seperti jamur sejati yang membentuk sporangia atau membentuk filamen yang menyerupai hifa. Nah, kalau hifa ini merupakan sel-sel yang memanjang membentuk benang sebagai penyusun tubuh jamur makroskopis. Beberapa dari protista mirip jamur berukuran kecil dan hidup di lingkungan yang lembab atau basah .
Sourcebook: Biologi untuk SMA (Anshori dan Martono, 2009)
Protista mirip tumbuhan memiliki 4 ciri umum berdasarkan ukuran dan bentuk tubuh, struktur dan fungsi tubuh, reproduksi serta habitat dan cara hidup. Protista mirip tumbuhan disebut juga sebagai ALGA atau GANGGANG. Protista jenis ini bersifat autotrof, yang artinya memiliki KLOROFIL dan dapat membuat makanannya sendiri. Habitatnya di perairan, baik secara soliter atau berkoloni. Seperti tumbuhan sejati, ia juga bersifat eukariotik karena memiliki dinding sel dan kloroplas.
Alga memiliki tiga cara reproduksi, yaitu reproduksi vegetatif, reproduksi aseksual, dan reproduksi seksual. Reproduksi vegetatif pada alga adalah dengan fragmentasi, yaitu setiap fragmen akan berkembang menjadi talus baru. Sementara itu, reproduksi aseksual pada alga adalah dengan membentuk zoospora berflagel yang menghasilkan tanaman baru. Alga juga melakukan reproduksi seksual yang dilakukan dengan peleburan dua sel gamet.
Sourcebook: Biologi untuk SMA (Anshori dan Martono, 2009)
Protista mirip hewan memiliki 3 ciri umum berdasarkan struktur tubuh, reproduksi serta habitat dan cara hidup. Protista mirip hewan sering disebut juga sebagai PROTOZOA. Ciri-ciri umum protozoa di antaranya adalah sifatnya yang uniseluler dan ukuran tubuh antara 10 mikro hingga 6 milimeter. Tubuhnya dibungkus oleh pelikel (kulit tipis) atau silika bukan dinding sel. Protozoa bersifat heterotrof, yang artinya ia tidak dapat menghasilkan makanannya sendiri.
Protista mirip hewan ada yang hidup soliter maupun berkoloni. Mereka bereproduksi dengan membelah diri (aseksual) dan ada pula yang berkonjugasi (seksual). Protozoa dapat bergerak dengan flagela, silia, maupun pseudopodia. Tapi, ada juga yang tidak memiliki alat gerak.
Berdasarkan alat gerak, protozoa dibagi menjadi Mastigospora / Flagellata, Sarcodina / Rhizopoda, Ciliata / Ciliapora, dan Sporozoa.
Sourcebook: Biologi untuk SMA (Anshori dan Martono, 2009)