Perpustakaan Lazuardi menghadirkan beragam program menarik yang dirancang khusus untuk siswa-siswi, guru, dan karyawan. Mulai dari kegiatan seru seperti storytelling, workshop menulis kreatif, hingga tantangan membaca, semua program ini bertujuan untuk menumbuhkan inspirasi dan cinta terhadap literasi.
Program Library Visit and Reading ini sudah berjalan sejak lama dan bekerja sama dengan setiap unit untuk menentukan jadwal kunjungan ke perpustakaan. Setiap kelas memiliki kegiatan yang dilaksanakan di perpustakaan, dan biasanya anak-anak akan mengisi reading log yang sudah disiapkan oleh guru kelas mereka. Setiap unit memberikan jadwal untuk Library Visit and Reading, dan perpustakaan menyesuaikan jadwal tersebut. Jadwal ini biasanya dirancang setahun sekali.
Selain membaca buku dan mengisi reading log, anak-anak juga kadang menggunakan ruang audiovisual. Dengan arahan dari guru kelas, kami membantu mencari film edukasi yang sesuai untuk ditonton.
Program ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya membaca dan mendekatkan anak-anak pada perpustakaan. Dengan jadwal yang sudah disusun, diharapkan fasilitas perpustakaan dapat dimaksimalkan dengan baik, dan anak-anak semakin gemar membaca buku.
STORY (Saturday Time of Reading For You) merupakan program event perpustakaan yang dilaksanakan rutin setiap bulan pada minggu ketiga. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang literasi yang melibatkan siswa dan orang tua secara bersama-sama. Dalam setiap sesi, peserta diajak menikmati berbagai aktivitas literasi, seperti membaca buku bersama, bermain gim edukatif, hingga bookish play yang disesuaikan dengan tema bulanan.
Perpustakaan memiliki program seru bernama Read Aloud Goes to School, yang dijalankan setiap hari Kamis dalam semangat Kamis Manis Literasi. Program ini sudah terbagi jadwalnya:
Minggu pertama: Pra-TK
Minggu kedua: TK
Minggu ketiga: SD
Minggu keempat: SMP
Jika dalam satu bulan ada lima minggu, perpustakaan read aloud bersama tim operasional atau tim kantor.
Kegiatan Read Aloud dilaksanakan di playground masing-masing unit, kecuali untuk SMP, yang dilaksanakan di area kantin. Di tahun akademik 2024/2025, perpustakaan memberikan kesempatan bagi setiap guru di masing-masing unit untuk memilih tanggal yang sesuai dengan jadwal mereka, sehingga kegiatan ini bisa berjalan lebih fleksibel.
Pra-TK
TK A/B
Perpustakaan Lazuardi GCS memiliki program mading (majalah dinding) yang dirancang untuk memperkenalkan mading kepada anak-anak serta memperkaya pengetahuan mereka. Mading perpustakaan diperbarui setiap bulan, menyajikan tema yang relevan dengan momen atau peringatan dalam bulan tersebut. Contohnya, pada bulan November 2024, tema mading kami adalah Hari Pahlawan, yang mengupas sejarah dan makna penting di balik peringatan tersebut.
Mading perpustakaan memiliki beberapa rubrik tetap, antara lain:
Resensi Buku: Mengulas buku pilihan yang sesuai dengan tema bulan tersebut, agar anak-anak maupun guru serta karyawan tertarik untuk membaca dan mengenal lebih banyak koleksi perpustakaan.
Materi Tentang Tema Bulan Tersebut: Berisi informasi menarik terkait tema bulan, misalnya pada bulan Hari Pahlawan, rubrik ini akan memuat sejarah Hari Pahlawan dan kisah para tokoh penting.
Karyaku: Menampilkan hasil karya siswa-siswi Lazuardi, seperti cerita pendek, atau puisi. Ini menjadi ruang apresiasi untuk kreativitas anak-anak.
Library Frequent Flyer: Memberikan penghargaan kepada siswa dan guru yang paling sering berkunjung ke perpustakaan sebagai motivasi bagi yang lain.
Kosa Kata Baru: Memperkenalkan kata-kata baru yang menarik dan edukatif kepada pembaca atau seluruh sivitas akademika, lengkap dengan artinya.
Kata Baku dan Tidak Baku: Mengajarkan perbedaan antara kata baku dan tidak baku, yang disajikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.
Puisi dan Kutipan: Menampilkan puisi atau kutipan inspiratif yang sesuai dengan tema bulan untuk memotivasi pembaca.
Papan Interaktif: Rubrik ini mengajak siswa, guru, dan karyawan untuk berpartisipasi dengan menjawab pertanyaan, memberikan opini, atau mengisi kuis yang disediakan di mading.
Kami berharap program mading perpustakaan ini dapat menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi semua sivitas akademika, sekaligus tempat berbagi kreativitas yang menyenangkan.
Komunitas Sahabat Buku adalah wadah untuk siswa-siswi SD Lazuardi GCS kelas 2 hingga 6 yang memiliki semangat belajar dan cinta terhadap buku. Dalam komunitas ini, kami mengadakan berbagai kegiatan seru dan edukatif, seperti diskusi buku, membahas cerita menarik, mengerjakan lembar kegiatan yang berhubungan dengan literasi, hingga belajar tentang perpustakaan, klasifikasi buku, dan berbagai genre yang ada.
Salah satu aktivitas Komunitas Sahabat Buku adalah sesi materi read aloud, di mana kami mengenalkan materi baru yang dikemas dengan cerita dan pembacaan interaktif agar lebih mudah dipahami, anak-anak menisi Kajian Teks Sederhana agar lebih memahami buku yang akan mereka bacakan ketika nanti mereka akan read aloud. Untuk menambah keseruan, kami juga menjadwalkan sesi menonton bersama di ruang audiovisual dengan pilihan film edukasi yang menginspirasi.
Salah satu kegiatan Komunitas Sahabat Buku adalah kunjungan ke perpustakaan besar, yang memberi pengalaman langsung kepada anak-anak untuk menjelajahi dunia perpustakaan yang lebih luas.
Kegiatan Komunitas Sahabat Buku dilaksanakan setiap hari Rabu. Komunitas ini adalah tempat anak-anak belajar, berbagi, dan menemukan banyak hal baru tentang dunia buku dan perpustakaan. Kami percaya, melalui Komunitas Sahabat Buku, anak-anak tidak hanya mengenal lebih banyak tentang literasi, tetapi juga tumbuh menjadi pembaca yang cerdas dan kreatif.
Program kunjungan ke perpustakaan besar adalah salah satu kegiatan rutin yang kami selenggarakan dua kali setiap semester. Dalam program ini, anggota Komunitas Sahabat Buku diajak untuk mengeksplorasi perpustakaan besar dan mengenal dunia literasi lebih dekat. Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Jakarta adalah tempat yang sudah kami kunjungi, kedua tempat itu memberikan pengalaman baru yang berkesan bagi anak-anak.
Selain anggota Komunitas Sahabat Buku, kami juga membuka kesempatan bagi siswa-siswi lain di luar komunitas untuk ikut serta jika kuota masih tersedia. Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan siswa-siswi SMP Lazuardi, yang dengan senang hati mendampingi dan membantu menjaga adik-adik SD selama kunjungan berlangsung.
Setiap kunjungan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menjelajahi koleksi perpustakaan besar, dan mempelajari layanan yang tersedia. Program ini dirancang tidak hanya untuk menumbuhkan semangat membaca, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan dan kerjasama antara siswa-siswi Lazuardi, baik yang dari Komunitas Sahabat Buku maupun yang lainnya.
Setiap hari Kamis, perpustakaan Lazuardi dengan penuh antusias menghadirkan konten menarik di Instagram @lazuardigcs sebagai bagian dari program Kamis Manis Literasi. Konten ini dirancang untuk menyajikan berbagai informasi yang inspiratif dan edukatif, mulai dari budaya perpustakaan, cerita seru tentang kunjungan ke perpustakaan besar, hingga tips dan trik seputar membaca atua menulis. Selain itu, karya kreatif siswa-siswi Lazuardi juga turut ditampilkan untuk memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada teman-teman lainnya.
Melalui unggahan ini, kami ingin membawa perpustakaan lebih dekat dengan seluruh sivitas akademika Lazuardi. Tidak hanya sebagai tempat membaca dan belajar, perpustakaan juga diharapkan menjadi ruang inspirasi yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Setiap konten disusun dengan harapan dapat menghidupkan semangat literasi dan membangun kesadaran akan pentingnya membaca.
Lebih dari itu, kami percaya bahwa perpustakaan adalah bagian penting dari komunitas sekolah. Dengan berbagi cerita, tips, dan kegiatan menarik melalui Instagram, kami ingin menciptakan hubungan yang lebih kuat antara perpustakaan dan seluruh warga sekolah. Mari bersama-sama menjadikan literasi sebagai budaya yang mengakar, dengan memulai dari langkah kecil—mengenal dan mencintai perpustakaan.
Setelah sempat terhenti selama lima tahun akibat pandemi COVID-19, Book Fair akhirnya kembali hadir di bulan April 2024 dan April 2025 dengan semangat baru. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia. Selama tiga hari, Lapangan Ibnu Khaldun menjadi pusat perayaan literasi yang menghadirkan koleksi buku terbaik dari berbagai penerbit ternama, seperti Mizan Group, UniBooks, Sinar Star Books, Mentari Books, Gagas Media, Grow the Seed, Pelangi Books, Gramedia, Periplus, dan Fadhillah Kids. Setiap penerbit membawa koleksi buku yang sesuai dengan nilai-nilai sekolah kami, memberikan pilihan bacaan yang menarik dan edukatif.
Antusiasme siswa-siswi serta orang tua murid begitu terasa sepanjang acara. Suasana penuh semangat menghiasi Lapangan Ibnu Khaldun, mulai dari anak-anak yang antusias memilih buku favorit mereka hingga orang tua yang mencari bacaan edukatif untuk keluarga. Tentunya kegiatan ini pun terlaksana karena adanya kerja sama yang baik dengan para guru kelas yang bisa mendampingi dan mengarahkan siswa-siswi kelasnya untuk memeriahkan book fair.
Selain pameran buku, Book Fair ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seru, seperti cosplay anak-anak yang mengenakan kostum karakter favorit mereka dari buku. Ada cosplay walk yang dilakukan oleh adik-adik Pra-TK dan TK, sesi read aloud atau membacakan cerita dari adik-adik TK dan SD, penampilan choral speaking dari siswa-siswi SD, serta pertunjukan drama yang dibawakan oleh kakak-kakak SMP Lazuardi GCS.
Tidak hanya itu, kakak-kakak SMP juga menghadirkan sebuah literary café dengan tema yang mereka pilih sendiri, tentunya terinspirasi dari buku-buku yang mereka baca. Semua ini menjadikan Book Fair tidak hanya sebagai ajang untuk menjelajahi dunia literasi, tetapi juga untuk menunjukkan kreativitas dan bakat siswa-siswi Lazuardi.
Salah satu rangkaian spesial dalam Book Fair yang berlangsung pada bulan April 2024 adalah acara Meet the Authors. Selama tiga hari, perpustakaan Lazuardi GCS mengundang tiga penulis inspiratif untuk berbagi cerita dan pengalaman mereka dalam dunia kepenulisan.
Pada hari pertama, kami kedatangan Kak Noor H Dee, penulis buku anak-anak yang karyanya begitu diminati karena pesan-pesannya dikemas dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Hari kedua menjadi momen istimewa dengan kehadiran Zaid, seorang penulis cilik berbakat yang telah menerbitkan bukunya melalui seri KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya) dari Mizan, membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk berkarya.
Di hari ketiga, kami menyambut Kak Lia Nurida, penulis novel remaja dari Mizan. Salah satu bukunya yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka adalah Podcase, sebuah novel misteri yang mengangkat kisah Berlin, seorang gadis yang menyembunyikan identitasnya di balik podcast misteri yang viral.
Kehadiran ketiga penulis ini tidak hanya menjadi ajang berbagi inspirasi, tetapi juga memperkaya wawasan literasi siswa-siswi.
Bertemu dengan pendongeng dari Mizan.
Book Fair 2025
Book Fair 2024
Bersama Mas Noor dan Kak Mauline
Bersama Zayd
Bersama Kak Lia
Dalam pengadaan koleksi perpustakaan, kami memperkaya koleksi buku dengan membeli dari berbagai penerbit ternama seperti Mizan Group, Mentari Books, UniBooks, Sinar Star Books, Gramedia, Periplus, serta membeli buku di event besar seperti Big Bad Wolf, yang menyediakan berbagai buku dengan harga terjangkau. Melalui cara ini, kami dapat memastikan koleksi yang kami miliki selalu bervariasi dan relevan dengan kebutuhan siswa-siswi.
Untuk mendukung proses pengadaan, kami juga membuka layanan desiderata yang memungkinkan guru-guru memberikan masukan mengenai buku-buku yang sesuai dengan pembelajaran dan minat siswa. Ini membantu kami memilih buku yang tepat untuk mendukung pendidikan dan meningkatkan literasi di Lazuardi GCS.
Setelah pengadaan koleksi selesai, kami melakukan beberapa tahap teknis untuk memastikan buku-buku dapat digunakan dengan mudah. Tahapan tersebut meliputi input data buku ke sistem SLiMS, pencetakan label nomor klasifikasi dan barcode, penyampulan, dan penataan buku di rak-rak perpustakaan. Semua langkah ini bertujuan untuk memudahkan akses buku bagi seluruh civitas akademika.
Print Barcode
Memotong Barcode
Menempelkannya di buku
Proses memasang Barcode
Memotong sampul buku
Buku baru siap dipinjam
Shelving di perpustakaan merujuk pada proses menata dan mengatur buku-buku atau koleksi lainnya di rak-rak perpustakaan agar mudah ditemukan dan diakses oleh pengunjung. Proses ini penting untuk memastikan koleksi tetap rapi, terorganisir, dan sesuai dengan sistem klasifikasi yang berlaku. Di perpustakaan Lazuardi, shelving dilakukan setiap hari pada pukul 3 sore, setelah anak-anak pulang sekolah.
Biasanya, di hari tersebut, setelah anak-anak selesai membaca, mereka akan meletakkan buku yang sudah mereka baca di keranjang hijau yang telah disediakan oleh perpustakaan. Kegiatan shelving dimulai dengan memeriksa dan merapikan buku-buku yang ada di keranjang tersebut. Buku-buku itu akan dikembalikan ke rak dengan memperhatikan subjek dan nomor klasifikasi yang sesuai.
Selain merapikan buku-buku di keranjang, kegiatan shelving juga mencakup penataan ulang koleksi buku di rak-rak perpustakaan. Buku-buku yang ada di rak harus disusun kembali agar sesuai dengan kategori dan urutannya. Dengan cara ini, perpustakaan dapat menjaga agar koleksi buku tetap terorganisir, memudahkan pencarian, dan memastikan buku-buku tersebut siap dibaca di keesokan hari.
Menyusun buku berdasarkan subjeknya
Mengembalikan buku ke rak yang sesuai
Weeding atau penyiangan di perpustakaan adalah proses untuk meninjau koleksi buku dan mengidentifikasi buku-buku yang sudah tidak layak baca atau rusak. Buku-buku yang rusak atau tidak lagi relevan akan dipilih untuk penyiangan. Kegiatan ini penting untuk menjaga kualitas koleksi perpustakaan dan memastikan hanya buku-buku yang dalam kondisi baik yang tersedia untuk pengunjung.
Buku yang rusak akan diperiksa lebih lanjut untuk menentukan apakah masih bisa diperbaiki atau dipreservasi. Jika kerusakannya masih bisa diperbaiki, maka buku tersebut akan dilakukan proses preservasi untuk memulihkan kondisinya, sehingga tetap dapat digunakan. Namun, jika buku tersebut rusak parah dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki, buku tersebut akan dikeluarkan dari koleksi, atau yang biasa disebut dengan discard.
Proses weeding dan preservasi ini dilakukan secara berkala agar koleksi perpustakaan selalu terjaga dengan baik. Dengan melakukan weeding, perpustakaan dapat memastikan bahwa ruang koleksi hanya diisi oleh buku-buku yang bermanfaat dan dapat digunakan dengan maksimal. Selain itu, preservasi membantu memperpanjang umur buku dan menjaga kualitas buku yang masih layak untuk dibaca.
Buku ini harus diperbaiki.
Sudah dipreservasi, diberikan lem dan solatip di buku tersebut.
Menjahit buku yang tipis.